4
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
Pada mau tahu kisah shahih ttg sikap Nabi terhadap penghinaan dirinya g?
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
1. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya ada seorang laki-laki buta yang memiliki seorang budak perempuan
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
2. Budak perempuan itu biasa mencaci maki dan merendahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
3. Sebagai tuan, laki-laki buta itu telah memperingatkan budak perempuannya untuk menghentikan perbuatan buruknya itu.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
4. Namun perempuan itu tidak mau menuruti peringatannya. Perempuan itu tidak mau berhenti menghina Nabi.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
5. Pada suatu malam, budak perempuan itu kembali mencaci maki Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
6. Maki laki-laki buta itu mengambil belati dan menusukkannya ke perut perempuan serta menekannya dengan kuat,
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
7. Dia menekan pisau dengan kuat hingga budak perempuan itu mati, dan keluar janin dari perutnya, mengotori ranjang.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
8. Keesokan paginya, berita pembunuhan perempuan yang hamil itu sampai pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
9. Maka beliau mengumpulkan para sahabat dan bersabda di tengah para sahabatnya:
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
10. “Aku bersumpah dengan nama Allah, hendaknya orang yang melakukan pembunuhan itu berdiri sekarang juga !”
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
11. Laki-laki buta itu berdiri dan menghampiri Nabi shallallahu alaihi wasallam, dan berkata: aku yang membunuhnya. Akulah tuannya.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
12. Dia selalu mencaci maki dan menghina Anda. Aku telah memperingatkannya, namun ia tidak mau peduli.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
13. Aku telah melarangnya, namun ia tidak mau berhenti. Aku memiliki dua orang anak seperti intan pertama darinya.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
14. Ia amat sayang padaku. Ketika tadi malam ia kembali mencaci maki dan menghina dirimu,
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
15. maka aku pun mengambil belati, menusukkan ke perutnya dan menekannya dengan kuat sampai ia tewas.”
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
16. Kita potong sebentar kisah ini. Saya ingin tanya pada kawan-kawan, apa kira-kira jawaban Nabi -alaihis shalatu was salam- ?
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
17. Apakah Nabi -alaihis shalatu wassalam- marah pada si buta itu, dan menyuruh untuk diqishash (dibalas bunuh)?
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
18. Apakah Nabi -shallalllahu alaihi wasallam- marah, dan mengatakan: harusnya budak itu engkau biarkan saja, tidak usah kau bunuh?
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
19. Apakah Nabi -alaihisshalatu wassalam- menasehati orang tua itu: balaslah keburukan dengan kebaikan?
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
20. Apakah Nabi -alaihis shalatu wassalam- mengatakan: tidak perlu engkau membelaku, karena Allah telah membelaku?
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
21. Simaklah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam : “Hendaklah kalian semua menjadi saksi, bahwa darah perempuan itu telah sia-sia.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
22. Apa maksudnya darahnya sia-sia? Artinya darahnya tidak berharga. Dia halal dibunuh. Pembunuhnya tidak dihukum qishash.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
23. Di sini Nabi -alaihis shalatu was salam- membenarkah perbuatan si buta tadi.
Load Remaining (11)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.