4
Rudi Valinka @kurawa
Indikasi "Balas Jasa" ke Orang2 dekatnya dimulai tambah 20 orang "Staf" dgn gaji lbh dari Rp.1 M/thn/orang .. keren 58% neh mamam.. pic.twitter.com/O7zAmSmzpG
Expand pic
Rudi Valinka @kurawa
Tahun 2018 Uang daging buat ribuan pelajar DKI diganti jadi uang gaji timses 20 orang .. Kejam memang skr tinggal di Jakarta pic.twitter.com/f7mnjhyb2W
Expand pic
trasher @hartoko77
@kurawa Tetiba jadi 26 milyard.... giilaaxxxx
Ismail Al Anshori @thedufresne
Rp26 Miliar itu bisa dipake utk bikin 17 RPTRA full set.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingin orang-orang yang bekerja di belakangnya digaji dengan APBD, bukan dana perusahaan swasta. Dia meminta wartawan untuk membandingkan pembiayaan tim gubernur yang dulu dengan sekarang.

"Sekarang Anda cek aja di berita-berita dulu, dulu dibiayai oleh siapa? Anda bandingkan saja. Lebih baik Anda bandingkan dan lihat dulu dibiayai dengan siapa, sekarang dengan siapa," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (21/11/2017).

Anies tidak menjelaskan apakah yang dia maksud adalah staf pribadi mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Anies hanya menegaskan penggunaan dana APBD untuk gaji timnya membuat mereka 100 persen kerja untuk Pemprov DKI Jakarta.

URL KOMPAS.com 8596 Gubernur Anies: Bandingkan Saja, Dulu Tim Gubernur Dibiayai Siapa... - Kompas.com Saat ditanya, Anies meminta awak media untuk membandingkan pembiayaan tim gubernur yang dulu dengan sekarang.
unilubis @unilubis
Dulu staf2 di Balaikota yang anak2 magang itu dapat honor atau enggak? Terus ada berapa ya? Ini #nanyaserius. Tx kalau ada yg mau jawab. DM jg boleh

JAKARTA, KOMPAS.com — Rian Ernest, salah seorang staf Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kala menjabat Gubernur DKI Jakarta, menyebut Anies Baswedan mispersepsi jika mengatakan dirinya dan staf lainnya digaji perusahaan swasta.

"Pak Anies ini mispersepsi kalau menyebutkan kami, staf gubernur terdahulu, dibayar atau digaji perusahaan swasta. Enggak ada itu," kata Rian yang merupakan staf Ahok di bidang hukum saat dihubungi Kompas.com, Selasa (21/11/2017).

Rian menyayangkan ucapan tersebut karena semestinya hal itu tidak keluar dari mulut seorang gubernur yang ketika kampanye mengedepankan dialog.

"Saya menyayangkan sikap Pak Anies yang langsung menuduh seperti itu, padahal ketika kampanye dia mengedepankan dialog, tetapi ini enggak ada dialog, enggak ada konfirmasi apa-apa, tiba-tiba bilang begitu," ujarnya.

"Kami (staf) ini digaji setiap bulan langsung ditransfer ke Bank DKI dari uang APBD yang masuk dalam biaya penunjang operasional gubernur yang jumlahnya gede itu. Saya sendiri waktu itu digaji Rp 20 juta per bulan," ujarnya.

Menurut Rian, ketika pertama kali resmi menjadi staf Ahok, dirinya langsung diminta membuat rekening Bank DKI agar segala macam proses transfer bisa lebih mudah karena langsung dari biaya penunjang operasional gubernur yang ada di dalam APBD.

URL KOMPAS.com 24937 Rian Ernest, Mantan Staf Ahok: Kami Digaji dari Uang Operasional Gubernur - Kompas.com 'Kami ini digaji tiap bulan langsung ditransfer ke Bank DKI dari uang APBD yang masuk dalam biaya penunjang operasional gubernur...'
Goesti A.Wijoyo @goestiwijoyo
@kompascom @rianernesto katanya @aniesbaswedan di berita terpisah dia bilang ga mau pake dana swasta untuk gaji staffnya- which is I asume dia mau bilang Ahok dulu gaji staffnya pake dana swasta. Siapa yg tukang bo'ong???

