0
sumantri suwarno @mantriss
Aura berhadap2an yg muncul di medsos ini -- apakah karena masyarakat kita masih gegar budaya medsos, ataukah ini kondisi riil di masyarakat?
sumantri suwarno @mantriss
Saling serang dengan kampanye hitam, saling melaporkan, hingga persekusi kian marak. Ini gejala apa sesungguhnya?
sumantri suwarno @mantriss
Apakah semata residu kontes politik dari Pilpres dan pilkada, atau ada faktor lain -- dalam hal ini eforia dan gegar budaya medsos?
sumantri suwarno @mantriss
Yang tampak di medsos -- kelompok2 memunculkan pahlawan tapi saat bersamaan juga menjadi penjahat bagi kelompok lain. Sengit betul.
sumantri suwarno @mantriss
Saya sendiri menduga ada 2 hal. Gegar budaya medsos dan 2 pengambilan posisi dan kebijakan pemerintah.
sumantri suwarno @mantriss
Gegar budaya ini -- karena masyarakat tiba2 mendapat fasilitas komunikasi yg bisa mengenai dan menjangkau ke mana saja ke siapa saja.
sumantri suwarno @mantriss
Pada level yg soft -- orang bisa sangat berbahagia karena difollow seseorang yg mungkin di dunia nyata -- terdapat sekat sosial yg tebal.
sumantri suwarno @mantriss
Di sisi lain orang bisa puas mengumpat, memaki siapa saja, yang dalam kehidupan nyatanya, bahkan mendekati radius 10 meter pun susah.
sumantri suwarno @mantriss
Hambatan2 komunikasi di dunia nyata ini roboh di media sosial. Di saat2 awal ini, seperti orang buka puasa, apa saja hendak dimakan.
sumantri suwarno @mantriss
Akan butuh waktu -- sehingga publik terbiasa dengan medsos. Hasrat2 terpendam sudah tersalurkan, dan ada penyesuaian kadar komunikasi baru.
sumantri suwarno @mantriss
Yg kedua adalah faktor pemerintah. Pemerintah adalah pemegang amanat publik. Boleh dr kekuatan manapun, tapi saat in place dia hrs netral.
sumantri suwarno @mantriss
Moderasi atar radikalisasi dari sebuah situasi itu tergantung bagaimana pemegang infrastruktur kekuasaan menjalankan pendulumnya.
sumantri suwarno @mantriss
Sejujurnya saya melihat : dlm beberapa hal, aparatur pemerintah juga masih terlihat terbawa suasana rivalitas pasca pilpres dan Pilkada DKI.
sumantri suwarno @mantriss
Kalau urusan mengundang pendukung ke istana itu sih normal, di AS pun biasa. Tetapi perlakuan hukum yg sama ke masing2 pihak ini penting.
sumantri suwarno @mantriss
Penegakan hukum adalah salah satu parameter penting dlm kinerja pemerintah, terutama dalam situasi publik yg terbelah.
sumantri suwarno @mantriss
Sekarang ada kesan -- misalnya, aparat hanya sigap merespon lapiran dari kubu pemerintah. Dan tidak ke kubu sebaliknya. Ini catatan.
sumantri suwarno @mantriss
Kesan bahwa pemerintah tidak netral - terutama dalam penegakan hukum ini, membuat kisruh yg hanya eforia menjadi mengeras dan terlembagakan.
sumantri suwarno @mantriss
Sekarang mulai banyak muncul army2an di medsis. Dan tak boleh dilupakan, akun2 anonim. Ini gejala permukasn yg terlihat sepele tapi serius.
sumantri suwarno @mantriss
Anonim itu bisa krn rendah diri, bisa karena ingin aman dari resiko hukum. Faktor yg kedua bs terhubung dengan persepsi posisi pemerintah.
sumantri suwarno @mantriss
Misalnya tentang Saracen. Ini monster baru yg dimunculkan dan seolah2 pelakunya hanya dari kubu lawan pemerintah.
sumantri suwarno @mantriss
Apa iya dalam pertarungan yang hampir diametral -- hanya kubu lawan pemerintah yg melakukan kampanye hitam? Saya sih tidak yakin.
sumantri suwarno @mantriss
Saya pribadi kecewa dengan " nuansa psikologis" pendekatan pemerintah atas banyak hal yang sepertinya tidak mengarah menuju rekonsiliasi.
sumantri suwarno @mantriss
Belum sempat kita salaman baik2, tahun depan hingga 2019 sudah kembali masuk tahun politik. Dan mungkin demam akan berlanjut hingga 2021.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.