Di Balik Tewasnya Pemuda Papua Disiksa Aparat TNI, Surat Perdamaian "Menutup" Jalur Hukum Pelakunya Bisa Diproses?

Ada dugaan pihak keluarga dipaksa menandatangi surat perdamaian
0

Ishak Yaguar (Izak Kua/Isack), Pemuda Kampung Woner, meninggal akibat dianiaya oleh 3 Anggota Pos Pamrahwan Kimaam Yonif 755/Yalet, yaitu Serda La Dili Wance, Prada Fredik Pattiasina dan Prada Abiatar Harri Katoar. Kejadian ini bermula dari protes warga Kampung Woner terhadap Bonefasius Buika, Kepala Woner yang diduga telah menyelewengkan Dana Kampung atau Dana Desa sejak 3 tahun terakhir

Veronica Koman @VeronicaKoman

Ayah dari Izak Kua yg meninggal disiksa TNI di Kampung Woner, Papua, dipaksa ttd surat pernyataan tdk akan meneruskan ke jalur hukum. Father of Izak Kua, who was tortured to death by military, was forced to sign an agreement not to pursue the case. pic.twitter.com/fLhD4avI3i

25/11/2017 07:55:30 WIB
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic

Dikutip dari https://tribun-arafura.com/2017/11/20/protes-penyelewengan-dana-desa-pemuda-kampung-woner-tewas-dianiaya-3-anggota-tni/

Sumber Tribun-Arafura.com di Kimaam menjelaskan, kejadian ini bermula dari protes warga Kampung Woner terhadap Kepala Kampung mereka yang diduga menyelewengkan Dana Kampung atau Dana Desa sejak 3 tahun terakhir.

Menurut sumber ini, beberapa pemuda yang kecewa, termasuk Ishak, membuat keributan setelah sebelumnya meneguk Minuman Keras jenis Sopi.

“Tapi tiba-tiba Anggota Yalet datang amankan Ishak ke Pos dan dorang aniaya dia pakai selang dan kabel. Tiga Anggota yang lakukan penganiayaan itu
Serda La Dili Wance, Prada Fredik Pattiasina dan Prada Abiatar Harri Katoar. Tiga Anggota ini kami kenal,” jelas sumber media ini.

  • Ishak yang sudah tidak berdaya karena dianiaya di Pos Yonif 755/Yalet selanjutnya diantar ke Polsek Kimaam dan dijebloskan ke sel tahanan dengan alasan mabuk dan membuat keonaran.*

Sumber media ini menjelaskan, Polisi di Polsek Kimaam sama sekali tidak mengetahui kalau Ishak sudah dianiaya sampai sekarat. “Polisi kaget kalau korban meninggal di sel tahanan,” ucapnya.

Veronica Koman @VeronicaKoman

Kronologi pembunuhan Ishak oleh tiga anggota TNI di Kampung Woren, Papua. Berawal dari korban protes penyelewengan dana desa. Chronology of Ishak’s death by the military in Papua. Triggered by the victim protesting the embezzlement of the village fund. pic.twitter.com/Ot85SFpHEo

25/11/2017 14:03:03 WIB
Expand pic
Expand pic
🤔🔫 @Eduardlazarus

@VeronicaKoman Kronologinya dapat dari mana ya? Saya mau menulis soal ini, perlu referensi kredibel yang bisa dikutip. Terima kasih.

26/11/2017 02:31:12 WIB
Phil Dunphy @BuruhPabrix

@VeronicaKoman @samsar4 Klo udh diproses.hukum, itu yg senyum2 di foto depan mama kena smua gak tuh

25/11/2017 22:51:57 WIB
Veronica Koman @VeronicaKoman

Sertu Andi Wahyudi Danramil Kimaam: Nelson Amirullah Komandan Batalyon Infanteri 755/Yalet: Agus Rediyanto twitter.com/dinnah_/status…

25/11/2017 08:22:27 WIB
Veronica Koman @VeronicaKoman

Maaf tadi salah, itu nama yg ttd "surat perjanjian". Nama-nama pelaku penyiksaan adalah: anggota Pos Pamrahwan Kimam Yonif 755/Yalet a.n Serda La Dili Wance NRP 21160197180797, Prada Fedrik Pattiasina NRP 31160319920795, Prada Abiatar Harri Katoar NRP 31160343920594. twitter.com/dinnah_/status…

25/11/2017 09:33:52 WIB
Timur Matahari @jayapuraupdate

@VeronicaKoman Lihat foto ini kok miris yah..bapak2 berseragam tersenyum puas.. yg keluarga korban macam tra tau apa yg sbenarnya terjadi.. pic.twitter.com/Rcd9IZ8LIX

25/11/2017 08:24:36 WIB
Expand pic
Timur Matahari @jayapuraupdate

@VeronicaKoman Yg jelas mama dia masih sangat berduka..!! Balutan lumpur si badan belum terhapus

25/11/2017 10:58:26 WIB

Berita di media lokal menyebut surat perdamaian "menutup" kasus bisa berlanjut sesuai hukum.

