0
Didi Irawadi Syamsuddin, SH, LL.M @didi_irawadi
Bung Hatta tokoh jujur & sederhana yg belum ada gantinya. Indonesia perlu 1000 Bung Hatta, pasti sejahtera rakyatnya🙏 pic.twitter.com/76ScYsYiAu
Expand pic
HerMp6Sv @KrudiKheru
@didi_irawadi Kesederhanaan menjadi terlalu mewah Dan mulai langka
Dem Pulek @DemGelek
@didi_irawadi Kami rindu dg Tokoh spt Bung Hatta. Kami menitikan air mata. Seorang Wakil Preside tdk mampu hanya ingin beli sepatu BALLY. Kami terharu.
Aryanto Marsuq @anto_djaf66
@didi_irawadi Gak bakalan ada lagi dinegri ini, sebab tukang nyinyir lagi sedang tumbuh subur disini...
Semangat Pagi @dewirahman2002
@didi_irawadi Harapan saya semoga lahir pemimpin seperti beliau bung Hatta yang sederhana mencintai rakyatnya,yang jujur dan yang baik
URL Bangka Pos 12 Kisah Bung Hatta Tak Mampu Beli Sepatu Bally - Bangka Pos Bung Hatta sangat ingin membeli sepatu Bally, tapi apa daya uang di kantungnya belum mencukupi.
URL detiknews Bung Hatta & Sepatu Bally yang Tak Pernah Terbeli Dandanan mentereng, rumah, dan mobil mewah agaknya sudah menjadi gaya hidup para pejabat saat ini. Masyarakat pun kembali merindukan figur-figur pemimpin yang sederhana dan pantas untuk dijadikan teladan.

Hidup prihatin lekat dengan Bung Hatta, bapak proklamator Indonesia. Saking mepetnya keuangan Bung Hatta, sepatu Bally yang diidam-idamkannya tak pernah terbeli hingga akhir hayatnya. Sebatas guntingan iklan sepatu Bally yang disimpannya rapi hingga wafat (1980).

Saat baru menikah dengan Ny Rahmi 3 bulan setelah proklamasi, mas kawinnya hanya buku "Alam Pikiran Yunani" karya sendiri yang ditulis di Banda Neira (1930-an.)

Setelah mengundurkan diri sebagi wapres pun (1956), keuangannya kritis dengan uang pensiun sangat kecil. Dalam buku"Pribadi Manusia Hatta, Seri 1" Ny Rahmi menceritakan, Bung Hatta pernah marah ketika anaknya usul agar keluarga menaruh bokor (pinggan besar) sebagai tempat uang sumbangan tamu yang berkunjung.

Bung Hatta suatu ketika terkejut karena rekening listrik yang tinggi sekali. Bung Hatta mengirim surat kepada Gubernur DKI Ali Sadikin agar memotong uang pensiunnya untuk bayar rekening listrik. Yang kemudian seluruh biaya listrik dan PAM keluarga Bung Hatta ditanggung Pemprov DKI.

Sama dengan suaminya, Ny Rahmi Rachim pernah mengidamkan mesin jahit yang harus kandas karena tabungannya tak cukup pasca kebijakan pemotongan nilai mata ORI (Oeang Republik Indonesia) dari 100 menjadi 1 (redenominasi).

"Sunggguhpun saya bisa percaya kepadamu, tetapi rahasia ini tidak patut dibocorkan kepada siapa pun. Biarlah kita rugi sedikit, demi kepentingan seluruh negara. Kita coba menabung lagi, ya?" jawab Bung Hatta.

Iman Brotoseno @imanbr
Kasihan Bung Hatta ya. Sampai mimpi mimpi pengen punya sepatu Bally. Cuma guntingan koran iklan sepatu itu yang disimpan bertahun tahun
Mohd Derial @mderial
@imanbr diakhir hayatnya sempet gak sanggup bayar iuran listrik juga om
Surjo Sulaksono @SurjoTrainer
@imanbr @mrsForensik Ada yg mendirikan NKRI dan dgn rela mengabdi, eh ada pula yang tega-teganya mau menghancurkan negri dengan korupsi.
Bonnie Triyana @BonnieTriyana
Bung Hatta simpan guntingan iklan sepatu Bally karena memang gak kebeli. Bung Karno pinjem duit ajudan karena emang gak pnya duit.
Abu Bakar @Bakar55778917
BUNG HATTA, WAPRES YG TAK MAMPU BELI SEPATU "BALLY" Sederhana Tak korup Visioner Bpk koperasi Tegas Berprinsip DOA UTK 115 TH BUNG HATTA pic.twitter.com/IcGWwgGyPk
Expand pic
Bung Hatta AC Award @BungHattaAward
Tidak ada harta duniawi yang sangat berharga dibandingkan dengan sebuah kejujuran. #BungHatta Karena jujur langkah awal berantas korupsi! pic.twitter.com/HjNh1i62Ha
Expand pic
URL liputan6.com 1386 Bung Hatta, Teladan Sikap Jujur dan Bersahaja Pada awal 1970-an, ia kesulitan membayar iuran air minum dan Ireda. Hal ini kemudian diketahui Gubernur DKI Jakarta saat itu Ali Sadikin.

Pada 14 Maret 1980 (usia 78) Hatta menghembuskan nafas terakhir. Ribuan warga mengantarkan Hatta ke peristirahatan terakhir di Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Sepanjang hayatnya, Hatta tipikal pemimpin penuh integritas dan bersahaja. Ada sejumlah kisah tentang hidup Hatta yang jauh dari berlimpahnya harta.

Cerita lain adalah soal sikapnya yang tak suka menggunakan fasilitas negara untuk pribadi. Pada 1950, ibunda Hatta ingin bertemu anaknya. Kemenakan tiri Hatta, Hasjim Ning, diminta menjemput Mak Tuo, panggilan Sang Ibunda, ke Sumedang, Jawa Barat. Hasjim mengusulkan kenapa tak memakai mobil dan supir Hatta saja. Pasti Mak Tuo bangga dijemput dengan mobil Perdana Menteri.

  • "Tidak bisa. Pakai saja mobil Hasjim. Mobil itu bukan kepunyaanku, kepunyaan negara," kata Hatta seperti dikutip dalam otobiografi Hasjim, Pasang Surut Pengusaha Pejuang. *
  • Menurut Sekretarisnya, I. Wangsa Widjaja, kesederhanaan Hatta juga terlihat saat ia pergi ke luar negeri. "Ia pergi membawa satu koper dan pulang dengan satu koper pula," tulis Wangsa di Mengenang Bung Hatta. Liburan satu-satunya Bung Hatta adalah mengunjungi toko buku berjam-jam sembari membaca. *

MANINI @Nini_Anteh
bayangken, sampe ujung usianya, Bung Hatta tak pernah kesampaian membeli sepasang sepatu merk Bally, Ya Alloh.... pic.twitter.com/T4AO9OvIjp
Expand pic

Setali tiga uang dengan bapak proklamator lain, Soekarno yang hibup miskin sampai pengasingan.

Load Remaining (3)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.