7
Daemoen @Mentimoen
1. Kultwit singkat tentang geopolitik dan latarbelakang ribut2 soal pemindahan kedutaan Amerika ke Jerusalem. Membahas pertanyaan: Kenapa saat ini? Kenapa dunia umumnya ga setuju? Apa kemungkinan masa mendatang? pic.twitter.com/kF36o4qA80
Expand pic
Daemoen @Mentimoen
2. Israel sdh mencanangkan Jerusalem sebagai ibukota Israel sejak awal semula. Tel-Aviv ga pernah secara resmi menjadi ibukota Israel. Tel-Aviv menjadi tempat sementara pusat pemerintahan hanya dari Mei 1948 s/d Des 1949. Setelah itu pemerintahan pindah ke Jerusalem.
Daemoen @Mentimoen
3. Karena Tel-Aviv kota yg lebih modern, selain faktor politik internasional, kedutaan2 negara2 yg menjalin hubungan diplomatik dgn Israel menempatkan kedutaan mereka di Tel-Aviv, sampai kini.
Daemoen @Mentimoen
4. Di Amerika, ssdh PD II, pelan2 dukungan thd eksistensi Israel meningkat. Dan karena Senate dan House of Representatives itu wakil rakyat, mereka mendukung penuh eksistensi Israel. 1995, Congress meloloskan undang2 The Jerusalem Embassy Act, bhw kedutaan Amrik hrs di Jerusalem
Daemoen @Mentimoen
5. Presiden demi presiden Amrik mendukung pemindahan kedutaan ke Jerusalem, tetapi anehnya satu demi satu, mereka terus menunda pemindahan. Setiap 6 bulan, mreka hrs teken surat penundaan. Pertanyaan: kenapa ada perbedaan pikiran & aksi spt itu?
Daemoen @Mentimoen
6. Jawabannya adalah: MINYAK. Semua presiden Amrik sebelumnya menjalin hubungan erat dgn negara2 Arab, dan tidak mau menyinggung negara Arab. Mereka masih ingat sakitnya ketika terjadi Embargo Minyak oleh OPEC dulu.
Daemoen @Mentimoen
7. Tetapi bbrp tahun silam, posisi berbalik. Pada era Obama, mulai di eksplorasi shale-gas, sumber gas alam pengganti minyak. Ketergantungan Amrik akan minyak bumi berkurang. Bahkan China menjadi negara importir minyak utama, bukan Amrik.
Daemoen @Mentimoen
8. Pada era Obama, pemerintah Amrik juga mendukung terjadinya Revolusi Arab Spring. Jadi pemerintah yg sama yg dari dulu mendukung juragan2 minyak itu, mulai mendukung mereka2 yg ga puas dan kelompok agamis militan mengambil alih pemerintahan Arab.
Daemoen @Mentimoen
9. Langsung kepercayaan pada pemerintan Amrik anjlok. Ini pemerintah yg gampang sekali meninggalkan rekan2nya, kira2 itulah yg ada di pikiran sheik2 itu. Mereka mulai mengorganisasi diri untuk mampu mempertahankan rejim masing2, walau tanpa dukungan Amrik.
Daemoen @Mentimoen
10. Pada saat yg sama, perasaan secure dlm diri sheikh2 itu anjlok. Mereka sadar setiap saat mereka bisa diturunkan oleh para fundamentalis atau pemberontak. Karena itulah mreka hrs menyiapkan langkah selanjutnya jika itu terjadi. Mereka setidaknya perlu survive.
Daemoen @Mentimoen
11. Duit2 hasil minyak itu harus untuk hari2 hujan itu sdh tentu mereka simpan di luar, karena kalo rejimnya runtuh, mrk akan lari keluar untuk bertahan hidup. Nah, yg mampu menampung duit segitu banyak cuma institusi keuangan Barat, yg banyak berhubungan dgn Amrik.
Daemoen @Mentimoen
12. Karena itu, walaupun sheikh2 itu tidak percaya pada Amrik untuk selalu mendukung rejim, mereka tidak akan mampu menentang Amrik. Segala duit, investasi mrk di luar negeri itu ada dlm cengkraman Amrik dkk..
Daemoen @Mentimoen
13. Trump selaku penguasaha, tahu persis urusan ini. Dia perlu memenuhi janji kampanye, Amrik ga benar2 tergantung pada minyak Arab, dan sheikh2 Arabpun ga akan mampu benar2 menentang Amrik. Dgn kata lain, bargaining position Arab, dan Palestina itu menyusut cepat.
