0

Isu pembelian 5000 senjata ilegal oleh institusi yang mencatut nama presiden pertama kali dihembuskan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Isu terus berkembang dengan penjelasan berbeda beberapa pihak

Radio Elshinta @RadioElshinta
Panglima TNI menyebutkan ada institusi tertentu yang mencatut nama Presiden untuk mendatangkan 5 ribu senjata secara ilegal. (ros) pic.twitter.com/8UaacRHF8O
Expand pic
RosoJati @MuhSujarw4
@Takviri Apa sebenarnya maunya Panglima. Kalo memang A1 mohon buka saja. Kalo tidak orang malah saling menduga dan curiga. Bisa ruwet jadinya.
Dungeon Defense | #ReformasiDikorupsi @achmad_taher
@Takviri Seorang panglima TNI informasi hal2 seperti ini pasti sudah disampaikan ke Presiden sebelum viral ke publik.
Story Beredar Rekaman Suara Panglima TNI Perihal Intuisi Yg Mau Catut Nama Presiden Untuk Beli.. Jenderal Gatot Nurmantyo : Ada Institusi Catut Nama Presiden untuk Datangkan 5000 Senjata Ilegal 2421 pv 10

1. Panglima TNI: Benar, itu rekaman suara saya

detikcom @detikcom
Kata Panglima Soal Penjelasan Wiranto Tentang Pembelian Senjata BIN detik.id/6LpbM5 pic.twitter.com/jwyrFKnm7U
Expand pic

Panglima TNI Gatot Nurmantyo menanggapi bahwa rekaman penyebutan pembelian lima ribu senjata ilegal memang suara dia. Namun, Gatot tidak mau menanggapi lebih jauh, karena tidak menganggapnya pers release.

"Saya tidak pernah pers release. Hanya saya menyampaikan ke punarwirawan berikut itu keluar. Sehingga saya tidak menanggapi hal itu. Benar itu omongan saya, itu kata-kata saya itu benar. Tapi saya tidak pernah pers release maka tidak perlu menanggapi itu," kata Jenderal Gatot Nurmantyo kepada wartawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (24/9/2017).

Terkait Menkopolhukam Wiranto memberi konfirmasi pembelian 500 pucuk senjata merupakan pengadaan Badan Intelijen Nasional (BIN). Menurut Gatot, dia tidak pernah berkata ada keterlibatan BIN.

"Tanyakan ke Pak Wiranto," imbuhnya.

2. Menkopolhunkam Wiranto: 500 senjata untuk BIN

URL www.viva.co.id 10 Wiranto: Bukan 5.000, Tapi 500 Senjata Pesanan BIN - VIVA.co.id Lima ratus senjata tersebut buatan Pindad.

Wiranto menyebut pembelian senjata memang benar adanya,dilakukan oleh PT Pindad. Sekitar 500 pucuk senjata untuk sekolah intelijen oleh Badan Intelijen Negara. Selain itu, tak menggunakan anggaran negara, sehingga bukan institusi lain yang di luar pengawasan Pemerintah.

"500 pucuk senjata buatan Pindad yang diperuntukkan bagi sekolah intelijen BIN. Dan senjata yang dibeli bukan standar TNI, tapi buatan Pindad dan bukan buatan luar negeri," tuturnya.

Mahujud Shosita Hady @OedjoedS
@BurhanMuhtadi Polri bilang utk Polantas, Pak Buwas bilang utk BNN, P. Wiranto bilang buat BIN..yg benar mana dan ini indikasi apa.? Mmg dibagi 3.?
Imad Hasan Aqil @Imad_kun
Gausah diambil pusing pernyataan dari Wiranto atau Tito itu. Yakin aja sama omongannya Panglima TNI. #GituAjaKokRepot
Irvan @dzakiromeo
@VIVAcoid Maaf pak wiranto, rakyat lebih percaya jendral Gatot Panglima TNI,sebaiknya bpk jujur,,sudah tua gak perlu ikutan masuk neraka
Nanang Atmojo @nanang_atmojo
@IndriWardini news.detik.com/berita/d-36561… Wiranto: BIN Beli Senjata untuk Pendidikan Intel, Bukan Penyelundupan

3. Kapolri Tito Karnavian: 5000pistol untuk polantas hadapi serangan teror

URL detiknews 2651 Polri Juga Pesan 5.000 Senjata ke Pindad, untuk Proteksi dari Teror Isu mengenai pembelian senjata sedang ramai dibahas. Selain BIN yang membeli 500 senjata, Polri juga memesan 5.000 pistol ke Pindad.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada akhir Juli lalu menyebutkan akan membeli 5 ribu unit senjata api jenis pistol bikinan PT Pindad. Digunakan untuk polantas yang kerap menjadi sasaran serangan teroris. Sebenarnya Polri ingin membeli 10 ribu lebih unit pistol, tetapi menurutnya PT Pindad baru menyediakan separuhnya.

bima @Bima22511656
@detikcom Mangkanya jgn trllu masuk ke politik.jdi bgtu tuh..udh kentara bgt nih mau berpolitik..sbr komandan..semua ada waktunya
Ari bejo @nolan_ari
@detikcom Gn lg bermanuver biar dicopot trus pk akting dgn peran aktor pria berbakat yg terzolimi di pilpres 2019 klo tdk buat apa gaduh mending kerja
Joe DPR SAMPAH! @JoeLibertador
@detikcom Bener kan gak mau minta maaf. Pokoknya yg salah wartawan, gmn kalo dia jd presiden/cawapres?

4. Klarifikasi PT Pindad

URL KOMPAS.com 3149 PT Pindad: BIN Pesan 517 Senjata Laras Panjang, Polri 5.000 Pucuk - Kompas.com PT Pindad membenarkan adanya pemesanan senjata yang dilakukan oleh Badan Intelijen Negara dan Polri. Namun, untuk Polri belum ada kontraknya.

*Menurut Sekretaris Perusahaan PT Pindad Bayu A. Fiantori, menegaskan BIN memesan 517 pucuk senjata, yang belum dikirim. Bayu juga menyebut, Polri juga berencana memesan senjata dari perusahaannya sebanyak 5000 pucuk.

  • "Polisi yang rencananya 5000 pucuk tapi kontraknya belum ada," katanya yang enggan menyebutkan spesifikasi pesanan kedua pihak, namun dia memastikan berbeda.
Load Remaining (21)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.