0

Kalangan sastrawan/penulis diributkan dengan pengiriman buku Denny JA "Membawa Puisi ke Tengah Gelanggang Jejak Karya Denny JA" yang ditulis Narudin ke alamat mereka tanpa alasan yang jelas.

Ikut dikirim tapi belum baca...

Penulis lain pun dapat buku Denny JA, dengan reaksi mengejutkan ketika membacanya...

Pus2Kanopus @Pus2Kanopus
Ribut buku Denny JA dan para penulis pic.twitter.com/zetcmkOeut
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Pus2Kanopus @Pus2Kanopus
kata penulisnya, Narudin. Ehm, nyimak aja pic.twitter.com/tdDhk2EV53
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Mister Papirus @MisterPapirus
Ada apa dengan buku ini? pic.twitter.com/cC85ggOTc7
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Matdon @KyaiMatdon
- apakah saya akan mendapat buku Denny JA?. + memang kamu penyair?
Apa isi bukunya?
Pus2Kanopus @Pus2Kanopus
Isi buku "Membawa Puisi ke Tengah Gelanggang Jejak Karya Denny JA" menurut Kang Hermawan pic.twitter.com/yak8Zufjiw
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic

Beberapa tahun lalu, Denny JA pernah mengeluarkan buku yang mendapat sambutan kurang positif dari sejumlah kalangan penulis

Belum ada klarifikasi khusus dari Denny JA. Hanya saja, seperti diketahui, 2014 lalu, nama Denny JA juga mendapat sorotan karena buku "33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh". Namanya dianggap bukan sastrawan dan masuk ke dalam 33 orang tersebut dengan cara tidak patut (mengintervensi) penulisnya. Beberapa nama sastrawan besar berbagai angkatan masuk di buku tersebut, seperti seperti WS Rendra, Sapardi Djoko Damono, Sutardji Calzoum Bachri, Chairil Anwar, Goenawan Mohammad, Sutan Takdir Alisjahbana, HB Jassin, dan Taufik Ismail.

Load Remaining (10)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.