0
#99 @PartaiSocmed
Sebenarnya kami sudah ajak @rockygerung yg suka menuduh pihak lain ini utk debat sehat guna menguji siapa sesungguhnya si penyebar hoax
#99 @PartaiSocmed
Namun bukannya menerima ajakan kami utk debat sehat, @rockygerung rupanya lebih memilih lakukan red herring dengan caci maki khasnya pic.twitter.com/qx08A9EIEZ
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Karena tidak mendapat tanggapan yg santun dari @rockygerung maka kami putuskan untuk kultwit saja agar publik tercerahkan
#99 @PartaiSocmed
Jaman sekarang ini memang aneh, banyak maling teriak maling. Contoh, peternak tuyul sosmed teriak2 anti tuyul
#99 @PartaiSocmed
Demikian juga dgn @rockygerung ini. Dia sendiri raja hoax tapi teriak2 menuduh pihak lain produsen hoax. Presiden RI pula yg dituduhnya.
#99 @PartaiSocmed
Tapi kami bukan @rockygerung yg suka menuduh tanpa bukti alias hoax. Mari kita lihat bersama2 betapa hoax-nya dia selama ini.
#99 @PartaiSocmed
Kita mulai dari gelar akademis @rockygerung dulu. Benarkah dia seorang profesor atau sarjana biasa?
#99 @PartaiSocmed
Kenapa kami singgung soal ini? Sebab @rockygerung sering dipanggil "Prof" dan tidak ada bantahan atau klarifikasi darinya pic.twitter.com/uJzl5a4gpH
Expand pic
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Dari situs resmi UI ternyata gelar @rockygerung hanyalah SS. Bukan SchutzStaffel-nya NAZI tapi Sarjana Sastra. Hehee.. pic.twitter.com/9hoRE4qvzR
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Jika gelar akademis @rockygerung cuma sarjana seharusnya sebagai pejuang anti hoax dia klarifikasi bahwa dia bukanlah seorang profesor
#99 @PartaiSocmed
Namun yg terjadi @rockygerung seperti menikmati hoax seputar gelar akademisnya dan tidak lakukan klarifikasi apapun. Itu hoaxnya yg pertama pic.twitter.com/nG5LspwYHl
Expand pic
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Selanjutnya @rockygerung menuduh pihak istana hanya berdasarkan asumsinya sendiri tanpa disertai bukti apapun. Hanya utk penggiringan opini pic.twitter.com/YuqOicB3jy
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Padahal maksud kami agar @rockygerung tidak jadi kalap seperti Ongen kedua. Tapi sekonyong2 dia menuduh istana tanpa alasan. Ini hoax juga pic.twitter.com/rCT2LfLiLE
Expand pic
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Selanjutnya adalah tentang kegiatan @rockygerung sebagai "mentor" debat AHY dalam pilkada kemarin.
#99 @PartaiSocmed
Terlepas diakui sebagai timses atau bukan, tapi aktivitas @rockygerung dalam membimbing AHY dlm debat pilkada sudah diketahui semua pihak pic.twitter.com/ZPR57KKVkA
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Maka pertanyaannya adalah, apakah @rockygerung menerima imbalan materi atas jerih payahnya itu atau tidak?
#99 @PartaiSocmed
Jika @rockygerung menerima imbalan atas jerih payahnya membantu AHY tersebut, maka apakah pendapatnya sebagai akademisi masih obyektif?
#99 @PartaiSocmed
Bahkan jikapun @rockygerung seorang malaikat yg membantu AHY tanpa imbalan apapun, pendapatnya sebagai akademisi sudah tidak obyektif lagi
#99 @PartaiSocmed
Namun jika ada orang mengeluarkan pendapat sebagai akademisi karena imbalan tertentu, maka dia layak disebut "pelacur akademis"
#99 @PartaiSocmed
Berikutnya adalah tentang pernyataan @rockygerung yg kontroversial ini pic.twitter.com/FZuAhmhbLA
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Mungkin @rockygerung masih belum move on dr jaman SBY berkuasa dulu. Dimana para pemuka agama terang2an menunjuk hidung SBY sbg PEMBOHONG
#99 @PartaiSocmed
Ini beritanya: Inilah 9 Kebohongan SBY Versi Tokoh Agama google.co.id/amp/m.tribunne… pic.twitter.com/ISu6FwOPnk
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Mulai dr Din Syamsuddin, Buya Syafii Maarief, Solahuddin Wahid, Ketua KWI M Situmorang, Ketua PGI Pdt Andreas Yewangu menuding SBY pembohong
#99 @PartaiSocmed
Bahkan ketika diundang Presiden ke Istana para pemuka agama saat itu menolak hadir. Ini beritanya m.detik.com/news/berita/17…
Load Remaining (9)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.