0
Ian Putra @Ianputrah
1. Soal wartawan di era Orba, sdh aku kultwitkan. Wartawan Media Cetak Di Era Orba" lihat http://t.co/VW8jPLEM
Ian Putra @Ianputrah
2. Bgmn ttg Wartawan & Media Cetak di pasca Orba? Berikut kultwitku sbg pencerahan
Ian Putra @Ianputrah
3. Di masa Orba,untuk mendirikan Media Cetak dibutuhkan SIUPP (Surat Ijin Usaha Penerbitan Pers). Selain persyaratan lainnya.
Ian Putra @Ianputrah
4. Untuk dptkan SIUPP bukanlah hal mudah. Selain sulit juga butuh referensi dr berbagai institusi. Ber-belit2 dan blm tentu dikabulkan.
Ian Putra @Ianputrah
5. Kontrol pemerintah sangat ketat. Shg pertumbuhan jumlah media cetak dimasa itu, relatif stagnan.
Ian Putra @Ianputrah
6. Baik media cetak pusat. Maupun media cetak di daerah. Hanya pihak2 yg dekat dgn pusat kekuasaan yg bs dptkan SIUPP.
Ian Putra @Ianputrah
7. Akibatnya, pihak yg ingin dirikan media cetak lbh baik membeli SIUPP yg ada. Berasal dr media cetak beroplah kecil.
Ian Putra @Ianputrah
8. Umumnya bermodal kecil. Hidupnya bergantung pd pelanggan dan sedikit iklan.
Ian Putra @Ianputrah
9. Di th '84an terjadi perubahan mendasar, pemodal kuat melihat potensi media cetak sbg industri yg mampu hslkan uang.
Ian Putra @Ianputrah
10. Mulailah era, pembelian SIUPP media cetak di daerah oleh mereka. Yg awalnya tdk mau jual, lambat laun akhirnya berpindah tangan.
Ian Putra @Ianputrah
11. Kadang alasan pembelian SIUPP, agar spy tdk jatuh ke tangan kompetitor. Dibeli, habis itu dibiarkan mati.
Ian Putra @Ianputrah
12. Fenomena ini banyak dijumpai di daerah2. Media cetak beroplah dibwh 10.000 eksemplar.
Ian Putra @Ianputrah
13. Masuknya modal kuat berimbas pd warna pemberitaan. Nilai2 jurnalisme terkikis oleh kepentingan pemodal.
Ian Putra @Ianputrah
14. Independensi redaktur dan wartawan sangat rentan. Berbeda di media cetak yg pemiliknya punya latar belakang jurnalis.
Ian Putra @Ianputrah
15. Meskipun demikian, media cetak milik pemodal kuat tdk bs serta merta tampil seenaknya. Kontrol pemerintah msh kuat.
Ian Putra @Ianputrah
16. Media cetak tsb. tdk bs seenaknya muat berita yg melawan arus. Bisa2 dibreidel pemerintah Orba.
Ian Putra @Ianputrah
17. Th '98, Orba jatuh. Alam keterbukaan berhembus. Kebijakan ttg media cetak berubah total.
Ian Putra @Ianputrah
18. Pasca Orba, membuat usaha penerbitan pers (koran, tabloid, majalah dan sejenisnya) sangatlah mudah.
Ian Putra @Ianputrah
19. Hal ini diatur dlm UU No 40 Th 1999. Unt dirikan usaha penerbitan pers hanya perlu dua syarat.
Ian Putra @Ianputrah
20. Pertama, perusahaan hrs berbadan hukum. Bisa PT, yayasan atau koperasi. Bahkan Commanditaire Vennootschap/CV jg boleh.
Ian Putra @Ianputrah
21. Kedua, perusahaan wajib umumkan nama, alamat dan penanggung jwb scr terbuka di media bersangkutan.
Ian Putra @Ianputrah
22. Ditambah nama dan alamat percetakan. Serta susunan redaksi.
Ian Putra @Ianputrah
23. Bila tdk penuhi syarat diatas, perusahaan pers diancam pidana denda paling banyak Rp 100 juta.
Ian Putra @Ianputrah
24. Akibatnya terj lonjakan jumlah penerbitan pers. Di th 1999, terdpt 299 koran, 886 tabloid, 491 majalah,11 buletin.totak 1.687
Ian Putra @Ianputrah
25. Umumnya milik pemodal kuat dan menengah. Yg punya afiliasi bisnis diluar bisnis penerbitan pers.
Load Remaining (36)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.