2
Ryu Hasan @ryuhasan
Sampai 20 thn lalu, perubahan perilaku yg terjadi pada perempuan menopause hanya dipandang sbg suatu momen perkembangan psikologis.
Ryu Hasan @ryuhasan
Sekarang bagi saintis sudah jelad bhw perubahan perilaku perempuan menopause dicetuskan konstelasi biologis yang bener2 baru di otaknya
Ryu Hasan @ryuhasan
Ada anggapan bhw perempuan yg sdh menopause mengabaikan semua hal dan semua orang. Bahkan banyak yg meyakini ini adalah "kodrat" perempuan.
Ryu Hasan @ryuhasan
Ini sering membingungkan perempuan pra-menopause dan mengagetkan pasangannya juga. Sebenernya apa yg terjadi di otak perempuan menopause?
Ryu Hasan @ryuhasan
Perempuan yg sudah menopause tdk akan terlalu mempersoalkan bagaimana menyenangkan orang lain, dan cenderung ingin menyenangkan diri sendiri
Ryu Hasan @ryuhasan
Pada sirkuit2 otak perempuan menopouse, aliran impuls justru jadi lebih stabil, tak ada lagi gejolak estrogen-progesteron akibat siklus haid
Ryu Hasan @ryuhasan
Tak ada lagi sirkuit2 reaksi cepat di amigdala yg menimbulkan PMS. Otak perempuan menopause jadi sprt mesin yg lebih pasti dan makin mantap.
Ryu Hasan @ryuhasan
PMS, gejala prahaid, sebenarnya adalah akibat kerja sirkuit reaksi cepat di amigdala yg bisa mengubah cara perempuan memandang realita.
Ryu Hasan @ryuhasan
Pada perempuan menopause, sirkuit otak antara pusat emosi dan area penilaian emosi serta pertimbangannya, berfungsi scr penuh dan konsisten.
Ryu Hasan @ryuhasan
Memang sih, amigdala perempuan menopause tetap lebih aktif dibanding amigdala laki2 jika ada ancaman, tapi sdh tdk lagi gampang2 nangisan :)
Ryu Hasan @ryuhasan
Saat ini, 51 tahun 6 bulan adalah usia rata2 terjadinya menopause, yaitu 12 bulan setelah menstruasi terakhir seorang perempuan.
Ryu Hasan @ryuhasan
Menopause adalah 12 bln stlh ovarium berhenti produksi hormon2 pendongkrak sirkuit2 komunikasi, emosi, dan dorongan utk menghindari konflik.
Ryu Hasan @ryuhasan
Sirkuit2 ini sih masih di tempatnya, tapi bahan bakar mesin yg peka dlm melacak emosi org lain ini mulai berkurang. Lebih bisa bilang EGP :)
Ryu Hasan @ryuhasan
Kelangkaan hormon2 bahan bakar sirkuit2 emosi ini menyebabkan perubahan besar dlm cara pandang perempuan menopause terhadap realita hidup.
Ryu Hasan @ryuhasan
Dg turunnya estrogen, oksitosin pun jadi ikutan turun, shg otak perempuan menopause tdk lagi terlalu tertarik dg segala macam nuansa emosi.
Ryu Hasan @ryuhasan
Krn serbuan dopamin yg tak lagi gencar, otak perempuan menopause tdk lagi terlalu berminat jadi juru perdamaian. Bukan urusan guwe! :)
Ryu Hasan @ryuhasan
Otak perempuan menopause juga tidak lagi merasakan ilusi rasa nikmat yg diberikan oksitosin ketika menjaga dan mengasuh anak2 mereka :)
Ryu Hasan @ryuhasan
Akibatnya perempuan menopause tdk terlalu ingin lagi memperhatikan kebutuhan org lain. Ilusi kenyamanan menyenangkan org lain sdh hilang :)
Ryu Hasan @ryuhasan
Ini semua terjadi mendadak, ketika ovarium tiba2 berhenti produksi hormon2 emosi tadi itu
Ryu Hasan @ryuhasan
Yg jadi masalah adlh org2 di sekitar seringkali tdk memahami bhw semua aturan2 internal dlm tubuh perempuan menopause sedang ditulis ulang.
Ryu Hasan @ryuhasan
Sebenarnya konstelasi hormon2 seorang perempuan sudah mengalami perubahan selama beberapa tahun sebelum datangnya menopause
Ryu Hasan @ryuhasan
Bermula awal usia 40an, otak perempuan jadi kurang peka thd estrogen, dimulailah rangkaian variasi gejala2 di masa yg disebut perimenopause
Ryu Hasan @ryuhasan
Nah gejala2 yg disebut perimenopause ini lah masalah sebenernya, mulai munculnya rasa panas dan nyeri sendi hingga kecemasan dan depresi
Ryu Hasan @ryuhasan
Justru di masa perimenopause ini sering terjadi koslet keharmonisan pasangan, bukan krn dorongan seksual menurun, tapi krn sama2 bingung.
Ryu Hasan @ryuhasan
Kestabilan kondisi otak perimenopause sebenarnya bisa semakin gawat pada usia 47-48 bahkan sampai 24 bln berikutnya. Ini yg perlu dipahami.
Load Remaining (12)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.