08/09/2017 15:10:29 WIB

Ternyata Krisis Rohingya Tak Sesederhana Konflik Agama, Begini Buka2an Menurut Dubes RI di Myanmar, Ito Sumardi

"Bahkan, ada gerakan mendirikan Islamic State of Rohingya. Ini yg tdk diketahui dunia luas."
Rohingya Duta Besar myanmar
sukisury 2366 View 0 comments
2
Login and hide ads.
  • Krisis kemanusiaan di Rohingya menarik perhatian warga lokal maupun internasional. Sebagian dari mereka menganggap bahwa krisis ini sesimpel perang antar agama Islam vs Buddha. Benarkah demikian?

    Baca penjelasan detil Dubes Indonesia utk Myanmar, Ito Sumardi, yang pernah menyaksikan langsung dan berkunjung ke area konflik termasuk pemukiman etnis Rohingya.

  • URL detiknews 71567 Dubes RI untuk Myanmar Buka-bukaan Soal Latar Belakang Krisis Rohingya Krisis etnis Rohingnya di Myanmar menjadi perhatian. Dubes RI untuk Myanmar Ito Sumardi memberikan penjelasan utuh mengenai krisis ini.
  • Berikut seklumit paparannya

  • Isu Rohingnya memang memang persoalan yang menahun di Myanmar yang belum terselesaikan hingga saat ini karena masalahnya sangat komplek dan tidak sesederhana yang dibayangkan masy ditanah air. Sejak persoalan kewarganegaraan dari etnis ini tidak dapat terakomodasi dengan baik dalam UU Kewarganegaraan Myanmar (Burma), Etnis Rohingnya juga terjerembab pada konflik horizontal dengan etnis Arakan yang menjadi suku mayoritas di Rakhine State, yang kemudian memuncak pada saat terjadinya kasus pemerkosaan dan pembunuhan antar dua kelompok etnis tersebut pada tahun 2012. Bahkan dalam konflik itu melibatkan tokoh agama, namun konflik itu sebenarnya juga berakar pada soal social economy, poverty dan etnisitas.

    Etnis Rohingnya ini secara umum tidak seberuntung dengan Etnis Bengali yang sudah hidup nyaman sebagai warga Negara sejak jaman kolonial Inggris. Asal muasal wilayah mereka ada yang menyebut sama dan berasal dari campuran Bangladesh dan Pakistan Timur. Namun jelasnya kedua etnis ini bukan penduduk aseli wilayah Myanmar (Burma). Etnis Bengali telah secara bebas hidup secara social ekonomi dan bebas menganut agama, dan bahkan banyak yang menganut agama Islam. Yang beragama Islam mereka bebas melakukan peribadatan dan banyak masjid yang didirikan di kota besar di Myanmar. Sampai dengan Idul Adha kemarin saja mereka masih menjalankan ibadah Shalat Ied dan berqurban tanpa ada gangguan dari pemerintah maupun masyarakat yang beragama lain.

    Pasca konflik etnis 2012, Etnis Rohingnya hidup dalam kamp-kamp di beberapa wilayah di Negara Bagian Rakhine, mereka hidup dalam pengawasan aparatur wilayah, meraka memliki masalah kemiskinan dan terhambat pembangunannya karena status kewarganegaraanya yang tidak diakui. Di tengah situasi tersebut muncul kelompok solidaritas seperti Rohingnya Solidarity Organization (RSO) yang kemudian saat ini betubah bentuk menjadi Arakan Rohingnya Salvation Army (ARSA) yang sipimpin oleh Atta Ulla atau Abu Amar yang memiliki ibu Rohingnya dan bapak Pakistan anggota Taliban. Kelompok-kelompok ini melakukan gerakan radikal dengan melakukan serangkaian serangan baik kepada aparatur keamanan maupun warga lainnya dan mulai bergulir secara simultan pada akhir 2016 lalu.

    Pada akhir tahun 2016 mereka menyerang pos-pos polisi dan membunuh beberapa polisi, kemudian dibalas dengan serangan oleh aparat keamanan (polisi dan tentara). Namun apa daya tentara dan polisi itu ternyata kalah banyak dan terkepung dan terjadi kontak senjata dan menewaskan puluhan aparat. Pasca kejadian ini aparatur keamanan Myanmar menilai situasi sudah tidak kondusif, hingga mereka melakukan opreasi khusus dan berdampak pada jatuhnya korban warga Rohingya, karena mereka menyerang beberapa kampung yang dijadikan tameng oleh kelompok Radikal. Jumlah korban masyarakat sangat banyak dan terindikasi juga terjadi pelanggaran HAM oleh tentara dan polisi Myanmar pada saat operasi militer tersebut. Terjadi eksodus pengungsi ke Bangladesh utamanya.

    Bahkan dalam beberapa kesempatan pemerintah mensinyalir bahwa eskalasi konflik terjadi karena isu Rohingnya telah ditunggangi kelompok teroris, sebab ada fakta bahwa penyerangan kepada aparatur keamanan Myanmar dipimpin oleh ekstrimis yang terkatif di Afghanistan, dan telah terjadi pergeseran isu internasional di mana konflik etnis ini telah berkembang menjadi konflik agama. Aparatur Keamanan Myanmar mengidentifikasi ada 10 Organisasi yang berafiliasi dengan MUJAHIDIN dan ISIS jaringan Andaman Sea yang terkait dalam penyerangan pos-pos aparatur keamanan Myanmar. Bahkan ada fakta bahwa sesama muslim pun jadi sasaran pembunuhan.