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan staf Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Rian Ernest menyayangkan sikap Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang menempatkan anggaran sendiri untuk membayar honor anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) di dalam RAPBD DKI 2018.

"Yang saya sayangkan adalah, mengapa Anies menggaji TGUPP tidak dari biaya operasional penunjang gubermur yang besar itu, melainkan membentuk anggaran tersendiri untuk itu," kata Rian, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (21/11/2017).

URL KOMPAS.com 9151 Rian Ernest: Mengapa Anies Tak Ambil Gaji TGUPP dari Biaya Operasional Gubernur? - Kompas.com 'Yang saya sayangkan adalah, mengapa Anies menggaji TGUPP tidak dari biaya operasional penunjang gubermur yang besar itu?'
❤NKRI🇮🇩, RADIKALIS GO! @revansian1
@kompascom Uang operasionalnya gubernur skg diperuntukkan untuk apa yah skg? 😆
Ismail Al Anshori @thedufresne
Staf Ahok dapat gaji dari dana operasional gubernur, sehingga tidak membebani pos belanja daerah. Besarannya sama dengan PNS level staf. Tentang dana operasional ini diatur dalam PP 109/2000.
Ismail Al Anshori @thedufresne
Ada 30an staf & 30 anak magang. Duit operasional gubernur ngga cukup. Makanya Ahok pernah pake duit pribadi untuk bayar gaji. pilkada.tempo.co/read/815160/ah…

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan mulai bulan depan ia tidak bisa terus menggaji anak magang yang selama ini bekerja bersamanya. Terhitung sejak 28 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017, Ahok harus menjalani masa cuti kampanye untuk maju dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017.

Selama ini, kata Ahok, anak magang yang direkrutnya memperoleh gaji dari uang operasionalnya. Saat memasuki masa cuti kampanye, secara otomatis semua fasilitas pejabat yang ia terima selama ini harus diputus. Dengan demikian, dia tidak bisa menggaji anak magang selama masa cuti kampanye.

"Anak magang, beberapa ada yang keluar. Anak magang yang baru sudah siap, saya bilang mungkin cuma dikasih makanlah. Enggak ada honor," ucapnya di Balai Kota, Rabu, 26 Oktober 2016.

Anak magang yang selama ini bekerja dengan Ahok, setidaknya memiliki dua pilihan. Mereka bisa berhenti magang dan memilih bekerja di tempat lain atau tetap bekerja tapi harus bersedia dipindahkan ke satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang terkait. Jika mereka bersedia dipindah, anak magang itu harus bersedia bekerja tanpa digaji.

URL Tempo 18 Ahok Cuti Kampanye, Magang Balai Kota Tidak Terima Gaji Lagi Untuk menggaji anak magang di Balai Kota DKI Jakarta, Ahok merogoh kocek hingga Rp 800 juta.
Ismail Al Anshori @thedufresne
Cara cepat menyerap anggaran adalah dengan mengalokasikan sebagai pos narasumber. Nilainya gede, prosesnya ga ribet, & ukuran outputnya fleksibel. Lezatos.
Cheqho @Volscap
@thedufresne Ada juga di dinas2, seperti ini. pic.twitter.com/cQOyylCups
Expand pic
Expand pic
4. IMA MAHDIAH @imadya
Selama di Balaikota, staf gubernur digaji dari uang operasional @basuki_btp sebagai gubernur. Beda dengan sekarang yang langsung dari satu pos (TGUPP) dan menambah beban APBD. Sbnrnya anies juga bisa gaji para stafnya dengan uang operasionalnya kalo mau berbagi seperti Ahok.
4. IMA MAHDIAH @imadya
Uang operasional memang sudah menjadi hak gubernur dan boleh langsung diambil semua, tapi @basuki_btp beda, setelah beres gaji para staf, bantu warga yg nebus ijazah, sakit, melayat, kondangan dll jika ada kelebihan maka uang operasional dikembalikan. Malah 6 walikota juga dibagi
IG: suaraanies @SuaraAnies
@AnwarHadi @imadya @digembok @basuki_btp Terakhir kami cek dana operasional itu ngambilnya ya dari APBD juga. :)
Load Remaining (56)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.