Daemoen @Mentimoen
14. Dgn demikian, Trump dgn santai mengumumkan pemindahan kedutaan ke Jerusalem. Dia tahu akan terjadi penentangan, tetapi bkn sesuatu yg dia ga bisa handle. Dan dia lakukan itu sambil mengejek presiden2 lalu yg ga berani lakukan. Score buat dia, popularitas Trump akan meningkat
Daemoen @Mentimoen
15. Pertanyaan selanjutnya, kenapa dunia seakan2 menolak tindakanTrump? Terutama Eropa.. kalo negara2 muslim sih jgn ditanya lagi. Penurunan bargaining position Palestina krn nilai ekonomi negara Arab menurun, ternyata dibarengi dgn kenaikan bargaining position dlm hal lain.
Daemoen @Mentimoen
16. Sejak belasan thn terakhir, terjadi radikalisasi di kalangan muslim, terutama di negara2 Arab. Ada ISIS yg bahkan bisa menguasai wilayah2 di Arab. Muslim Brotherhood bisa meraih kemenangan di Mesir wkt Arab Spring. Semua radikal ini mendukung Palestina dan anti Israel.
Daemoen @Mentimoen
17, Perang sipil dan pergolakan di Arab membuat banjir pengungsi ke Eropa. Eropa semaput, kacau balau gegara pengungsi yg didalamnya juga banyak kaum radikal. Terrorisme meningkat dimana2, negara2 di sono pada ketakutan.
Daemoen @Mentimoen
18. Semua negara Eropa takut negaranya jadi sasaran terrorisme skala besar. Dan sdh dipastikan jika mrk mendukung langkah Trump, maka mereka akan kena imbas terrorisme. Kecuali Ceko, tetapi Ceko menolak terima pengungsi. Krn itu Ceko dukung Trump, resikonya minimal.
Daemoen @Mentimoen
19. Jadi skr bargaining position dari Palestina untuk negara Barat berubah dari: A. Kalo kamu dukung Israel, negara Arab tidak akan jual minyak ke kamu. Ke ancaman sbb: B: Kalau kamu dukung Israel, awas aja negara kamu diserbu terroris.
Daemoen @Mentimoen
20. Sementara pemerintah di negara2 muslim ga mau juga ambil resiko kehilangan popularitas karena mendukung Israel. Karena itu pemimpin negara2 mayoritas muslim dongkol pada Trump. Trump membuat mereka terpaksa hrs menyatakan sikap yg mungkin sebnrnya mrk kurang care.
Daemoen @Mentimoen
21. Sementara para radikal di negara mayoritas muslim senang, krn bisa menggunakan isu yg dibawa Trump untuk memulai aktivisme. Ada alasan demo2 besar, ada alasan pencitraan, ada alasan mengancam pimpinan negara kalo2 dia ga cukup kencang anti Israel.
Daemoen @Mentimoen
22. Sementara negara spt Russia & China jadi penonton sambil senyum2. Mrk berpikir, Trump mengikis pengaruh Amrik di Arab. Mereka dgn cepat bilang tidak setuju dgn Trump. Trump sendiri ga pusing kalo pengaruh Amrik di Arab menipis, toh Arab sdh ga bs diandalkan jd sumber duit.
Daemoen @Mentimoen
23. Itulah sebabnya, dunia mencela ulah Trump. Tetapi tentunya celaan halus, krn kepentingan mereka bkn disono. Ga ada satu negarapun yg sebenarnya peduli dgn apa yg terjadi dgn Palestina. Semua hanya urusan lip service.
Daemoen @Mentimoen
24. Bagaimana untuk masa depan? Untuk bisa menilai, kita hrs melihat bagaimana bargaining position dr Palestina (dan Arab) di masa depan. Apakah Arab akan muncul sbg kekuatan ekonomi? Apakah para radikal berhasil terus membuat dunia ketakutan akan ancaman mereka?
Daemoen @Mentimoen
25. Menurut sy sih, masa depan suram untuk Palestina. Negara2 Arab skr kehilangan senjata minyak, krn dunia makin mengembangkan sumber energi lain. Sementara, mrk blm mengembangkan kemampuan industri lain yg bisa diandalkan. Mrk skr konsumen teknologi aja.
Load Remaining (5)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.