0

Ini bagian yg mendukung/mengiyakan, selanjutnya bagian yg bukan

BiLL RaY @BiLLRaY_san
#2 Dusta diujung nyawa Pahlawan Revolusi adegan pnyiksaan di film G30SPKI thd phlawan revolusi bertentangan dg OTOPSI yg diprintah Soeharto pic.twitter.com/wJgPH2ZuAC
Expand pic
Expand pic
Expand pic
URL Mysterious Thing • Conspiracy • Controversy • UFO & Alien • Archeology • Science • Universe • • • • • • • • • • • • 6088 [FOTO] Terkuak: Misteri Luka Jenazah 7 Pahlawan Revolusi! Misteri dan Kontroversi Luka-Luka Pada Jenazah 7 Pahlawan Revolusi “…only in four months, five times as many people died in Indonesia as in Vietnam, in only twelve years…” (…

Kutipan artikel "Kisah dr. Arif yang Ikut Mengotopsi Mayat Tujuh Pahlawan Revolusi 1965", oleh T. Santosa:

Sedangkan beberapa tahun lalu, Benedict Anderson telah menggunakan hasil visum et repertum ini sebagai rujukan dalam artikelnya di jurnal Indonesia Vol. 43, (Apr., 1987), pp. 109-134, How Did the Generals Die?

Saya mendapatkan copy visum et repertum itu dari Dandhy DL, jurnalis RCTI. Tahun lalu, dia juga menurunkan liputan mengenai dr. Arif dan visum et repertum ketujuh pahlawan revolusi korban, meminjam istilah Bung Karno, intrik internal Angkatan Darat dan petualangan petinggi PKI yang keblinger, serta konspirasi nekolim.

Ketujuh pahlawan revolusi itu jelas mati dibunuh. Namun dari hasil otopsi yang mereka lakukan sama sekali tidak ditemukan tanda-tanda pencungkilan bola mata, atau apalagi, pemotongan alat kelamin seperti yang digosipkan oleh media massa yang dikuasai Angkatan Darat ketika itu.

Gosip mengenai pemotongan alat kelamin, bahkan ada gosip yang menyebutkan ada anggota Gerwani yang setelah memotong alat kelamin salah seorang korban, lantas memakannya– telah membangkitkan amarah di akar rumput.

  • Gosip-gosip ini, menurut Ben Anderson dalam artikelnya yang lain (saya sedang lupa judulnya) sengaja disebarkan oleh pihak militer.*

Interpretasi sejarah dari Cornell Paper oleh Pemerintah Orba dibuat 'tandingannya' oleh sejarahwan UI Nugroho Notosusanto berjudul "Tragedi Nasional Percobaan Kup G30S/PKI di Indonesia" (1968).

URL merdeka.com 26 Mengingat Cornell Paper, alasan Orde Baru membenci Ben Anderson | merdeka.com Let's be smart. Indonesianis yang baru saja wafat di Jatim itu menyimpulkan dugaan keterlibatan Suharto dalam G30S 1965

Pakar Kajian Indonesia, Benedict Richard O'Gorman Anderson dan dan Ruth McVey, sesama pengajar di Universitas Cornell, Ithaca, AS, yang mengkaji kudeta 30 September 1965. Yang biasa disebut 'Cornell Paper' yang berjudul asli 'Analisis Awal Kudeta 1 Oktober 1965 di Indonesia'.

Cornell Paper juga menemukan bukti visum et repertum resmi dari dokter RSPAD bahwa enam jenderal dan satu perwira TNI Angkatan Darat ditembak mati, bukan disiksa di sekitar kawasan Lubang Buaya, Jakarta, seperti propaganda pemerintah.

  • ...
    Penelitian ini berdasarkan arsip berita, siaran radio, dokumen mahkamah militer, hingga wawancara beberapa sumber yang dinilai kredibel. Teori di dalam Cornell Paper disepakati oleh sejarawan seperti W.F Wertheim, Coen Hotzappel, atau M.R Siregar.

Publikasi Cornell Paper awalnya dirahasiakan, tetapi bocor pada 5 Maret 1966 dengan munculnya artikel ringkasannya di Koran The Washington Post oleh jurnalis Joseph Kraft. Ben Anderson berusaha meminta tambahan data kepada pemerintah Indonesia, namun ditolak mentah-mentah. Alhasil, ketika terbit lagi pada 1971, kesimpulan maupun data yang disajikan dalam paper ini tidak berubah.

  • "Kami berpendapat bahwa penerbitan dari interpretasi kejadian ini penting walaupun pada saat penerbitannya masih belum lengkap. Ini penting karena teori kami atas siapa yang bertanggung jawab atas kudeta ini belum pernah disingkapkan sebelumnya," tulis Ben Anderson dalam penerbitan buku Cornell Paper.

Beberapa interpretasi sejarah dari akademisi yang menelaah visum jenderal dan ajudan jenderal, memberikan bukti yang berbeda dari versi Orde Baru...

Rahmat Taqi Namaku @SelowSantai
Soal kondom di saku Pierre Tendean, disampaikan Prof. dr. Lim Joey Thay alias dr. Arif Budianto yang mengotopsi pic.twitter.com/ZLhzmPaSiz
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Rahmat Taqi Namaku @SelowSantai
Buku "Mengorek Abu Sejarah Hitam Indonesia" Yoseph T. Taher (Ultimus, 2010) juga ngomong kondom di saku korban nonjenderal, Pierre Tendean? pic.twitter.com/W7r7jMspxW
Expand pic

Tak hanya soal kondom, secara umum visum dari otopsi tak menyebutkan ada siksaan sadis seperti penyiletan, pencungkilan mata, sundut rokok, dan pemotongan kemaluan.

joncy Jonacta @JoncyJonacta
prajurit yg lakukan pengangkatan jenasah jend A.Yani. Yg dilingkaran merah @JJDipodiputro @pramonoanung @jokowi pic.twitter.com/YqeDYjJ10u
Expand pic
joncy Jonacta @JoncyJonacta
Salah satu prajurit yg ikut mengangkat jenasah A. Yani di lubang buaya, bpk Noeralie @pramonoanung @JJDipodiputro pic.twitter.com/XWGRtp1cXx
Expand pic
Judith J. Dipodiputro @JJDipodiputro
Thx4info. Pak Noeralie siapakah itu Pak @JoncyJonacta? Kita memang sering lupa mengenang mrk yg berjasa namun tak "terlihat" @pramonoanung

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.