Curhatan Penulis Kondang Tere Liye Yang Merasa Mendapat Perlakuan Pajak Tidak Adil Bagi Profesi Penulis

Penulis Tere Liye mengeluhkan soal tidak adilnya tarif pajak bagi para penulis buku.
pajak Famous People penulis tereliye curhat royalti
0
Story Karena Masalah Pajak, Penulis Kondang Tere Liye Berhenti Menerbitkan Bukunya Di Pasaran! Merasa pajak untuk penulis buku terlalu besar, Tere Liye menghentikan penerbitan diseluruh karyanya. 2943 pv 17 10
FANBASE @tereliye_quote
Per 31 Juli 2017 berdasarkan permintaan kami, GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA dan REPUBLIKA Penerbit, efektif menghentikan menerbitkan buku Tere Liye
FANBASE @tereliye_quote
28 judul tidak akan dicetak ulang lagi, dan buku-buku di toko dibiarkan habis secara alamiah.
FANBASE @tereliye_quote
Diperkirakan per 31 Desember 2017, buku-buku Tere Liye tidak akan ada lagi di toko.
FANBASE @tereliye_quote
Keputusan ini kami ambil mengingat tidak-adilnya perlakuan pajak kepada profesi penulis.
FANBASE @tereliye_quote
Dan tidak pedulinya pemerintahan sekarang menanggapi kasus ini.
FANBASE @tereliye_quote
Insya Allah, buku-buku baru atau tulisan-tulisan terbaru Tere Liye akan kami posting lewat media sosial page ini secara gratis,
FANBASE @tereliye_quote
dan atau akses lainnya yang memungkinkan pembaca bisa menikmatinya tanpa harus berurusan dengan ketidakadilan pajak.
FANBASE @tereliye_quote
Kami akan tetap aktif dalam berbagai acara literasi, page facebook ini juga akan terus dijalankan seperti biasa. Salam literasi buat semua.
FANBASE @tereliye_quote
Mari terus menulis bahkan jika hanya bisa ditulis di atas daun-daun sekali pun :) *TERE LIYE
FANBASE @tereliye_quote
Kalian harus tahu, penulis buku adalah orang paling dermawan kepada negara. Kalian harus sopan sekali kepada penulis buku,
FANBASE @tereliye_quote
karena dia membayar pajak lebih banyak dibanding kalian semua. :) Eh, saya serius loh, tidak sedang bergurau.
FANBASE @tereliye_quote
Di sebuah komplek misalnya, ada 10 rumah. Rumah A adalah dokter, Rumah B adalah akuntan, Rumah C adalah arsitek, Rumah D adalah pengusaha,
FANBASE @tereliye_quote
Rumah E adalah pengacara, Rumah F adalah karyawan swasta, Rumah G adalah PNS, Rumah H adalah artis terkenal, Rumah I adalah motivator,
FANBASE @tereliye_quote
dan Rumah J adalah Penulis Buku. Maka penulis buku adalah orang yang membayar pajak paling banyak.
FANBASE @tereliye_quote
Kita anggap saja 10 rumah ini semuanya sama penghasilannya: 1 Milyar/tahun.
FANBASE @tereliye_quote
Dan kita anggap saja PTKP (penghasilan tidak kena pajak) rumah ini sama--jadi kita anggap PTKP-nya nol saja, untuk memudahkan ilustrasi.
FANBASE @tereliye_quote
Maka dokter (A), akuntan (B), arsitek (C), artis terkenal (H), motivator (I), pajaknya dihitung sbb: 1 Milyar x 50% (rasio NPPN,
FANBASE @tereliye_quote
kurang lebih demikian rasionya, biar sederhana), dapatlah 500 juta penghasilan netto.
FANBASE @tereliye_quote
Lantas dikalikan lapisan (layer) pajak penghasilan progresif, 50 juta pertama tarifnya 5%, 50-250 juta berikutnya tarifnya 15%,
FANBASE @tereliye_quote
lantas 250-500 juta berikutnya tarifnya 25%. Total pajak rumah2 ini adalah hanya: 95 juta.
FANBASE @tereliye_quote
Sementara Rumah D, karena dia adalah pengusaha UMKM, maka tarif pajaknya hanya 1% dari omzet bruto. Rp 1 Milyar x 1% = Rp 10.000.000.
FANBASE @tereliye_quote
Selesai. Mudah menghitungnya. Tentu, mengingat sifatnya bisnis, belum tentu semua 1 M tadi adalah penghasilan bersih,
Load Remaining (35)
Login and hide ads.