URL Tribun Arafura ‘Surat Pernyataan’ Versi TNI Menutup Proses Hukum Terhadap Pembunuh Pemuda Kampung Woner MERAUKE, Tribun-Arafura.com — Pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) Yonif 755/Yalet di Merauke diduga telah membuat ‘Surat Pernyataan’ secara sepihak dan disodorkan bersama uang … 409

Pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) Yonif 755/Yalet di Merauke diduga telah membuat ‘Surat Pernyataan’ secara sepihak dan disodorkan bersama uang santunan sebesar Rp. 50 Juta kepada keluarga Ishak, Pemuda Kampung Woner, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke yang meninggal karena dianiaya 3 Anggota Pos Pamrahwan Yonif 755/Yalet.

  • ‘Surat Pernyataan’ yang dibuat di Merauke dan diantar ke Kampung Woner itu di tanda-tangani oleh Pihak I dan Pihak II masing-masing Sertu Muh Andi Wahyudi mewakili TNI Yonif 755/Yalet dan Adrianus Cikara mewakili keluarga korban.*

Pertemuan dilakukan di Kampung Woner, Rabu (22/11) sekitar pukul 10.00 WIT. Dalam pertemuan itu Danpos Yonif 755/Yalet Sertu Muh Andi Wahyudi menyerahkan uang santunan sebesar Rp. 50 Juta kepada Adrianus Cikara yang merupakan ayah dari korban.

  • Selanjutnya dilakukan penandatanganan ‘Surat Pernyataan’ diatas meterai.*

Yang menjadi saksi untuk kedua belah pihak adalah Danramil Kimaam Kapten Nelson Amirullah dan Kepala Kampung Woner Bonefasius Buika.

Poin ‘Surat Pernyataan’ yang diduga sengaja diatur untuk menutup proses hukum terhadap para pelaku pembunuhan adalah poin ke-3 yang berbunyi : ‘Atas adanya dari kejadian tersebut Pihak I maupun Pihak II tidak akan mengungkit kembali tentang permasalahan tersebut di kemudian hari dan tidak akan melanjutkan ke proses hukum’.

Sedangkan poin ke-4 lebih mengarah ke teror psikologis terhadap keluarga korban agar tidak berpikir tentang proses hukum : ‘Pihak I dan Pihak II menganggap permasalahan ini selesai serta apabila di kemudian hari Pihak I dan Pihak II mengingkari Surat Pernyataan yang dibuat maka kedua belah pihak bersedia untuk dituntut sesuai hukum yang berlaku’.

Akkadia @akkadiass

@VeronicaKoman @rahung Ga kelihatan y di berita nasional, kebanyakan ngekor kyknya sm aparat

25/11/2017 14:44:21 WIB
Awqi Gibran @Awqi_Gibran

@VeronicaKoman @AgusMagelangan Tidak adakah yang menyampaikan ini ke pak presiden? Tidak adakah media nasional yang mengangkat berita ini? @BiLLYKOMPAS @arifz_tempo

26/11/2017 02:34:35 WIB
tochry_saja @TochryS

@VeronicaKoman berita nasional hanya jualan cerita hoax soal penyanderaan 1300 orang, berita begini tidqk penting, karena memang nyawa manusia papua tidak penting buat indonesia.

26/11/2017 05:10:37 WIB
Reza A. Ramadhan @rezaariestyawan

@VeronicaKoman Ini di kimaam ini merauke, pele masa cuma kaya begitu saja, arogansi aparat ini, info dong bilang yalet yg pukul sampe mati tapi karna apa jg tidak tau, pele harusnya dong lapor ke polisi militer ini

26/11/2017 08:34:21 WIB
Veronica Koman @VeronicaKoman

Bagaimana rasanya sedang acara pemakaman kemudian didatangi oleh kelompok aktor yang membunuh anakmu, kemudian dipaksa ttd surat pernyataan tidak akan melanjutkan kasus sambil dikasih 50 juta?

25/11/2017 08:26:09 WIB
☁️•dinnah•☁️ @dinnah_

@VeronicaKoman diselesaikan secara 'adat' ya, rupanya? konon jika anjing pelihara mati kita tabrak (roadkill), kita mesti bayar jutaan pada pemiliknya.

25/11/2017 08:36:07 WIB
Load Remaining (10)

Comment

No comments yet. Write yours!