Sisi Humanis #Einstein - oleh @bentangpustaka

Sisi merah jambu dari seorang ilmuwan besar abad ini.
0
Bentang Pustaka @bentangpustaka

Pagi ini admin ingin membahas sisi humanis #Einstein. Sisi merah jambu dari seorang ilmuwan besar abad ini.. #Einstein

04/12/2012 10:10:21 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

Wanita itu adalah Mileva Marić. Meski bukan kekasih pertama #Einstein, dialah yg kelak akan berpengaruh banyak dlm kehidupan sang jenius.

04/12/2012 10:16:31 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

Sebelumnya, #Einstein sempat menjalin hubungan dengan seorang perempuan bernama Marie Winteler di masa remajanya.

04/12/2012 10:20:18 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

Namun kemudian hbgn itu diputuskannya ketika ia melanjutkan sekolah di Politeknik Zurich melalui sebuah surat yg dikirimkannya. #Einstein

04/12/2012 10:21:22 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

Mileva Marić adalah anak sulung sekaligus anak kesayangan seorang petani Serbia yang ambisius. Ia berumur tiga tahun lbh tua dari #Einstein.

04/12/2012 10:24:39 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

Ia menderita kelainan dislokasi pinggul sehingga jalannya pincang, rentan terhadap serangan TBC, dan pemurung. #Einstein

04/12/2012 10:26:01 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

“Sangat cerdas dan serius, kecil, rapuh, berambut cokelat, jelek,” Begitulah temannya menggambarkan Mileva. #Einstein

04/12/2012 10:26:55 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

Akan tetapi, ia memiliki sifat yang menarik bagi Einstein, paling tidak selama masa-masa sekolah yang romantis. #Einstein

04/12/2012 10:28:03 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

Hasrat tinggi terhadap matematika dan sains, suka merenung, dan jiwa yang memesona. Hal itulah yang membuat Einstein tertarik. #Einstein

04/12/2012 10:35:54 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

Seiring berjalannya waktu, ia menjadi ilham, mitra, kekasih, istri, bête noire, dan musuh Einstein. #Einstein

04/12/2012 10:36:42 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

Mileva Marić akan menciptakan medan emosional yang lebih kuat daripada siapa pun dalam hidup Einstein. #Einstein

04/12/2012 10:38:08 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

Keduanya berjumpa saat masuk Politeknik Zurich pada Oktober 1896. Namun, hbgn di antara mereka berkembang setelah beberapa waktu. #Einstein

04/12/2012 10:40:21 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

Hubungan mereka terus terjalin melalui surat demi surat. Kecerdasan Marić begitu terlihat di dalam surat-suratnya. #Einstein

04/12/2012 10:43:47 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

Ia kerap membicarakan mengenai teori yang dipelajari di kampus, mengomentari gagasan-gagasan Einstein selain hal-hal pribadi. #Einstein

04/12/2012 10:46:05 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

Einstein dan Marić pun kemudian berpacaran. Mereka berbagi buku, antusiasme intelektual dan lainnya. #Einstein

04/12/2012 10:50:38 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

Teman-teman Einstein terkejut mengetahui pria tampan dan sensual seperti Einstein yang bisa mendapatkan perempuan mana pun-- #Einstein

04/12/2012 10:51:50 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

jatuh cinta kepada seorang Serbia bertubuh pendek, berpenampilan biasa, pincang, dan menguarkan suasana melankolis. #Einstein

04/12/2012 10:52:09 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

Ibu Einstein pun ragu terhadap perempuan cerdas dan pemurung yang menjadi pilihan anaknya. #Einstein

04/12/2012 10:56:41 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

"Ia memang perempuan yang cerdas. Aku harus menghadapi banyak ejekan karenanya.” -- #Einstein

04/12/2012 10:57:57 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

Mudah dipahami penyebab Einstein merasakan daya tarik seperti itu kepada Marić. #Einstein

04/12/2012 11:01:37 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

Mereka memiliki kemiripan jiwa, menganggap diri mereka sebagai orang terpelajar yang penyendiri dan orang asing. #Einstein

04/12/2012 11:02:31 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

Bertentangan dgn harapan kaum borjuis, mereka adl kaum intelektual yg mencari kekasih yg sekaligus mjd mitra, kolega & kolaborator #Einstein

04/12/2012 11:06:11 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

Di atas semuanya, Einstein mencintai Marić karena otaknya. “Betapa bangganya saya memiliki kekasih mungil bergelar Ph.D.,” #Einstein

04/12/2012 11:09:39 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

Sebagian besar surat-surat antara Einstein dan Marić memang mencampuradukkan hasrat romantis dengan antusiasme ilmiah. #Einstein

04/12/2012 11:13:54 WIB
Bentang Pustaka @bentangpustaka

Sekian bocoran kisah merah jambu dr biografi #Einstein ya, Tweeps. Lengkapnya bisa baca di buku yang ditulis o/ Walter Isaacson ini lgsg! :)

04/12/2012 11:21:55 WIB
Load Remaining (1)

Comment

No comments yet. Write yours!