Diwawancarai TIME, Novel Bawesdan Curigai Jenderal Polisi Terlibat dgn Teror Air Keras yg Dialaminya

TIME mewawancarai Novel Baswedan di Singapura pada tanggal 10 Juni 2017 dan menyebutkan kecurigaan jenderal polisi terlibat
0

Kepada Time, Novel Baswedan Novel menyebutkan kecuriaannya atas dugaan keterlibatan jenderal polisi. Novel Bawesdan disiram air keras oleh orang tak dikenal pada Selasa, 11 April 2017 ketika pulang sholat di masjid dekat rumahnya

Agus Hamonangan @agushamonangan

'I Don’t Want to Be Sad': Indonesia's Top Graft Buster Talks to TIME From His Hospital Bed time.com/4815928/indone… pic.twitter.com/HCYSXkXKHA

14/06/2017 07:34:40 WIB
Expand pic

He expressed wonder that the police have yet to find the culprits in the latest attack.

“I’ve actually received information that a police general — a high level police official — was involved. At first I said the information was false. But now that it’s been two months and the case hasn’t been resolved, I said [to the person who made the allegation] the feeling is that the information is correct,” Novel said.

In a statement to TIME Tito Karnavian, Indonesia’s national police chief, who has been in frequent communication with Novel, said police were working diligently to solve the case.

“Five people have been detained but after the police checked their alibis it was confirmed they weren’t there at the time of the attack so couldn’t have been the actors,” he wrote in a Whatsapp message to TIME. Tito said Indonesia’s elite counter-terrorism force, Detachment 88 had been dispatched to assist the city’s police in solving the case, and they were looking into people who had cause to resent Novel. That’s a lot of people.

“Really it could be anyone who feels threatened by one of the investigations [Novel] leads,” wrote Simon Butt, a professor who specializes in Indonesian law at the University of Sydney Law School wrote in an email to TIME.

Novel has a reputation for being impossible to intimidate and appeared buoyant despite the condition of his eyes. “I don’t want to be sad,” he said, chuckling. “Whenever we decide to fight for the people, for the many, the result is we’ll be opposed, we’ll be attacked,” he said.

RI @rjlyns_

Waktu ketemu istri Novel, mereka sekeluarga memang pemberani. Terkutuklah wahai otak pelakunya amp.timeinc.net/time/4815928/i…

14/06/2017 01:26:58 WIB

Republika memuat berita kecurigaan Novel Baswedan tersebut ketika diwawancarai Time.http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/17/06/14/ori3j4335-kepada-time-novel-baswedan-ungkap-kecurigaan

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengaku heran dengan perkembangan penyelidikan kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya. Hal itu disampaikan Novel kala diwawancarai media internasional, Time, di kamar sebuah rumah sakit di Singapura.

“Saya sebenarnya telah menerima informasi bahwa seorang jenderal kepolisian—level tinggi dari jajaran kepolisian—terlibat (dalam kasus penyiraman air keras). Awalnya, saya bilang itu informasi yang bisa jadi salah. Namun, kini sudah dua bulan lamanya dan kasus saya tak juga menemukan titik terang. Saya katakan, perasaan saya bahwa informasi itu bisa saja benar,” kata Novel Baswedan, seperti dikutip Time, Selasa (13/6).

Saat menemui awak media Time, Novel duduk di pinggiran tempat tidurnya dengan kondisi lesu. Perban dan pengaman masih membalut mukanya. Kedua matanya masih menjalani pengobatan intensif. Novel mengaku pandangan matanya sangat samar-samar.
Menurut Novel, siraman air keras itu merupakan serangan keenam kalinya yang pernah terjadi pada dirinya. Pada 2011 lalu, Novel menuturkan, sebuah mobil melaju dan memepetnya yang sedang mengemudikan sepeda motor.

Media Time menyebut Novel sebagai seorang penyidik KPK yang tidak pantang menyerah demi menjalankan tugas-tugasnya memerangi korupsi. Reputasi ini membuatnya menjadi target kekerasan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan KPK.

  • “Saya tidak mau bersedih hati,” ujar Novel Baswedan dengan gelak tawa, “Kapanpun kita berkomitmen melawan (korupsi) demi rakyat, demi orang banyak, maka hasilnya kita bisa dimusuhi, diserang,” jelasnya.
    Karena itu, Novel sangat berkeinginan untuk dapat kembali pulih sehingga bisa meneruskan pekerjaan-pekerjaannya di KPK. Saat diwawancari Time, Novel Baswedan ditemani ibundanya yang terus-menerus memberikan semangat kepada anak terkasihnya itu.*
Farid Wadjdi @faridwadjdi

Membahayakan dan mengerikan kalau kecurigaan terhadap keterlibatan jenderal polisi ini memang benar m.republika.co.id/berita/nasiona…

14/06/2017 16:23:34 WIB
ibnu purna @ibnupurna

Ada apa Novel Baswedan secara terbuka ungkapkan kecurigaannya kepada media asing m.republika.co.id/berita/nasiona…

14/06/2017 21:46:54 WIB
Agus Purwadi @Agus_Purwadi

Semoga Alloh SWT segera turun tangan jika tidak ada Keadilan.. | Kepada TIME, Novel Baswedan Ungkap Kecurigaan-republika.co.id/r/ori3j4335

14/06/2017 08:41:10 WIB

Menanggapi kecurigaan tersebut, Kepolisian angkat bicara seperti diberitakan Detik.comhttps://news.detik.com/berita/d-3530737/polisi-minta-novel-laporkan-jenderal-yang-dicurigai-terlibat-teror

Fakta TNI POLRI @FaktaTNIPOLRI

Polisi Minta Novel Laporkan Jenderal yang Dicurigai Terlibat Teror m.detik.com/news/berita/d-… #TrendsOnSocmed

15/06/2017 09:18:27 WIB

Polri meminta Novel melaporkan hal itu untuk ditindaklanjuti kebenarannya. Apabila tidak dilaporkan, dikhawatirkan hal itu sekadar tuduhan tanpa bukti.

  • "Informasi-informasi yang dianggap penting oleh Saudara Novel hendaknya disampaikan kepada penyidik supaya tidak terjadi sebuah tendensi atau tudingan karena informasi itu kan harus diuji," ungkap Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di gedung Divisi Humas, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (14/6/2017).*

"Kalau diberikan kepada penyidik, kita akan teruskan, kita akan selidiki benar-nggaknya. Dari mana alur-alurnya, fakta-fakta apa yang mendukung pernyataan itu, jadi prinsipnya harus diserahkan ke polisi," ucap Martinus dengan tegas.

Menurut Martinus, jika dipublikasikan tapi tak diserahkan secara formal kepada kepolisian melalui format berita acara, nilai informasi tersebut nihil di mata hukum.

"Jadi kalau tidak disampaikan (ke polisi, red), kemudian disampaikan ke publik informasi, itu katakanlah tidak bernilai ya. Kalau menuding seseorang kan harus kita bisa dapat faktanya, waktunya kapan, pukul berapa, di mana, siapa perwiranya," ujar Martinus.

Comment

No comments yet. Write yours!