    Myanmar saat ini masih menggunakan pendekatan kedaulatan Negara dalam menyelesaikan konflik, sementara pendekatan HAM dan perspektif keamanan regional belum menjadi perhatian penuh. Saya melihat ini juga disebabkan oleh kondisi politik domestik Myanmar yang belum stabil dan ajeg untuk menjalankan seluruh prinsip-prinsip demokrasi. Peristiwa ini telah menggugah kemanusiaan kita semua namun perlu pertimbangan yang bijaksana dan lebih cermat dalam mengambil jalan sikap kita sehingga tidak gegabah memperlebar isu dan menimbulkan konflik baru.

    Dalam konstelasi yang demikian itu terjadi antiklimaks pencarian fakta dan terjadi blunder baru yang kemudian terjadi pada Akhir Juli 2017 dan yang fantastis di bulan Agustus terjadi serangan secara sistematis pada lebih dari 10 pos polisi dan 1 markas tentara di wilayah Rakhine State Bagian barat daya. Dan lagi-lagi jatuh korban terlebih dahulu di pihak aparatur keamanan yang kemudian diikuti dengan operasi miliyer yang mengakibatkan jatuhnya puluhan korban baik dari aparat, penduduk.myanmar maupun kelompok etnis myanmar sehingga terjadi arus pengungsian lagi ke Negara terdekat maupun pengungsian masyarakat lokal yang menghindarkan diri dari daerah konflik.

  • zuhairi misrawi @zuhairimisrawi 03/09/2017 18:43:06 WIB
    Kata Dubes Indonesia di Myanmar, bahwa di Rohingya ada gerakan mendirikan Islamic State of Rohingya. Ini yang tidak diketahui dunia luas.
  • Weinen Schweigen @ioanesrakhmat 03/09/2017 18:52:32 WIB
    @zuhairimisrawi Namanya ARSA, Arakan Rohingya Salvation Army (2016), gerilyawan pemberontak, dipimpin Ata Ullah, kelahiran Karachi, dididik di Arab Saudi.
  • Cinta Pancasila @Ajaxfanz79 04/09/2017 17:25:52 WIB
    @zuhairimisrawi @Munafikunn Klo di Indonesia dl GAM apa kt lwn apa termsk melwn Islam? Skrg ada OPM di papua kt lwn apa termsk melwn Kristen? Ini mslh kedaulatan negara
  • Budiman Sudjatmiko @budimandjatmiko 08/09/2017 14:27:36 WIB
    Penjelasan Dubes RI ini lengkap; perspektif kemanusiaan, demokrasi, keutuhan negara & diplomasi. Pendidikan politik👍 m.detik.com/news/berita/d-…
  • PS @PartaiSocmed 08/09/2017 13:15:10 WIB
    Maka pahami persoalan secara benar agar tak jadi korban provokasi m.detik.com/news/berita/36…
  • Alexander Thian @aMrazing 08/09/2017 12:18:49 WIB
    Bacaan penting tentang Rohingya biar kita tau, sebenarnya ada apa? m.detik.com/news/berita/36…
  • Chaisari Maria @chaaaiiiii 08/09/2017 12:34:12 WIB
    @aMrazing Semoga banyak yg baca keseluruhan tulisan ini biar ngerti dikit ttg konfliknya. Terlalu byk orang yg cuma baca headline terus abis itu sotoy
  • Bahrudin @B4hrudin_AS 08/09/2017 14:29:53 WIB
    Ternyata kasus Rohingya bukanlah kasus agama, melainkan digeser oleh kelompok tertentu untuk mendapatkan simpati... fb.me/4kAPUBR1s
  • Vincentius Indra @VincentiusIndr2 08/09/2017 14:27:38 WIB
    @BadjaNuswantara Salut utntuk Dubes Ito sumardi yg menyampai apa adanya sesuai fakta, persis yg pernah kita diskusikan di kedubes RI di myanmar tahun lalu.
  • Hari Kushardanto @hkushardanto 08/09/2017 13:59:37 WIB
    @PartaiSocmed Sudah jelas ini bukan konflik agama, dan menyelesaikan masalah stateless people (spt suku Kurdi) itu njlimet & lama .. maka jgn cpt emosian
  • Gerod @Gerod91103568 08/09/2017 13:47:17 WIB
    @budimandjatmiko ini penjelasan pak dubes hrs nya membuka otak org" indon yg suka ngamuk tanpa mngerti persoalan..pikir!!
  • Takviri @Takviri 03/09/2017 16:53:12 WIB
    jd mrk ingin manfaatkan geopolitik ASEAN utk bikin instabilitas di NKRI. jika tidak usir dubes Myanmar = presiden anti Islam
  • DennAyu @one_moreone 08/09/2017 13:13:47 WIB
    @xietakyu @ustadtengkuzul Biasalah orang klo ada berita suka ditambahi dan dikurangi dg modal katanya dan tak menyaksikan sendiri tp berani komentar.

Comment

All Categories

Category related to Pics & Meme