0

14 Mei 1962 lapangan Istana Merdeka dibuka untuk umum dalam rangka pelaksanaan ibadah Salat Idul Adha. Soekarno hadir bersama umat muslim yang memenuhi istana dan ikut salat bersama mereka.

Salat pun dimulai, namun saat rukuk, tiba-tiba teriakan takbir seorang pria terdengar, disusul suara tembakan.
Pria tak dikenal itu keluar dari barisan pertama dan mengarahkan pistolnya ke Soekarno. Peluru pertama meleset, mengenai Ketua DPR kala itu, Zainul Arifin.
Peluru kedua ditembakkan dan tetap meleset.

Empat jamaah lainnya juga turut terluka, yakni Ketua Nahdlatul Ulama pada saat itu, KH Idham Chalid, Pengawal Presiden Ipda Darjat, Pengawal Presiden Brigadir Susilo dan pegawai istana Momahad Noer.

URL https://news.okezone.com/ Ketika Soekarno Nyaris Mati Kala Salat Idul Adha : Okezone News Pada rakaat kedua Salat Id simpatisan DITII mencoba melenyapkan Soekarno yang akhirnya gagal lantaran mengaku melihat Soekarno jadi dua - Nasional - Okezone News
suaradotcom @suaradotcom
Lakukan sholat subuh, Presiden Soekarno berhasil terhindar dari percobaan pembunuhan #TodayInHistory pic.twitter.com/IiHOMIwjyI
Expand pic
Yasinan @YasinTahlil
Shalat Idul Adha 14 Mei 1962 di hlm Istana.Saat itu ada upaya menembak Bung Karno tp peluru nyasar kena bahu ketua Parlemen KH Zainul Arifin pic.twitter.com/Zo6Flunnc2
Expand pic
Tubagus Nuruzaman 🇲🇨 @tbnuruzaman
Hari/tgl ini, 52 thn yg lalu, Bung Karno slmt dr penembakan saat hendak salat Idul Adha. Tmbakan mleset & mnyrempt, Zainul Arifin, tkoh NU..

Pelaku adalah seorang kiai yang memimpin pemberontak DI/TII, Moh Bachrum. Namun ada juga cerita yang mengatakan pelaku bukan Bachrum, namun orang suruhannya.

Setelah diinvestigasi, pelaku mengaku melihat dua bayangan Soekarno sehingga tembakannya meleset.
Akibatnya pelaku dijatuhi hukuman mati. Namun ketika diajukan, Soekarno menolak menandatangani surat hukuman itu.

“Aku tidak sampai hati memerintahkan dia dieksekusi,” kata Soekarno.

URL Tribun Bali 518 MISTIS, Saat Penembakan Presiden Soekarno, Penembak Lihat Dua Bayangan! - Tribun Bali Sejarah mencatat, pada 14 Mei 1962 lapangan Istana Merdeka dibuka untuk umum dalam rangka pelaksanaan ibadah Salat Idul Adha
URL Tribun Video 2752 14 Mei: Penembakan Presiden Soekarno saat Salat Idul Adha, Pelaku Melihat Dua Bayangan - Tribun Video TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA -- Sejarah mencatat, pada 14 Mei 1962 lapangan Istana Merdeka dibuka untuk umum dalam rangka…
Iman Brotoseno @imanbr
Percobaan pembunuhan ke Bung Karno pas shalat ied di Mesjid Istana. Pelaku, Moh Bachrum gagal, katanya mau menembak ia melihat 2 Bung Karno twitter.com/rajawali_hitam…
Iman Brotoseno @imanbr
Peluru nyasar ke ketua DPR. Tapi selamat. BK menolak hukuman mati buat Bachrum, cuma dipenjara. Setelah insiden itu Cakrabirawa dibentuk twitter.com/imanbr/status/…
ANJANI FATMAWATI.N @Anjani_FNR
menyerempet Ketua DPR GR KH Zainul Arifin. Haji Bachrum divonis hukuman mati, namun kemudian dia mendapatkan grasi.
Senandung @notbuzzer
Terungkap, Ternyata pelaku melihat Mahkluk Aneh Ini Saat Gagal Percobaan Pembunuhan Bung Karno Saat Sholat dlvr.it/P84LYx pic.twitter.com/nN2bwsjdbL
Expand pic
ANJANI FATMAWATI.N @Anjani_FNR
Namun Bung Karno menampik jika lolosnya Ia dalam berbagai percobaan pembunuhan bukanlah karena bantuan dari alam lain.
blank @freebhumi
yang nembak siapa tu bung? siapa tau dia yg lgsg menceritakn "@_Ir_Soekarno: @ImmGh Kesaksian Tentang Bung Karno 1945-1967, by H. Mangil M."
President Soekarno @_Bung_Karno_
@ImmGh H.Moh.Bachrum begitu 'klik' jarinya kelu, terlihat Bung Karno ada dua, arah jadi melenceng, nyerempet Ketua DPR GR KH Zainul Arifin.
Nara Drestarata ™ @drestaratanara
RT @JKTKita: Untung lg, tembakannya meleset ga kena Bung Karno, malah menyerempet bahu Ketua DPR Zainul Arifin dari NU yang mengimami shalat

