Add to Favorite
0
Login and hide ads.
Jack Separo Gendeng @sudjiwotedjo 22/09/2017 15:54:20 WIB
Aku blas ndak ngerti ekonomi. Tp isi uang elektronik masih kudu mbayar, kok gak nyantol ma logika goblok2anku ya.
kamu tahu saya siapa? @fartheist 22/09/2017 15:58:59 WIB
Karena saking gobloknya mbah, makanya ga nyantol. Nek rodho pinter sithik. Sithik wae, mesti nyantol mbah twitter.com/sudjiwotedjo/s…
Satto Raji @sattoraji 22/09/2017 16:34:04 WIB
Nahhh bener nih, duit-duit saya, yang maksa pake e-money mereka, lahh kok saya yg disuruh bayar juga twitter.com/sudjiwotedjo/s…
Jack Separo Gendeng @sudjiwotedjo 22/09/2017 18:08:19 WIB
Aku disarankan punya kartu e-toll, baiklah aku turuti, tp utk isi ulang kartu itu lha kok kita dikenai biaya? Logikaku ndak nyandak.
Jack Separo Gendeng @sudjiwotedjo 22/09/2017 18:46:06 WIB
Semoga abis ini setiap wayang yg muncul di layar gak dipajeki. Kalau dipajeki, aku pasti cuma ngluarin satu wayang gunungan semalam suntuk
Prihatanto Agung @Prieagung 22/09/2017 19:48:34 WIB
Harusnya dapet bunga ya kalo naruh duit atau minimal diskon lah, ini malah mbayar ya mbah twitter.com/sudjiwotedjo/s…
Muhammad Said Didu @saididu 22/09/2017 20:49:59 WIB
Kayaknya yg buat aturan itu adalah fans MU mbah yg selalu hanya mikirkan untung - bukan main bola twitter.com/sudjiwotedjo/s…
Apul Rudolf Silalahi @ARS_1281 22/09/2017 21:09:00 WIB
@sudjiwotedjo @zarazettirazr Biaya itu jadi penghasilan bagi penyedia jasa, dan kena pajak pak. Hahahahahaha
Jack Separo Gendeng @sudjiwotedjo 22/09/2017 21:50:31 WIB
Kini bangsa lalat pun dilanda krisis identitas. Tongkat penepuk buat mrk ternyata bisa jg buat tongkat e-toll. Lalat sudah tidak unik lagi.
Jack Separo Gendeng @sudjiwotedjo 22/09/2017 21:56:55 WIB
Inilah momen yg tepat kalau mau memecah-belah bangsa lalat. Mumpung mrk lg krisis identitas gegara penepuknya dipakai utk tongkat e-toll
Biaya isi ulang kartu e-money juga dikritik oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia

VIVA.co.id – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mengkritik kebijakan Bank Indonesia (BI) mengeluarkan peraturan bahwa konsumen dikenakan biaya top up pada setiap uang elektroniknya, e-money. Dia menyebut hal itu kontra produktif dengan upaya mewujudkan cashless society yang selalu dikampanyekan BI.

"Demi efisiensi pelayanan dan bahkan keamanan dalam bertransaksi, upaya mewujudkan transaksi non-cash adalah sebuah keniscayaan. Namun, menjadi kontra produktif jika Bank Indonesia (BI) justru mengeluarkan peraturan bahwa konsumen dikenakan biaya top up e-money," kata Tulus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 16 September 2017.

Collect tweets from around the world and make a story

Bookmarked tags

No tags
Login and hide ads.