0
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Bagaimana vibrasi makanan mempengaruhi tubuh kita. Makanan yg dibuat dgn cinta, yang makan akan mendapatkan vibrasi cinta dari makanan. (1)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Makanan direstoran yang dibuat dengan tujuan material, keuntungan. Vibrasi yang kita dapatkan adalah vibrasi material yang menyedihkan. (2)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Itulah kenapa anak yang makan makanan yang dimasak sendiri/oleh ortu lebih spiritual dari pada membeli diluar. (3)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Dan apalagi makanan yang kita makan tidak menyakiti/ahimsa siapapun sebelumnya. Hinduisme menyarankan vegetarian. (4)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Ide vegetarian dari Hinduisme memiliki nilai ahimsa, spiritual:tidak membawa karma buruk, kesehatan dan ekonomi:murah. (5)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Yang penting makanan sukla kita layak makan seperti ide dari tokoh Hindu belakangan ini. Makanan yang baik adalah yang satvik/murni. (6)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Kalau dilihat dari nilai yang Hinduisme miliki, kenapa masyarakat Hindu di Bali belakangan ini materialistik? Lihatlah apa yang dimakan. (7)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Hinduisme tidak mengenal istilah seperti Halal-Haram dalam Islam. Konsep itu tidak cocok dengan ide ahimsa & vegatarian dari Hinduisme. (8)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Sukla itu membawa vibrasi politis dan keakuan. Dimana tujuannya agar umat Hindu eksis dari tekanan kuliner umat lain & akses peluang. (9)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Kuliner dari Hindu memang harus eksis tapi harus diperhatikan nilai apa yang dipromosikan. Nilai satvik atau nilai sukla. (10)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Hinduisme menyarakan kepada ortu agar memberikan anak makanan yang dimasak dg cinta ortu. Itu mengurangi vibrasi material dari makanan. (11)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Vibrasi material itu sangat menyedihkan. Membawa karma buruk untuk level spiritual pribadi kita. (12)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Apa yang kita makan-minum akan berpengaruh pada level spiritual. Diperlukan kesadaran untuk hal pribadi ini. (13)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Hinduisme adalah pengetahuan kesadaran yg tidak pernah memaksa, hanya menyarankan. Ini gaya hidup sesuai Veda. (14)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Hidup hanya sekali nikmatilah makanan-minuman enak. Pernyataan itu bagi yang belum mengetahui nilai spiritual. (15)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Menikmati soda & alkohol? Itu semua minuman sampah. Tidak membawa manfaat untuk level spiritual diri bahkan kesehatan (16)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Makanan-minuman apa yang tidak disarankan pada Hinduisme itu linier dengan dunia kesehatan. (17)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Cobalah menjadi ahimsa dan vegetarian dalam menikmati makanan-minuman, rasakan perbedaannya. Jiwa akan lebih terasa bahagia. (18)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Salah satu faktor kebahagian jiwa yang menyedihkan adalah makanan-minuman yang satvik. Murni, tidak membawa karma buruk dan sehat. (19)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Menjalani gaya hidup Hinduisme memang berat di Kaliyuga ini. Dalam kebahagian material kamu takkan mendapatkan kebahagian jiwa. (20)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Seseorang yang menekuni dunia spiritual akan memilih makanan-minuman vegetarian hingga yang satvik. (21)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Makanan-minuman yang membawa energi dan vibrasi menyedihkan dapat menurunkan nilai spiritual dari jiwamu. Perlu diet untuk mendalami. (22)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Seseorang yang taat dalam dunia spiritual terdapat batasan makanan-minuman adalah kesadaran, bukan penderitaan. (23)
Sanatan Dharma | Indonesian @infoHINDU
Makanan-minuman apa yang kamu nikmati akhirnya ditentukan oleh kesadaran pribadi terhadap seberapa dalam nilai spiritual kamu. (24)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.