0

Sejak kelas 1 SMA, Farrel Millenio siswa SMA 8 Yogyakarta melakukan penelitian berjudul "Data Compression Using EG and Neural Network Algorithm for Lossless Data" yang sukses dibawanya ke Google di Amerika Serikat.

URL KOMPAS.com 39708 Penelitiannya Ditolak 11 Kali di Indonesia, Siswa dari Yogya Ini Malah Diundang Google - Kompas.com Meski penelitiannya ditolak di ajang kompetisi teknologi di Indonesia, Farrel tidak menyerah. Dia pun mengajukan proposal yang sama ke Google.

Iseng meriset, ternyata data compression belum begitu berkembang sehingga muncul ide untuk menelitinya. Remaja kelahiran Yogya, 1 Januari 2000 mengajukan penelitiannya ke ajang lokal dan nasional, tapi kandas dengan 11 kali penolakan. Farrel terus memperbaiki hingga 8 versi sampai lolos seleksi lomba penelitian Google.

Pada 15-20 Februari 2017, Farrel berada di kantor Google Mountain View, California, Amerika berkat dengan dukungan beberapa sponsor. Dia menjadi satu-satunya peserta asal Indonesia yang mempresentasikan penelitiannya di hadapan seluruh peserta dari sejumlah negara yang lolos.

  • " Penelitian saya saat ini sudah digunakan, tetapi masih terus disempurnakan. Tetapi, secara pribadi ingin berbagi ilmu dan cerita untuk orang lain, ini yang paling penting, terus membuat komunitas pelajar di Yogya yang suka dengan penelitian dan komputer," tutur juara di ajang peneliti Blia Jakarta 2017 Center for Young Scientist ini.*
Jingga Di Ufuk Timur @black_swan6999
@kompascom ...maklum lha dek...bangsamu sibuk ngurusin pakaian dan kekurangan org lain...matanya pada rabun dek...semoga sukses di luar sana..
penumpang gelap @penumpang_gelap
@kompascom selamat ya dg hasil dari penelitiannya. selamat melihat dunia luar yang berkembang sedemikian pesat, semoga hasil penelitiannya bisa berkontribusi dalam mempercepat perkembangan.
Calimanzhenz @calimanzhenz
@kompascom Di negeri sndiri kurang jeli melihat potensi anak ini, Google lihat anak ini berpotensi kalau dilatih terus dan dikasih kesempatan bisa jadi the next Sergey Brin maybe.. Jgn lupa sama negaramu ya dek, walaupun sudah menyia2kan mu.
Galih K Limbaran @Galih_Limbaran
@kompascom seperti pa habibi, jerman dapet ilmunya indonesia antrian panjang film nya, di banggakan di eropa di permainkan di indonesia
Dzaky @arii_33
@kompascom Hahahahapunten bangsamu ini yang sungguh sangat hahahahanjay ini yak dek
ronny @yusakronny
@kompascom Jagoan kamu, salut. Maap yah, bangsa kita ini orang pinternya baru, yang namanya baru, masih gumun. Sukses buat kamu...
Subianto @fxsubianto
@kompascom Tidak dihargai di negeri sendiri, makanya banyak orang2 Indonesia pintar dan berprestasi tdk mau kerja di Indonesia dan memilih tinggal di luar negeri
dede abdul rahman @mynameisbdul
@kompascom Selamat Dan sukses bangga Indonesia punya Farrel
Azhar Matang @AzharMatang
@kompascom Kan bisa di lapor kan ke kementrian pendidikan kebudayaan.. koq susah amat..!! Mungkin mentri nya lg sibuk aja jalan2...
Robin Jabat @obinjabat
@kompascom "Motivasinya sekolah cepat, biar cepat membagikan ilmunya untuk dunia, semakin lama lulus, semakin lama pula membagikan ke dunia"
AR13F @ariefjavaz
@kompascom Nah lho...punya aset bagua malah disepelekan..
lanang.e jagat @giriwahyu44
@kompascom Maju terus farell. Preatasi bisa dimana aja. Kalau ditolak gak masalah tunjukan kedunia anak indonesia patut diperhitungkan. Cari rizet lagi farel gimana cara uang koruptor tdak bisa diambil. Dipersempit datanya.bravo farell
Rizal Firman A @rizalfirman22
@kompascom Indonesia sebenarnya memang gudangnya ilmuan hebat

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.