0
#99 @PartaiSocmed
PEMBUSUKAN DI TUBUH PARTAI DEMOKRAT pic.twitter.com/wfljG0XSit
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Sebenarnya pembusukan sudah terjadi sejak awal Partai Demokrat berkuasa dulu dan berlanjut hingga 10 tahun masa kekuasaan SBY.
#99 @PartaiSocmed
Mulai dari begitu banyaknya kader Partai Demokrat yg menjadi pasien KPK, hingga turun kastanya SBY menjadi Ketum PD
#99 @PartaiSocmed
Dan hasilnya, setelah 10 tahun berkuasa Partai Demokrat mendadak menjadi partai bukan siapa2 di pemilu 2014
#99 @PartaiSocmed
Apakah anjloknya suara PD di pemilu 2014 itu menyadarkan mereka? Ternyata tidak. Pembusukan masih terjadi di tubuh PD bahkan makin menggila
#99 @PartaiSocmed
Sesungguhnya pembusukan di tubuh Partai Demokrat disebabkan oleh beberapa faktor utama, antara lain:
#99 @PartaiSocmed
Pertama, Gagalnya Proses Kaderisasi. Kegagalan proses kaderisasi ini bahkan sudah dimulai sejak proses rekrutmen kader.
#99 @PartaiSocmed
Kita ingat di masa2 kajayaan PD banyak merekrut kader instan. Pencari peruntungan dan tak punya akar sejarah sedikitpun dgn Partai Demokrat.
#99 @PartaiSocmed
Rekrutmen di Partai Demokrat, baik di pusat hingga daerah lebih didasarkan pada pertimbangan pragmatis, instan dan bahkan nepotisme.
#99 @PartaiSocmed
Proses regenerasi kepemimpinan di tubuh Partai Demokrat pun lebih didasarkan pada pertimbangan pragmatis, instan dan nepotisme
#99 @PartaiSocmed
Akibatnya bisa ditebak. Kader2 instan yg direkrut Partai Demokrat bukanlah kader ideologis. Mereka tak lebih dari para pencari kerja.
#99 @PartaiSocmed
Kader2 avonturir pencari kerja inilah yg kemudian terbukti membawa malapetaka luar biasa bagi Partai Demokrat
#99 @PartaiSocmed
Maka kader2 Partai Demokrat ramai2 menjadi pesakitan kasus korupsi. Banyak dr mereka adlh kader2 baru yg langsung mendapat posisi strategis
#99 @PartaiSocmed
Mereka antara lain adalah Nazaruddin, Angelina Sondakh, Anas Urbaningrum, Andi Malaranggeng, dan masih banyak lagi
#99 @PartaiSocmed
Selain proses rekrutmen yg pragmatis dan instan. Nepotisme juga sangat mewarnai rekrutmen di Partai yg pernah ingin jadi partai modern ini
#99 @PartaiSocmed
Di jajaran kepengurusan pusat PD ada reuni keluarga besar SBY seperti: Ibas, Sartono Hutomo, Dwi Astuti Wulandari, Agung Budi Santoso, dll
#99 @PartaiSocmed
Proses pemiluhan kepemimpinan nasional dari partai ini pun penuh nuansa nepotisme. Pokoknya harus anak SBY pic.twitter.com/d5NmOlUHik
Expand pic
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Memang pernah ada seorang Anas Urbaningrum yg berhasil menjadi Ketum PD. Namun dia justru dianggap sebagai ancaman terhadap owner partai
#99 @PartaiSocmed
Dan kita semua tahu bagaimana akhir perseteruan terbuka antara Anas dan SBY. Anas terlalu naif berpikir bisa memimpin partai itu pasca SBY
#99 @PartaiSocmed
Melihat apa yg dialami Anas Urbaningrum mk kader2 lain dipaksa utk belajar menjadi 'cerdas'. Jangan berharap menguasai partai milik keluarga
#99 @PartaiSocmed
Akibatnya pasca ontran2 dengan Anas Urbaningrum, Partai Demokrat hanya memiliki kader2 "yes men".
#99 @PartaiSocmed
Kondisi ini makin memperparah proses pembusukan yg sudah terjadi sejak awal. PD makin dipenuhi kader2 instan pencari peruntungan
#99 @PartaiSocmed
Dan setelah gagal total mempertahankan suaranya di pemilu 2014 apakah kader2 Partai Demokrat menyadari kesalahannya lalu introspeksi?
#99 @PartaiSocmed
Ternyata tidak. Partai Demokrat sudah terlanjur dipenuhi oleh kader2 yes man. Kemampuan mrk cuma menyenangkan SBY, bukan membesarkan partai
#99 @PartaiSocmed
Bahkan Partai Demokrat dgn kader2 muda yes man ini jauh lebih parah dibanding senior2nya dulu. Berikut indikasi moral hazard yg diderita PD:
Load Remaining (10)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.