0

La Gode (34) salah satu warga Desa Balohag, Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu, tewas dengan tidak wajar 24 Oktober 2017 lalu. Korban diduga dianiaya oknum TNI-AD yang bertugas sebagai Satgas Ops Pamrahwan Maluku dan Maluku Utara Yonif Raider Khusus 732/Banau KOKI SSK – III Lede.

Berikut kronologi kejadiannya:
10 Oktober 2017 di desa Lede Kecamatan Lede Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara. Korban ditangkap tangan oleh Bigpol Mardin anggota Polpos Lede, karena diduga mencuri Gepe (singkong parut) yang biasa disebut kaopi oleh masyarakat milik bapak Egi di Desa Balohang. Korban kemudian diantarkan ke pos satgas yang berasal dari Yonif 732/Banau oleh polisi untuk dilakukan pembinaan selama 5 hari.

15 Oktober 2017 pukul 04.00 Korban melarikan diri dari Pos Satgas.

15 Oktober 2017 pukul 05.00 korban yang melarikan diri menuju rumah dengan tujuan untuk melihat dan memeluk anak-anaknya dan memberitahukan ke anak-anaknya untuk pergi ke Bobong menemui ibunya.

15 Oktober 2017 pukul 05.30 setelah korban menemui anak-anak, korban kembali ke luar dari rumah untuk bersembunyi di kebun di Ntahha dimana ada kebun korban.

15 Oktober 2017 pada malam harinya korban kembali ke rumahnya untuk melihat dan memastikan apakah anak-anaknya sudah berangkat ke Bobong, setelah korban tidak melihat anak-anaknya dia kembali meninggalkan rumah dan berjalan kaki menuju Desa Nggele.

16 Oktober 2011 pada malam harinya korban tiba di Desa Nggele dan beristirahat di tempat berteduh semacam gubuk kebun, milik masyarakat Nggele.

17 Oktober 2017 pada dini hari korban kembali melanjutkan perjalanannya menuju Bobong.

19 Oktober 2017 sekira pukul 20.00 WITA korban datang ke Bobong untuk menemui istri korban yang telah selesai berjualan di pasar malam dan korban menceritakan penyiksaan yang dialami selama berada di Pos Satgas dari tanggal 10 sampai 15 Oktober 2017 dan istri korban melihat badan korban yang mengalami memar di tubuh bagian dada sehingga istri korban yang hendak memegang korban dilarang oleh korban untuk jangan menyentuh dadanya, karena dadanya masih sakit akibat pemukulan yang dilakukan di pos Satgas. Kembali korban menceritakan pada istri korban kemana saja dia pergi selama pelarian dari Pos Satgas itu.

23 Oktober 2017 korban kembali ditangkap di Desa Keramat oleh pihak kepolisian Pos Lede, Babinsa dan anggota Satgas, korban langsung dibawa ke Lede dengan menggunakan perahu motor.

24 Oktober 2017 korban tiba di Desa Lede bersama Kapolpos dan anggota Satgas pada pukul 01.30 dini hari dan langsung dijemput kendaraan roda 4. Dan kembali diserahkan ke Pos Satgas untuk diintrogasi.

24 Oktober 2017 pukul 04:30 korban dinyatakan meninggal dunia dengan kondisi tidak wajar.

URL tirto.id 1929 Istri La Gode: 'Tentara yang Bunuh Suami Saya' Seorang warga Maluku Utara yang mencuri singkong parut 5 kg seharga Rp20 ribu disiksa hingga tewas.
Sheany Yasuko @sheanyyas
Seorang warga Maluku Utara yang mencuri singkong parut 5 kg seharga Rp20 ribu disiksa hingga tewas. tirto.id/istri-la-gode-… via @tirtoid
Zen RS @zenrs
Mencuri singkong. Ditangkap polisi. Lalu diserahkan kpd tentara. Dan tewas penuh luka. Kejadian di Maluku Utara (alert: memuat gambar korban kekerasan). tirto.id/istri-la-gode-…
Bhagavad Sambadha @fullmoonfolks
Dititipin polisi ke pos tentara, besoknya meninggal. Giginya dicabutin, kuku dicabutin. Kalah macan cisewu.. amp.tirto.id/istri-la-gode-…

Menurut keterangan keluarga tentara dan polisi melarang keluarga mengabadikan kondisi mayat korban.

Tiga hari setelahnya, Komandan Kompi Kapten Infanteri Ruslan Baton mendatangi istri La Gode. Ruslan siap memberikan uang setara dengan penghasilan istri La Gode selama sembilan bulan. Istri La Gode menolak.

