0
Prastowo Yustinus @prastow
1981, Memhet Azca menembak Paus JP II. Setelah sembuh, Paus mengunjungi penjara dan memaafkan Mehmet. 2014, Memhet mengirim mawar ke pusara. pic.twitter.com/eBPbfDtnJZ
Expand pic
Kerberooz @kerberooz
@prastow Semakin dekat dngn tuhan, lazimnya orang seharusnya semakin mudah memaafkan & jadi contoh buat yg lain
pizzmaker @amanikirei
@kerberooz @prastow ternyata saya masih belum dekat dengan Tuhan.
Daniel_Jo @danzfikd
@prastow SEORG PEMUKA AGAMA HARUSNYA LEBIH MUDAH MEMAAFKAN DRPD MEMICU GEJOLAK.✌😃
BitterSweet @PFTee
@prastow Kasih mengalahkan kebencian. Praise the lord. Semoga damai jg turun atas negri kita tercinta Indonesia.
move on @50ntipri
@prastow Bener bgt ajaran Tuhan itu, mengalahkan kebencian dgn kasih, smg Indonesia ku terus dan akan terus damai
Rudy RK @Rudy_Erka
@prastow @imanbr cinta yg tulus mampu meredam kebencian
Sapran Sigalingging @sapransigalingg
@prastow kasih mengalahkan kebencian! hebatnya Memhet menjadi orang baik ya.
@lleys Sy@ch @alleySych
@prastow Beginilah seorang yg di tokohkan dlm berlaku & berbwt ..
King @jonathanraymon
@prastow Apapunkeyakinanya hendaknyalah demikin baik pemimpin negara pemimpin umat& indifidutetapi hukum tetap harus menjadi rambu2 yg harus di ikuti

Mehmet Ali Ağca (Pengucapan bahasa Turki: [ˈaːdʒa]; lahir 9 Januari 1958) adalah seorang pembunuh berkebangsaan Turki asal Kurdi yang membunuh wartawan sayap kiri Abdi İpekçi pada tanggal 1 Februari 1979, serta kemudian menembak dan melukai Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 13 Mei 1981, setelah ia melarikan diri dari penjara di Turki. Setelah menjalani hukuman penjara selama 19 tahun di Italia, tempat ia dikunjungi oleh sang Paus dan memeluk Kekristenan, ia dideportasi ke Turki, tempat ia menjalani hukuman 10 tahun. Ia lalu dibebaskan pada tanggal 18 Januari 2010. Ağca menggambarkan dirinya sebagai seorang tentara bayaran yang tidak memiliki orientasi politik, meskipun ia diketahui sebagai seorang anggota Serigala Abu-Abu, suatu organisasi ultranasionalis Turki.

Pada tanggal 27 Desember 2014, 33 tahun setelah kejahatan yang dilakukannya, Mehmet Ali Ağca memperlihatkan diri kepada publik di Vatikan untuk meletakkan bunga-bunga mawar putih di makam Santo Yohanes Paulus II yang baru saja dikanonisasi dan mengatakan kalau ia ingin bertemu dengan Paus Fransiskus, namun permohonannya itu tidak terpenuhi.

Rencana terhadap Paus

Ağca lari ke Bulgaria setelah pembunuhan terhadap wartawan Turki, dan pada Agustus 1980 mulai menyeberangi wilayah Mediterania. Dia memasuki Roma pada 10 Mei 1981 melalui kereta api dari Milan. Di Roma dia mengklaim bertemu dengan tiga rekannya, dua orang Bulgaria dan seorang Turki.

Rencananya adalah Ağca, dan penembak cadangannya Oral Celik agar menembak dari Lapangan Santo Petrus dan kemudian meledakkan sebuah bom untuk memicu kepanikan sehingga mereka dapat melarikan diri ke kedutaan besar Bulgaria. Namun setelah Ağca menembak, Celik panik dan melarikan diri.

Paus ditembak ketika mengendarai sebuah mobil terbuka.
Setelah penembakan tersebut, Yohanes Paulus meminta kepada orang-orang agar "...berdoa bagi saudara saya (Ağca), yang sudah saya maafkan setulus-tulusnya." Pada 1983, tepatnya dua hari setelah Natal, pada 27 Desember 1983, Paus menjenguk pembunuhnya di penjara Italia di mana Ağca ditahan. . Keduanya bercakap-cakap dan berbincang-bincang beberapa lama. Setelah pertemuan ini, Paus kemudian berkata: "Apa yang kita bicarakan harus merupakan rahasia antara dia dan saya. Ketika berbicara dengannya saya anggap ia adalah seorang saudara yang sudah saya ampuni dan saya percayai sepenuhnya."

Motif percobaan pembunuhan yang dilakukan Ağca ini tidak jelas. Dia pernah mengatakan bahwa saat di Bulgaria dia pernah ditemui anggota Dinas Rahasia Bulgaria dan ditawarkan 3 juta Mark untuk membunuh sang Paus namun hal ini kemudian disangkalnya. Ada pula yang menyebut bahwa ada keterlibatan dinas rahasia Soviet, KGB.

Ağca pernah berkata "Bagi saya [sang Paus] adalah lambang dari kapitalisme."

Ağca dihukum penjara seumur hidup atas usaha pembunuhan tersebut. Tahun 1983 Paus menemuinya di penjara dan bicara padanya empat mata. Paus juga menjaga hubungan dengan keluarga Ağca selama bertahun-tahun, menemui ibu Ağca tahun 1987 dan bertemu dengan saudara laki-laki Ağca 10 tahun kemudian. Setelah dipenjara selama 20 tahun, pada bulan Juni tahun 2000 atas permintaan Paus kepada Presiden Italia saat itu, Carlo Azegilo Ciampi, Ağca mendapat pengampunan dan dideportasi ke Turki.

URL Wikipedia 170 Mehmet Ali Ağca Mehmet Ali Ağca (Turkish pronunciation: [mehˈmet aˈli ˈaːdʒa]; born 9 January 1958) is a Turkish assassin and Grey Wolves member who murdered left-wing journalist Abdi İpekçi on 1 February 1979, and later shot and wounded Pope John Paul II on 13 May 1981,

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.