1
#99 @PartaiSocmed
LAYAKKAH KENAIKAN TARIF DASAR LISTRIK (TDL) GILA-GILAAN INI? pic.twitter.com/lLgOW9NMZL
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Marilah kita awali dengan menyimak pidato Presiden @jokowi terkait mahalnya harga listrik di Indonesia ini pic.twitter.com/02DKAQrdY7
#99 @PartaiSocmed
Dari video tadi sudah jelas ya bahwa Presiden @jokowi sendiri sudah menegur tentang mahalnya biaya listrik kita akibat adanya inefisiensi
#99 @PartaiSocmed
Dalam kampanyenya-pun @jokowi pernah menjanjikan penurunan Tarif Dasar Listrik (TDL) pic.twitter.com/vFAtIi4zSx
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Mengapa TDL kita tidak layak dinaikkan? Sebab menurut @jokowi harga listrik kita saja masih kalah murah dibanding negara lain
#99 @PartaiSocmed
Dan yg lebih penting dari itu, harga listrik yg mahal membuat daya saing kita jadi lemah dibanding negara lain.
#99 @PartaiSocmed
Listrik mahal akan berdampak langsung pada biaya produksi yang mahal. Bagaimana kita mau bersaing dgn negara lain jika listrik kita mahal?
#99 @PartaiSocmed
Lalu apa yg sesungguhnya membuat listrik kita mahal? Salah satu jawabannya sudah dikatakan Presiden @jokowi sendiri: Banyak makelarnya!
#99 @PartaiSocmed
@jokowi Selain itu ada masalah ego sektoral yg lebih mementingkan kepentingan dan keuntungan unitnya sendiri drpd kepentingan rakyat
#99 @PartaiSocmed
Contoh yg menarik adlh kasus perseteruan soal harga uap panas antara PT. GE dan PT. PLN. Sama2 BUMN tapi hanya berpikir untungnya sendiri
#99 @PartaiSocmed
GE menetapkan harga jual yg dianggap terlalu mahal oleh PLN yg akibatnya tentu berdampak pada harga jual listrik PLN pd masyarakat
#99 @PartaiSocmed
Namun untuk menekan PLN agar setuju dgn harga yg diminta PGE mengancam akan melakukan penutupan sumur2 uap untuk PLTP Kamojang.
#99 @PartaiSocmed
Tdk cuma itu, PLN ini rupanya jadi sapi perah. PLN ternyata membeli bahan bakar lebih mahal dibanding swasta. Padahal belinya dr sesama BUMN pic.twitter.com/HQow8BmdaS
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
PLN bahkan membeli gas dgn harga lebih mahal dibanding harga ekspor. Jadi negara lain bisa beli gas lebih murah dr negara kita dibanding PLN
#99 @PartaiSocmed
Belum lagi masalah kerjasama PLN dengan IPP (pembangkit listrik swasta) yg isi perjanjiannya tidak fair dan merugikan rakyat
#99 @PartaiSocmed
Antara lain adanya klausul "Take or Pay" dimana PLN tetap wajib membayar semua produksi listrik swasta meskipun tidak terjual ke masyarakat
#99 @PartaiSocmed
Di satu sisi klausul "Take or Pay" itu memberikan kepastian bisnis bagi investor tapi di sisi lain mengorbankan masyarakat
#99 @PartaiSocmed
Contoh tragisnya adalah yg terjadi di PLTU Bukit Asam yg terpaksa mengalah di "shut down" karena PLN harus menyerap listrik swasta
#99 @PartaiSocmed
Padahal produksi listrik PLTU Bukit Asam lebih murah dibanding harga beli listrik PLN dari IPP China yg baru jadi itu
#99 @PartaiSocmed
Namun karena ada klausul "Take or Pay" itu maka suka tidak suka PLN harus beli semua produksi listrik swasta
#99 @PartaiSocmed
Karena wajib membeli semua produksu listrik swasta maka utk mengurangi surplus yg berlebihan PLN terpaksa mematikan pembangkitnya sendiri
#99 @PartaiSocmed
Lantas kemana beban2 kerugian tersebut akan disalurkan PLN jika bukan ke harga jual listriknya?
#99 @PartaiSocmed
Jika segala inefisiensi di bidang energi ini diatasi maka kita bukan saja tak perlu menaikkan TDL tapi juga bisa menurunkan harga listrik
#99 @PartaiSocmed
Culasnya, alih2 membereskan kebobrokan yg terjadi malah dicari alasan pembenaran untuk menaikkan TDL secara gila2an
#99 @PartaiSocmed
Alasan yg paling populer adalah untuk pembangunan infrastruktur. Padahal ini alasan yg tidak nyambung dan dicari2 saja
Load Remaining (16)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.