Bahaya! Terjadi Hal2 ini Ketika Data Pribadi Sendiri & Orang Lain Diumbar di Internet Tanpa Mikir Panjang

Internet, sosmed dan perangkat komunikasi memberikan kemudahan data pribadi menyebar
0
Ines reminds you to go to therapy @keinesasih

Entah kenapa masih banyak orang yang menganggap sangat remeh privasi orang lain dan keamanan data pribadi di internet. pic.twitter.com/sEICz12HE6

19/07/2017 11:40:08 WIB
Expand pic
Ines reminds you to go to therapy @keinesasih

Kalau ada orang tua murid yang lebih dulu lalai menyebarkan, justru harus diingatkan. Ada puluhan keluarga yang ia langgar sekaligus.

19/07/2017 11:43:15 WIB
Ines reminds you to go to therapy @keinesasih

Ini malah, "Protes juga ke yang nyebarin duluan." Kayak anak SD main tunjuk-tunjukan waktu ditegur.

19/07/2017 11:45:06 WIB
Asta @ChelsGaze

@keinesasih Biasanya ya karena nggak tahu, mbak.

19/07/2017 11:52:34 WIB
Ines reminds you to go to therapy @keinesasih

@ChelsGaze Tapi dikasihtahu ndableg? Memangnya ini bukan sesuatu yang masuk akal ya???

19/07/2017 11:53:50 WIB
Asta @ChelsGaze

@keinesasih Ya karena memang bener2 ga paham sama konsep privasi (especially on the internet). Jadi waktu dikasih tahu malah bereaksi "paansi lebay".

19/07/2017 11:56:56 WIB
Asta @ChelsGaze

@keinesasih kayak manusia purba kaget liat api kali ya

19/07/2017 11:58:56 WIB

Ini bahaya mengunggah dan membagikan sesuatu yang bersifat milik pribadi atau orang lain...

Jawa Pos @jawapos

Bahaya! Hampir Separuh Netizen Umbar Data Pribadi ke Medsos jawapos.com/read/2017/06/0…

03/06/2017 14:54:17 WIB

Media sosial mengubah segala kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Berbagi momen boleh saja, asal jangan sampai berbagi data-data pribadi di media sosial. Penelitian Kaspersky Lab mengungkapkan, mayoritas pengguna 93 persen berbagi informasi secara digital, dan hampir separuh atau 44 persen pengguna internet, menjadikan data milik mereka dapat diakses publik. Dampaknya, begitu data pribadi masuk ke ranah publik, maka data tersebut dapat dibagikan secara luas bahkan melampaui kendali pemiliknya.
Berdasarkan penelitian, dari 93 persen pengguna, sebanyak 70 persen berbagi foto serta video anak-anak mereka. Kemudian, 45 persen berbagi video serta foto-foto pribadi yang sensitif kepada orang lain.
"Kebiasaan ini bahkan lebih buruk lagi terutama di kalangan anak muda, di mana sejumlah besar informasi pribadi milik mereka dapat dengan mudah diakses oleh orang asing," kata Head of Consumer Business di Kaspersky Lab, Andrei Mochola, dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/6).
Satu dari lima pengguna internet mengakui bahwa mereka berbagi data-data sensitif dengan orang yang tidak mereka kenal baik, dan dengan orang asing. Sehingga membatasi kemampuan mereka dalam mengendalikan bagaimana data sensitif mereka digunakan.
Hal ini berarti, pengguna mengekspos diri mereka kepada potensi pencurian identitas. Selain itu, adanya potensi serangan finansial dengan membagikan rincian keuangan dan pembayaran 37 persen, pemindaian paspor, surat ijin mengemudi dan dokumen pribadi lainnya 41 persen atau kata sandi 30 persen.
Temuan ini merupakan bagian dari laporan Kaspersky Lab yang mengulas kebiasaan berbagi data para pengguna internet. Penelitian tersebut menemukan bahwa pengguna internet tidak hanya berbagi data, mereka juga berbagi perangkat untuk menyimpan data-data berharga milik mereka.
Sebenarnya, satu dari sepuluh atau 10 persen pengguna bahkan membagikan PIN untuk mengakses perangkat mereka dengan orang asing. Satu dari lima atau 22 persen pengguna membiarkan perangkat mereka tidak terkunci dan tidak diawasi ketika berada di tengah sekelompok orang. Selanjutnya, hampir seperempat atau 23 persen pengguna memberikan perangkat mereka kepada orang lain untuk digunakan selama beberapa waktu.
"Berbagi data pribadi dengan orang lain dan perusahaan merupakan kebiasaan yang sangat berbahaya jika terus dibiarkan," tukas Andrei.

M. Dewa @martindkd

@keinesasih Di grup FJB FB, suka ada yg ngepost foto barang jualannya disamping KTP/SIM sendiri. Boro2 orang lain.. Privasi sendiri aja dianggap remeh.

19/07/2017 13:58:43 WIB
Ronald Nababan @RonNababan

@keinesasih Ini nama2 dipamerin sengaja buat diketawain kan yah?

19/07/2017 16:31:20 WIB
Ines reminds you to go to therapy @keinesasih

Tambahan, not my initial and main concern but... Adds more assholery point. twitter.com/RonNababan/sta…

19/07/2017 21:48:19 WIB
🗝 @adnaus

@keinesasih Jangankan ortu murid, Mba, akun laboratorium universitas pun upload foto daftar nama mahasiswa & NIM lengkapnya. Yang punya NIM bisa apa 😩

20/07/2017 08:13:24 WIB
Yusti Uthe @yustiuthe

@keinesasih @aMrazing Mungkin bisa report tweetnya aja? Biar dihapus sama twitter

20/07/2017 17:26:57 WIB
indah @ndah_SJ

@keinesasih @aMrazing Aku pernah, negur temen yg upload KTP pelanggan nya cuma gara-gara nama tuh pelanggan dia anggap "LUCU", kemudian gw di blokir dong ya 😩😩

20/07/2017 17:59:05 WIB
pender @orangharat

@keinesasih @norhadijahh Bukan nganggap remeh, tp belum tau efek dr hal2 semacam itu ~

20/07/2017 19:00:30 WIB
Either my way or Huawei @bulatbersinar

@keinesasih Cuy itu nama orang gak disensor untuk melindungi privacy ybs?

20/07/2017 20:13:06 WIB
🌲🌳🌴💐🌸🌻 @_butet_harahap

@keinesasih @aMrazing @rasjawa polisi pernah menghimbau jangan pasang stiker keluarga di kaca mobil, apalagi mencantumkan nama. Beresiko jadi sasaran kejahatan.

20/07/2017 20:34:40 WIB
Amanda @amandanand

@keinesasih @aMrazing Ini bener banget. Dulu web SMA aku upload semua data siswa & alumni2nya mulai dr alamat sampe no telp. Pas diprotes,alasannya buat database😅

22/07/2017 21:48:07 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!