0
Rachland Nashidik @RachlanNashidik
1. Presidential Treshold 20 - 25% perlu dikritik keras dari sisi upaya membuat disain kepolitikan yang sesuai dengan sistem Presidensial.
Rachland Nashidik @RachlanNashidik
2. PT hanya bisa operasional bila pileg dan pilpres dibedakan waktunya. Pileg lebih dulu, untuk mengetahui: partai mana dapat suara berapa?
Rachland Nashidik @RachlanNashidik
3. Dari perolehan suara/kursi partai di DPR baru diketahui partai mana yang bisa mengajukan sendiri calon presiden atau harus berkoalisi.
Rachland Nashidik @RachlanNashidik
4. Tapi disain begitu sebenarnya membuat Pilpres jadi produk perolehan suara/kursi partai di DPR. Lebih dekat dengan sistem parlementer.
Rachland Nashidik @RachlanNashidik
5. Pelaksanaan pileg dan pilpres dalam waktu yang bersamaan, bukan saja berkonsekuensi PT jadi tidak bisa, namun juga tidak mungkin.
Rachland Nashidik @RachlanNashidik
6. Tapi ada yang jauh lebih penting: tujuan pemilu serentak sebenarnya demi mendekatkan disain kepolitikan kita kepada sistem Presidensial.
Rachland Nashidik @RachlanNashidik
7. Dengan pemilu serentak, pilpres jadi proses politik terpisah dan lebih otonom. Bukan lagi hasil perolehan suara/kursi partai di DPR.
Rachland Nashidik @RachlanNashidik
8. Maka kengototan Presiden memasang Presidential Treshold dalam pemilu serentak 2019 bukan saja absurd namun juga sangat mencurigakan.
Rachland Nashidik @RachlanNashidik
9. Ngotot masang PT sama dengan membalikkan upaya mendekatkan disain kepolitikan kita pada sistem Presidensial, kembali ke arah parlementer.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.