Buku Burhan Muhtadi: Sistem Kaderisasi PKS Memiliki Banyak Kemiripan dg Partai Komunis

Buku Dilema PKS: Suara dan Syariah karya Burhanuddin Muhtadi membahas bagian dalam PKS.
Partai Komunis Partai Keadilan Sejahtera Party komunisme
1
Mohamad Guntur Romli @GunRomli
Ternyata, yg PKI itu PKS. 'Partai Komunis dengan cita rasa Islam'. Dicuplik dari buku Dilema PKS, karya @BurhanMuhtadi πŸ˜†via @novri75 pic.twitter.com/RFEedLUf0X
 Expand pic
Mohamad Guntur Romli @GunRomli
@BurhanMuhtadi @novri75 Kalau PKI punya kaderisasi yg bagus, yg militan, maka tdk akan semudah itu runtuh saat digempur saat 65-66
Mohamad Guntur Romli @GunRomli
@BurhanMuhtadi @novri75 Maka klem kader2 PKI yg katanya jutaan thn 65, hanya buih, atau orang2 yg masuk scara emosional & krn termakan propaganda saja
Aryo Marques @ChakPri
@GunRomli @BurhanMuhtadi @novri75 Mulai goreng-goreng...hati-hati ini bisa jadi fitnah.
Dedek Prayudi | ig: @uki_dedek @Uki23
@GunRomli @BurhanMuhtadi @novri75 Punten mas, nggak baik menunjuk hidung seperti ini, walaupun maksudnya mungkin bukan seperti itu. πŸ™
son of toloyo @maestro987x
@GunRomli @BurhanMuhtadi @novri75 Om kan pejuang toleransi.. knp tuduh orgns yg di didalamnya ada ortu2nya yg jd korban kebiadaban PKI. SEHAT om ???
Sadelih Suaib @SadelihSuaib
@GunRomli @BurhanMuhtadi @novri75 Tenang sodara2, Doi dan teman2 lainnya hanya sedang iri, ya iri karna sesungguhnya tak ada satupun partai yg punya kader semilitan PKS πŸ’ͺπŸ’ͺ

Awas jangan salah tafsir

ade2 aja @adesetya1
@GunRomli @BurhanMuhtadi @novri75 pki dulu makan nasi, si romli juga makan nasi. maka pki adlh si romli *analisa konyol
EMWE @muf76w
@GunRomli @BurhanMuhtadi @novri75 Bawa ketawa aja... πŸ˜€...sistem boleh sama tp tujuan tentu berbeda.. Sama2 naik motor..tujuannya masing2..
Apul Rudolf Silalahi @Parbagashuta
@GunRomli @RustamIbrahim @BurhanMuhtadi @novri75 Sedangkal itu rupanya. Ingin menyesatkan orang2. Tidak baik. Sistem kaderisasi PKS yg mirip model sistem kaderisasi PKI. Semua jg begitu.
Alto Berna @altoberna
@GunRomli @BurhanMuhtadi @novri75 Bbrp partai di indonesia memang belajar ke PKC koq. Jd jgn kadernya jgn sok2an ngomong anti komunis.

Burhan Muhtadi sebagai penulis buku Dilema PKS

Burhan Muhtadi (IG: Burhanuddin Muhtadi) @BurhanMuhtadi
Iya betul, saya penulis buku Dilema PKS: Suara dan Syariah :) RT @Izzuddinx: @analispolitik @BurhanMuhtadi ini penulisnya Dilema PKS ya?"
Dody firmansyah @dody_fm
Mas @BurhanMuhtadi knp PKS srg jd penelitian ya?? Byk buku yg mengulaas. Knp ga PD,Golkar,Pdip yg mrp partai besar negeri ini.
Jiddan O @JiddanOpick
@BurhanMuhtadi menurut abang PKS masih sebersih dulu gag bang, visi nya masih sama gag waktu dulu masih PK
Russell Up @NazarudinSyapaw
@BurhanMuhtadi @Izzuddinx @analispolitik jadi apa kesimpulan dari buku yang bg burhan tulis tu, .......saya penasaran banget

Burhan Muhtadi adalah alumnus IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Selama periode 1996-2004, Muhtadi membuat ratusan artikel yang termuat dalam berbagai media massa, baik lokal maupun nasional, di antaranya berjudul Pasifisme Demokrasi, Mengukur Viabilitas Politik Aliran, Menyoal Hegemoni Bahasa Agama, Pembebasan Kaum Tertindas, Dilema Kampanye Dialogis, Reward dan Punishment dalam Pemilu, Dunia yang Terbelah, Formasi Inteligensia Muslim Indonesia, dan Lahirnya Partai Miniatur Indonesia.

