5

Ada yang tau Tanah Abang? Iya. Tanamur Alias Tanah Abang Timur

haye targaryen @_haye_
Realokasi Lapak Jakarta itu sudah dari dulu. Jaman gw kecil dulu sibuknya sama Tanamur. Enak, bisa jalan kaki ke Istana.
haye targaryen @_haye_
@BiLLYKOMPAS Lha ya gw masih kecil. Dari belum sunat kayanya dah sering main Tanamur. Jadi ya tau. Ceritanya sama, cuma ganti nama.
macan negara @macannegara
@BiLLYKOMPAS tanah abang timur salah satu juaranya 90 an 😂
Nuuii @nuuii
#BaruTahu TANAMUR, tempat 94ul 90an itu singkatan TANah Abang tiMUR :))) #jadul

Tanamur, The First Tempat dugem yang cair di ibu kota

KRS @baterey
jurnalindonesia.id/mengenal-tanam… tiap baca2 artikel ttg jkt tempo dulu gini jd suka penasaran kyk apa sih dulu *lelah dengan jkt sekarang* pic.twitter.com/cJNGlo7Z3D
Expand pic
Mario @suzukim14
Diskotek pertama diJakarta, Tanamur buatan suami @ratnaspaet yaaa.. keturunan Arab bikin diskotik jg?? #salut #hebat #Tanamur pic.twitter.com/DsENhvaV9V
Expand pic
URL Jurnal Indonesia 15383 Mengenal Tanamur, Diskotek Pertama di Jakarta Milik Pengusaha Arab Suami Ratna Sarumpaet Tanamur adalah diskotek pertama di Jakarta. Berdiri pada 12 November

Didirikan 12 November 1970 oleh Ahmad Fahmy Alhady

"Tentu saja, sebelum surat izinnya diteken Gubernur Haji Ali Sadikin, lokasinya ditilik-tilik dulu sesuai apa tidak dengan prinsip, jauh dari sekolah, tempat ibadah dan rumah kediaman,” tulis Tempo, 14 Februari 1976.

Beberapa night club yang cukup terkenal di Jakarta ketika itu, antara lain, La Cossa Cossyndo. Adapula Miraca Night Club di Sarinah, Thamrin, yang dikelola Usmar Ismail "Raja Night Club", sineas terkemuka Indonesia.

“Sudah terlalu banjak night club di Djakarta. Tapi semuanja terlalu formil. Tidak ada suasana bersantai. Perlu didirikan sesuatu jang lain jang dapat memberikan suasana merdeka, sehingga orang dapat beristirahat,” katanya, tulis majalah Tempo, 20 Maret 1971. Dia menyebutnya discotek, yang berkonsep eropa.

Bermodal 20 juta, Fahmy membuat Tanamur, diskotek pertama di Indonesia dan Asia yang berkaliber internasional. Meski sempat ditentang keluarganya. Fahmi tertarik di bisnis ini karena semasa kuliah di Jerman (dan DO), sering ke diskotek.

Tiket Tanamur menurut Majalah Tempo 27 Maret 1971 , cover charge 600 rupiah. Lalu naik lagi. Hari biasa Rp1.000 dan Rp1.250 pada malam Sabtu dan malam Minggu. Harga yg mahal, sehingga tamunya orang kaya dan ekspatriat. Beda dengan nigh club di mana pengunjung duduk manis menonton penari berdansa, Tanamur mengajak tamunya juga bergoyang.

 Inne . @mizzmizzy2
Ebony basiannya ke tanamur haha jadul bgt sih ! RT @duaanam: Ke Ebony? Lipstic? M club? Atau ke Tanamur ya..

Curhat pengunjung Tanamur baheula

Heri Latief @herilatief
Wow! Gua prnah jadul kesono, anak Santana yg jaganya :) RT @luviku: Dulu di Tanamur pak. Disco 80's doang:)) RT ... m.tmi.me/xuODH
Indri Hafsari @ayhie
@ObedhAnas ham utk kebebasan menjual diri? Spt para pedagang #tanamur
Escobar Meong @ciluckbaa
Request foto Zanzibar, Earth Quake, Tanamur dll dunk kak 😃 twitter.com/TrinityTravele…

Tanamur yang innocent

Paramita Mohamad @sillysampi
Ada masanya saya senang datang ke #Tanamur. Bersyukur tempat ini punya andil saat saya mulai dewasa. jurnalindonesia.id/mengenal-tanam…
Paramita Mohamad @sillysampi
Generasi orang tua saya dan generasi saya pasti mengalami, di #Tanamur kita bisa jadi diri sendiri dan kita tidak sendirian.
Paramita Mohamad @sillysampi
Saya ingat saat #Tanamur terasa begitu "innocent" dibandingkan Poster, B-1, M-Club, dan lalu Stadium.
Paramita Mohamad @sillysampi
I always want to make a movie about the coming of age (and coming out) of different generations of Jakartans, with #Tanamur as the setting.

Daleman Tanamur

Young de Brock @YoungdeBrock
Di podjok berdiri sebuah kerangkeng besi untuk a gogo girl. "Inilah Tanamur, sederhana dan bebas" #Tanamur
Load Remaining (24)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.