KH Zainul Arifin waktu itu belum genap dua tahun menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong yang dibentuk Presiden Soekarno.

Pada Shalat Idul Adha waktu itu, Ketua PBNU KH Idham Chalid bertindak sebagai imam, sementara khotibnya Wakil Menteri Pertama Bidang Pertahanan dan Keamanan/KSAD Abdul Harris Nasution.

Ketika mendirikan Shalat Id yang dimulai sekitar pukul 7.50 WIB tersebut, Soekarno berada di barisan terdepan jamaah. Di sebelah kirinya ada Abdul Harris Nasution. Di Samping Nasution ada KH Zainul Arifin. Di Samping Kiai Zainul ada KH Saifuddin Zuhri. Shalat Id berlangsung aman hingga memasuki rakaat kedua.

KH Zainul Arifin dalam upayanya merebahkan diri di atas sajadah, malah jatuh tersungkur. Bahu kirinya terasa basah. Ketika dia mencoba meraba bagian tubuhnya yang terasa hangat, didapatinya buhul dasinya sampai terputus. Darah segar merembesi kemeja putih hingga ke jas luarnya. Sedikit lagi peluru bisa mengenai jantungnya.

"Saya kena...," desah tokoh NU tersebut pasrah, di antara kekacauan di sekelilingnya.

"La haula wa la quwwata illa billahil aliyyil adzim," begitu ucap kiai bermarga Pohan asal Barus tersebut. Matanya mulai berkunang-kunang. Ia terus berdzikir, bertasbih. Menyeru-nyeru tuhannya Yang Maha Kuat...

Sejak itu, KH Zainul Arifin, berkali-kali keluar masuk rumah sakit. Sepuluh bulan kemudian, tepatnya 2 Maret 1963, akhirnya meninggal dunia setelah mengalami koma selama beberapa hari sebelumnya karena berbagai komplikasi.

URL Wikipedia 39 Zainul Arifin Zainul Arifin atau lengkapnya Kiai Haji Zainul Arifin Pohan (lahir di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 2 September 1909 – meninggal di Jakarta, 2 Maret 1963 pada umur 53 tahun) adalah seorang wakil perdana menteri Indonesia, ketua DPR-GR, dan polit
Hendri F. Isnaeni @hendrifisnaeni
K.H. Zainul Arifin (Nahdlatul Ulama), Wakil Ketua I DPR RI hasil Pemilu 1955. pic.twitter.com/0GEsRNsklh
Expand pic
Iman Brotoseno @imanbr
KH Zainul Arifin dari NU. Ketua DPR sekaligus sahabatnya Bung Karno. Ada yg bilang, kalau dia tdk meninggal, G 30 S tdk terjadi | @savicali

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.