Muhtadi menempuh Master di ANU (Australian National University), Canberra, dengan konsentrasi di bidang Political Science (Research). Ini adalah studi master keduanya setelah sebelumnya ia menempuh master di universitas yang sama di fakultas Asian Studies.

Muhtadi pernah bergabung dengan konsultan politik yang didirikan Bima Arya, Charta Politika, namun hanya dalam periode yang relatif singkat ia mengundurkan diri lalu berkarya bersama Saiful Mujani di Lembaga Survei Indonesia (LSI) Direktur Bidang Public Affair. Dia juga mengajar di Pascasarjana Universitas Paramadina.

Buku tulisan Muhtadi, "Dilema PKS Suara dan Syariah" mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari Andi Akmal Pasluddin yang menjabat sebagai Ketua DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang disampaikannya dalam acara bedah buku "Dilema PKS Suara dan Syariah" di CRC (Celebes Research Centre), Makassar pada tanggal 17 April 2012.

Berikut cuplikan isi buku Burhan Muhtadi

Sinopsis: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan fenomena dalam perpolitikan Indonesia. Tanpa mengandalkan tokoh maupun dukungan organisasi besar, PKS sukses menjadi partai yang mendapat suara keempat terbanyak pada Pemilu 2009. Tak seperti partai lain, PKS membina kader dan simpatisannya terus-menerus melalui berbagai aksi kolektif. PKS juga mencoba menjangkau semua kalangan dengan menyatakan diri sebagai partai terbuka. Namun langkah itu juga me nimbulkan kontroversi dan dilema di dalam PKS sendiri: antara teguh di jalur ideo logis dan membuka diri bagi siapa saja. Buku ini, yang diolah dari tesis Burhanuddin Muhtadi di Australian National University, memotret fenomena PKS dari sudut pandang keilmuan, mulai dari asal-usulnya sebagai Jamaah Tarbiyah pada masa Orde Baru, pe ngaruh ideologis dari Ikhwanul Muslimin Mesir, pendirian Partai Keadilan pada awal Reformasi, sampai dinamika internal antara berbagai aspirasi dalam PKS. Juga dibahas mengenai strategi PKS memperjuangkan agenda politik Islamis-nya di panggung politik Indonesia. "Buku ini paling menarik dibanding buku-buku lain tentang PKS karena posisi Burhanuddin Muhtadi terhadap PKS sebagai outsider dan insider sekaligus, dan menggunakan teori-teori gerakan sosial sebagai pendekatan dalam menganalisa perjalanan sejarah PKS sekaligus tantangan masa depannya." --Anis Matta, Sekretaris Jenderal DPP PKS dan Wakil Ketua DPR RI 2009-2014 "Sejauh pengamatan saya, belum ada satu pun buku yang membahas kemunculan dan perkembangan PKS secara serius dengan metode protest-event analysis untuk mengkaji aksi-aksi demonstrasi PKS. Buku Burhanuddin Muhtadi ini dapat menutup kekurangan tersebut. Baik dari sisi metodologi maupun sintesa pendekatan dengan menggunakan teori gerakan sosial, buku ini merupakan terobosan penting dalam diskursus akademik tentang PKS dan gerakan Islamis di Indonesia." --Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta "Buku ini memberikan sumbangan intelektual yang berharga dalam diskursus tentang PKS dan gerakan Islamisme. Saya dengan senang hati merekomendasikan untuk dibaca." --Greg Fealy, Department of Political and Social Change, The Australian National University (ANU) Burhanuddin did not touch on the issue of the Muslim-based political parties poor electoral performance in general, as he narrowed the scope of his analysis on the PKS only. His choice of the PKS was apparently due to the party's steadily improving performance at the ballot box--some political analysts have even categorized the PKS as the world's second-most successful Muslim-based political party, after the Turkey's Justice and Development Party. -- Imanuddin Razak, The Jakarta Post (http://gramediana.com/books/detail/901120532-dilema-pks?locale=en)

Login and hide ads.