0
Bentang Pustaka @bentangpustaka
Pagi ini admin ingin membahas sisi humanis #Einstein. Sisi merah jambu dari seorang ilmuwan besar abad ini.. #Einstein
Bentang Pustaka @bentangpustaka
Wanita itu adalah Mileva Marić. Meski bukan kekasih pertama #Einstein, dialah yg kelak akan berpengaruh banyak dlm kehidupan sang jenius.
Bentang Pustaka @bentangpustaka
Sebelumnya, #Einstein sempat menjalin hubungan dengan seorang perempuan bernama Marie Winteler di masa remajanya.
Bentang Pustaka @bentangpustaka
Namun kemudian hbgn itu diputuskannya ketika ia melanjutkan sekolah di Politeknik Zurich melalui sebuah surat yg dikirimkannya. #Einstein
Bentang Pustaka @bentangpustaka
Mileva Marić adalah anak sulung sekaligus anak kesayangan seorang petani Serbia yang ambisius. Ia berumur tiga tahun lbh tua dari #Einstein.
Bentang Pustaka @bentangpustaka
Ia menderita kelainan dislokasi pinggul sehingga jalannya pincang, rentan terhadap serangan TBC, dan pemurung. #Einstein
Bentang Pustaka @bentangpustaka
“Sangat cerdas dan serius, kecil, rapuh, berambut cokelat, jelek,” Begitulah temannya menggambarkan Mileva. #Einstein
Bentang Pustaka @bentangpustaka
Akan tetapi, ia memiliki sifat yang menarik bagi Einstein, paling tidak selama masa-masa sekolah yang romantis. #Einstein
Bentang Pustaka @bentangpustaka
Hasrat tinggi terhadap matematika dan sains, suka merenung, dan jiwa yang memesona. Hal itulah yang membuat Einstein tertarik. #Einstein
Bentang Pustaka @bentangpustaka
Seiring berjalannya waktu, ia menjadi ilham, mitra, kekasih, istri, bête noire, dan musuh Einstein. #Einstein
Bentang Pustaka @bentangpustaka
Mileva Marić akan menciptakan medan emosional yang lebih kuat daripada siapa pun dalam hidup Einstein. #Einstein
Bentang Pustaka @bentangpustaka
Keduanya berjumpa saat masuk Politeknik Zurich pada Oktober 1896. Namun, hbgn di antara mereka berkembang setelah beberapa waktu. #Einstein
Bentang Pustaka @bentangpustaka
Hubungan mereka terus terjalin melalui surat demi surat. Kecerdasan Marić begitu terlihat di dalam surat-suratnya. #Einstein
Bentang Pustaka @bentangpustaka
Ia kerap membicarakan mengenai teori yang dipelajari di kampus, mengomentari gagasan-gagasan Einstein selain hal-hal pribadi. #Einstein
Bentang Pustaka @bentangpustaka
Einstein dan Marić pun kemudian berpacaran. Mereka berbagi buku, antusiasme intelektual dan lainnya. #Einstein
Bentang Pustaka @bentangpustaka
Teman-teman Einstein terkejut mengetahui pria tampan dan sensual seperti Einstein yang bisa mendapatkan perempuan mana pun-- #Einstein
Bentang Pustaka @bentangpustaka
jatuh cinta kepada seorang Serbia bertubuh pendek, berpenampilan biasa, pincang, dan menguarkan suasana melankolis. #Einstein
Bentang Pustaka @bentangpustaka
Ibu Einstein pun ragu terhadap perempuan cerdas dan pemurung yang menjadi pilihan anaknya. #Einstein
Bentang Pustaka @bentangpustaka
"Ia memang perempuan yang cerdas. Aku harus menghadapi banyak ejekan karenanya.” -- #Einstein
Bentang Pustaka @bentangpustaka
Mudah dipahami penyebab Einstein merasakan daya tarik seperti itu kepada Marić. #Einstein
Bentang Pustaka @bentangpustaka
Mereka memiliki kemiripan jiwa, menganggap diri mereka sebagai orang terpelajar yang penyendiri dan orang asing. #Einstein
Bentang Pustaka @bentangpustaka
Bertentangan dgn harapan kaum borjuis, mereka adl kaum intelektual yg mencari kekasih yg sekaligus mjd mitra, kolega & kolaborator #Einstein
Bentang Pustaka @bentangpustaka
Di atas semuanya, Einstein mencintai Marić karena otaknya. “Betapa bangganya saya memiliki kekasih mungil bergelar Ph.D.,” #Einstein
Bentang Pustaka @bentangpustaka
Sebagian besar surat-surat antara Einstein dan Marić memang mencampuradukkan hasrat romantis dengan antusiasme ilmiah. #Einstein
Bentang Pustaka @bentangpustaka
Sekian bocoran kisah merah jambu dr biografi #Einstein ya, Tweeps. Lengkapnya bisa baca di buku yang ditulis o/ Walter Isaacson ini lgsg! :)
Load Remaining (1)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.