Berseragam tentara, anggota Satgas Ops Pamrahwan bernama Eko mendatangi istri La Gode pada 3 November. Eko menyampaikan amanat dari Ruslan agar istri La Gode “tak perlu memperpanjang masalah ke ranah hukum

Abdulharis Doa @AizhDoank
🙏 Mencari Keadilan utk La Gode Korban Kebiadaban Militer hanya karna mencuri gepe (singkong), Di Kab.Pulau Taliabu @jokowi @KontraS @infoLPSK @HumasPolisi @komnasham @tamrintomagola @tempodotco @kompascom @detikcom @cakimiNOW @MataNajwa @nu_online pic.twitter.com/lCtfBGga78
Expand pic
Expand pic
fahri salam @fahrisalam
Istri La Gode meyakini suaminya tewas disiksa oleh tentara dari Yonif Raider Khusus 732/Banau, Pulau Taliabu. La Gode terbunuh karena mencuri singkong parut seharga Rp20 ribu. tirto.id/istri-la-gode-…
Veronica Koman @VeronicaKoman
Di desa Lede, Pulau Taliabu, Maluku Utara, seorang warga bernama La Gode (31) tewas disiksa anggota TNI karena mencuri sebatang singkong (bit.ly/2hK7cQ3). Sang istri diiming-imingi uang 1,4 juta agar tidak membawa kasus ini ke ranah hukum (baca bit.ly/2B4ci1n).
Dliyaur R @dliyaur
"... sekujur tubuh La Gode berlumur luka. Gigi atas dan bawah dicabuti hingga ompong. Kuku di jempol kaki kanan dicabut. Bagian bibir, mata, hingga pipi kanannya bengkak..." tirto.id/istri-la-gode-… via @tirtoid
Indah @iindahAN
@fullmoonfolks Geram banget bacanya, semoga kasusnya diangkat terus ke publik, semoga oknum2 TNI maupun polri yang masih suka "main pukul" diberhentikan saja, semoga tidak ditutupi oleh atasan yang malu atas perilaku anak buahnya.
Bandiera Rossa @zlfsj
Sedih dan ngilu baca berita ini. Dituduh nyuri singkong, polisi membiarkan almarhum ditahan di pos jaga #TNI. Disiksa berhari-hari, kabur, ketangkep lagi. Akhirnya mati dalam keadaan naas. Tulang-tulang patah, kuku jempol kaki lepas. Turut berduka cita. lenteraonline.com/2017/11/22/ini…

Beda versi

Kepala Penerangan Kodam XVI/ Pattimura, Letkol Armed Sarkitansi Sihaloho, membantah atas informasi bahwa personel TNI mengintimidasi keluarga korban supaya kasus La Gode diupayakan “damai”.

Sihaloho mengklaim bahwa La Gode adalah “residivis yang sering melakukan pencurian.” Setelah La Gode kepergok mencuri kasbi gepe, pihak polisi menyerahkan ke Pos Satgas TNI Ops Pamrahwan untuk “dibina.”

Sihaloho “tak paham” kenapa lima hari kemudian La Gode “kabur” dari Pos Satgas TNI.

Selama La Gode melarikan diri—artinya selama 8 hari antara 15 Oktober hingga 23 Oktober—ada peristiwa dua kali pencurian di Kecamatan Lede. Pelakunya diduga “orang bertopeng dengan senjata parang.”

Menurut Sihaloho, ketika ditangkap dan diinterogasi, La Gode mengakui telah melakukan dua kali pencurian saat kabur.

Versi tentara: Masyarakat mengamuk. Lalu ada yang teriak: “Bunuh saja!”

“Karena ada teriakan itu, La Gode lari lagi. Dikejar massa. Dia masuk ke got. Nah, di situ, dia dihakimi oleh massa,” klaim Sihaloho. “Kami tidak bisa menahan massa. Jadi bukan mati di Pos (Satgas) TNI.”

Versi tentara: setelah La Gode tewas, masyarakat menolaknya untuk dimakamkan. Tanpa intervensi TNI, masyarakat membuat surat memuat pernyataan yang mengapresiasi kerja tentara dan polisi setempat yang menangkap La Gode, yang berujung kematian.

“Ada tanda tangan mereka, sekitar 1.200 orang,” klaim Sihaloho.

URL Gamalamanews.com 6 TNI Sebut La Gode Tewas karena Dihakimi Massa | Gamalamanews.com TERNATE - Kematian La gode, Warga Desa Lede, Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu, yang diduga tewas akibat dianiaya oknum TNI di dalam Pos Koki SSK Ill Satgas Yonif RK 732/ dibantah oleh Pihak TNI. Korban yang diduga mencuri singkong parut (Kasbi) mil
Dewan Rakyat Papua @alifkamalk
Semoga ada penyelesaian dari kasus ini @Puspen_TNI n tidak ada lagi muncul kasus2 seperti ini. Istri La Gode: "Tentara yang Bunuh Suami Saya" tir.to/n/cAGL via @tirtoid
Eddy Santry @EDDYSANTRI
Jika terbukti lakukan penganiayaan, maka Oknum Tentara yg membantai Pak La Gode, dalam pandangan sy adalah Celeng berwujud manusia. cc @Puspen_TNI @tni_ad - Tirto.ID tirto.id/istri-la-gode-…

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.