0
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Selamat pagi, manteman. Yuk menyimak kembali tafsir Muhammad #Asad sebagaimana biasa. Pagi ini saya akan ulas pembukaan Surah Al-Nisa'.
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Mari kita simak pengantar #Asad untuk Surah Al-Nisa' ini: pic.twitter.com/sQ8pdXtWHK
Expand pic
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Ada banyak isu yg menarik dlm bagian awal Surah Al-Nisa' ini. Pertama adalah tentang makna kata "nafs" dlm ayat pertam: 4:1.
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Ayat pertama itu menjelaskan ttg proses berkembang-biaknya manusia sebagai spesies. Mari kita baca: pic.twitter.com/QUyFU51zna
Expand pic
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Sebagian penafsir klasik memaknai kata "nafs" itu sebagai Adam. Asad, mengikuti Muhammad Abduh, menolak tafsiran ini.
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Bagi Asad, yg dimaksud "nafs" di sini adalah "living entity",entitas hidup. Kita baca justifikasi Asad atas tafsirannya ini: pic.twitter.com/9pqXoXB7KG
Expand pic
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Tafsiran Asad ini lebih sesuai dg pendekatan "keadilan gender", sbb fokus penciptaan tak semata2 terletak pada Adam spt dlm Kitab Kejadian.
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Tema kedua dlm awal Surah Al-Nisa' menyangkut isu yg di era modern skg sangat kontroversial. Yaitu berkenaan dg tafsiran atas ayat 4:2-3.
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Isu itu menyangkut soal poligami. Bagaimana pandangan Asad soal poligami dan tafsirannya atas ayat 4:3 itu? Kita baca saja: pic.twitter.com/iGHs9wpeDs
Expand pic
Expand pic
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Apakah Asad setuju dg poligami atau tidak, silahkan menyimpulkan sendiri dari catatan dia yg cukup panjang itu.
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Yg perlu diperhatikan menurut saya adalah fakta ini: Bahwa Asad menulis catatan cukup panjang ttg ayat poligami ini menunjukkan satu hal.
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Yakni bahwa soal poligami saat ini tak bisa dipandang lagi sebagai hal yg "taken for granted". Isu ini sekarang menjadi problematis.
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Penafsir Quran klasik tentu tak perlu memberikan "penjelasan apologetis" panjang soal ayat poligami ini seperti dilakukan Asad itu.
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Sbb di era klasik, soal poligami disnggap sebsgai hal yg tak perlu dipersoalkan lagi; sesuatu yg sudah "taken for granted".
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Selamat pagi. Walau agak terlambat, saya akan kultwit ttg tafsir Muhammad Asad seperti biasa. pic.twitter.com/zar4Rl6M1f
Expand pic
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Yg menarik adalah bhw ayat soal poligami ini turun dlm konteks pembicaraan mengenai isu sosial lain yg mendesak di masyarakat Arab saat itu.
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Ayat soal poligami ini tekait isu mengenai nasib anak2. Isu anak yatim menjadi isu serius krn jumlah mereka cukup besar.
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Di masyarakat tradisional di mana kedokteran belum berkembang pesat, tingkat harapan hidup umumnya masih rendah.
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Belum lg jika kita lihat gejala perang suku yg sering terjadi di masyarakat Arab saat itu. Banyak anak2 kehilangan ortu mereka sejak dini.
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Dg kombinasi berbagai faktor sosial-politik-ekonomi, hasil akhirnya adalah: gejala anak yatim begitu umum di masyarakat Arab saat itu.
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Karena begitu meluasnya gejala anak yatim itulah kemudian turun ayat2 pertama dlm Surah Al-Nisa' yg menanggapi isu anak yatim ini.
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Ayat 4:2 langsung memberi pesan umum: Berbuat adillah pada orang2 yatim; serahkan harta mereka saat mereka dewasa. Jangan ditilep. pic.twitter.com/euQieWThby
Expand pic
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Dalam konteks pembicaraan soal isu anak yatim itulah kemudian datang ayat lain yg bicara soal poligami. Ini ayatnya: pic.twitter.com/9Oh92njBg0
Expand pic
Ulil Abshar-Abdalla @ulil
Bunyi ayat soal poligami itu: Jika kalian takut tak bisa berbuat adil terhadap anak2 yatim, maka kawinilah perempuan yg kalian anggap cocok.
Load Remaining (957)

Comment

Login and hide ads.