" Dibalik Kisah Buruknya Pelayanan Rumah Sakit di Indonesia" by @kurawa (Kss Deborah,Kss Ayah Kurawa)

Kejadiaan gue di RS yang sama dengan almarhumah bayi deborah beberapa tahun yang silam menimpa bokap gue saat terjatuh tak sadarkan diri
enviroment
0
Rudi Valinka @kurawa
Gue pernah alami hal yg sama 😥~> Orangtua Terkendala Biaya, Bayi Debora Meninggal di RS - Kompas.com - megapolitan.kompas.com/read/2017/09/0…
Rudi Valinka @kurawa
Kasus bayi deborah meninggal di RS sebenarnya bukan kasus baru, ini memang kebiasaan RS di Indonesia dan kemenkes tutup mata dgn kondisi ini
Rudi Valinka @kurawa
Kejadiaan gue di RS yang sama dengan almarhumah bayi deborah beberapa tahun yang silam menimpa bokap gue saat terjatuh tak sadarkan diri
Rudi Valinka @kurawa
Bokap jatuh mengenai kepala dan mengalami pendarahan hebat tak sadarkan diri .. kebetulan di rumah bokap tidak ada siapa2
Rudi Valinka @kurawa
Lalu tetangga membawa beliau ke rumah sakit yang sama, sesampainya di UGD petugas administrasi tidak mengijinkan lakukan tindakan apapun
Rudi Valinka @kurawa
Petugas UGD katakan harus ke bagian adminstrasi terlebih dahulu.. lalu tetangga yg baik hati ini pun mengantri sambil telp gue soal ini
Rudi Valinka @kurawa
Posisi gue saat itu kebetulan jauh dengan kondisi jalanan yang sangat macet di hari kerja (sore hari) gue katakan tolong dibantu apapun juga
Rudi Valinka @kurawa
Setelah antri sejam sang tetangga katakan petugas minta DP utk masuk ke ICU sebesar Rp. 32 juta, kebetulan tetangga gue gak ada duit segitu
Rudi Valinka @kurawa
Lalu lewat saluran telp gue bicara ke bagian admin nya gue katakan kalo gue pasti akan bayar berapapun tapi tolong diambil tindakan cepat
Rudi Valinka @kurawa
Petugas bilang wah kalo SOP nya gak bisa begitu pak tetap harus ada jaminan nyata gak bisa lewat telpon, kami bisa dihukum management
Rudi Valinka @kurawa
Antara merengek dan kesal gue terus membujuk namun gagal..estimasi saat itu perjalanan ke RS 1.5 jam akhirnya gue nyerah membujuknya
Rudi Valinka @kurawa
Setiba di RS saat gue tunjukkan kartu kredit baru petugas melakukan tindakan "seadanya" ngeheknya proses antri pendaftaran butuh 45 menit
Rudi Valinka @kurawa
Setelah bokap jatuh sampai ke penanganan UGD berarti sdh 3-4 jam waktu yang terbuang.. bayangkan status emergencynya sdh hilang
Rudi Valinka @kurawa
Saat pendaftaran, petugas hitungnya bukan lagi DP, mereka sudah menghitung estimasi biaya sementara lewat asumsi2 yg mereka buat sendiri
Rudi Valinka @kurawa
Gue sdh gak fokus soal hitung2an nya mereka estimasi kalo di UGD bisa 3 jari maka biaya nya sekitar 32 juta + obat2an dan dokter
Rudi Valinka @kurawa
Petugas langsung menggesek kartu kredit 32 juta seolah2 uang itu habis terpakai perhari ini... bagi gue gak masalah yang penting tangani
Rudi Valinka @kurawa
Setelah urusan admintrasi selesai maka gue segera melihat kondisi bokap dengan banyak alat bantu masuk ke tubuhnya kondisi sdh kritis
Rudi Valinka @kurawa
Beberapa jam kemudian dokter katakan kalo darah sdh masuk ke dalam otak bokap jadi sangat kecil kemungkinan utk hidup..
Rudi Valinka @kurawa
Gue masih minta sama dokter utk lakukan tindakan apapun yg bisa selamatkan beliau, hingga 2x dokterpun menyerah, katanya dioperasi percuma
Rudi Valinka @kurawa
Sekitar pukul 3 dini hari akhirnya bokap menghembuskan nafas terakhir.. dalam ucapan terakhir gue bisikkan kalimat ikhlasin kami pa 😭
Rudi Valinka @kurawa
Beliau wafat dengan tenang...pagi harinya dengan ambulan rumah sakit (bayar lagi) mengantar almarhum ke rumah duka ..
Rudi Valinka @kurawa
Spti orang Indonesia kebanyakan kasus bokap gue ini dikalahkan dengan kata "kita Ikhlaskan" sebab jika pake kata "Seandainya" = gak ikhlas
Rudi Valinka @kurawa
Ikhlas dan tidak ikhlas inilah yang jadi senjata utama kelemahan konsumen di negeri ini jika hadapi perlakuan yg tidak adil dari produsen
Rudi Valinka @kurawa
Jika saat itu ditangani lebih awal "mungkin" darah tidak masuk ke otak, ada 100 kemungkinan yg bisa terjadi lalu kalah dengan "itu takdir"
Rudi Valinka @kurawa
Kondisi seperti ini akan berbeda jauh di negara2 yg sdh maju mereka membedakan 2 hal : "sdh berbuat semaksimal" versus "takdir Tuhan"
Load Remaining (34)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.