0
Partai Gerindra @Gerindra
1. Tahukah sahabat jika Oktober 2017 pemerintah harus bayar utang dan bunganya yg jatuh tempo sekitar Rp500 triliun?
Partai Gerindra @Gerindra
2. Maka defisit APBN 2017 = 330 triliun. Berarti total sekitar Rp800 triliun.
Partai Gerindra @Gerindra
3. Membesarnya utang pemerintah tak bisa lepas dari postur APBN yg terus mengalami defisit. Pada tahun 2014 defisit APBN sebesar 2,25%.
Partai Gerindra @Gerindra
4. Tahun 2015 sebesar 2,59%, tahun 2016 sebesar 2,49%, dan tahun 2017 direncanakan sebesar 2,41% atau sekitar Rp330,2 triliun.
Partai Gerindra @Gerindra
5. Dari pengalaman yg ada, seringkali defisit melenceng dari target sebagaimana yg terjadi pada APBN-P 2016 yg lalu.
Partai Gerindra @Gerindra
6. Itu tergantung dari kerja keras pemerintah untuk merealisasikan pendapatan negara dan belanja negara sesuai dengan APBN TA 2017.
Partai Gerindra @Gerindra
7. Apakah bayar utang + bunga bisa langsung cairkan cadangan devisa (cadev) negara yg sekitar USD100 miliar?
Partai Gerindra @Gerindra
8. Atau cadev yg katanya USD40 miliar? Kalau bisa kenapa harus heboh? Walau terkait dengan pertumbuhan ekonomi yang turun?
Partai Gerindra @Gerindra
9. Dengan berakhirnya program Pengampunan Pajak, sepertinya sulit bagi pemerintah merealisasikan penerimaan negara dari sektor pajak.
Partai Gerindra @Gerindra
10. Ini menjadi ancaman nyata tidak tercapainya target APBN 2017, kecuali pemerintah lebih kreatif lagi dalam menggenjot sumber penerimaan.
Partai Gerindra @Gerindra
11. Jika tidak tercapai, maka jalan paling cepat untuk membiayai defisit adalah dengan utang. Salah satunya dgn menerbitkan SBN.
Partai Gerindra @Gerindra
12. Akibatnya SBN akan makin gemuk. Yang mirih, porsi kepemilikan asing atas SBN hingga Mei 2017 mencapai 39,15%.
Partai Gerindra @Gerindra
13. Mayoritas investor asing masih memegang SBN dengan jangka menengah-panjang di atas 5 tahun.
Partai Gerindra @Gerindra
14. Hal ini memberi ancaman baru. Kontribusi SBN terhadap total pembiayaan utang rata-rata mencapai di atas 100% per tahun.
Partai Gerindra @Gerindra
15. Kecanduan yg berlebih terhadap SBN tersebut sudah pasti akan meningkatkan risiko fiskal.
Partai Gerindra @Gerindra
16. Risikonya adalah adanya ancaman pembalikan dana secara tiba-tiba dan dalam jumlah besar (sudden reversal) yg dapat berdampak sistemik.
Partai Gerindra @Gerindra
17. Ancaman paling besar adalah masih besarnya ketimpangan antara orang kaya dan miskin. Saat ini ketimpangan masih di angka 0,39.
Partai Gerindra @Gerindra
18. Artinya, ada sekitar 1% orang yg menguasai hampir 40% kekayaan nasional. Ini adalah lampu kuning, sebuah peringatan untuk pemerintah.
Partai Gerindra @Gerindra
19. Tidak menutup kemungkinan bisa berimplikasi pada krisis sosial jika tidak segera ditangani dengan serius.
Partai Gerindra @Gerindra
20. Jika dianalisis lebih dalam, komponen utang berupa pinajaman memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Partai Gerindra @Gerindra
21. Secara nyata itu dapat dilihat pada depresiasi nilai tukar riil akibat masuknya pinjaman pemerintah yg berasal dari luar negeri.
Partai Gerindra @Gerindra
22. Hal ini kemudian menyebabkan daya saing produk domestik melemah dan ekspor bersih Indonesia yg akhirnya menghambat pertumbuhan.
Load Remaining (1)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.