0
Pourquoi @JohnySibuea
2. Itu adlh pernyataan tentang niat pengabdian seorang anak manusia yang bernama Ahok, yg tdk luruh oleh peristiwa kekalahan.
Pourquoi @JohnySibuea
3. Entah di mana niat itu akan dijalankannya. Tuhan tahu ketulusan suatu niat. Pengabdian tdk pernah mengenal tempat dan dan waktu.
Pourquoi @JohnySibuea
4. Yang jelas, Pak Ahok memang bukan termasuk kelas pecundang. Biasanya karakter pecundang adlh sulit utk menerima suatu kekalahan.
Pourquoi @JohnySibuea
5. Dan untuk selanjutnya, coba cermati wajah kedua orang ini setelah selesai pertarungan Pilkada yl: pic.twitter.com/CPmdWroExT
Expand pic
Pourquoi @JohnySibuea
6. Setiap orang memiliki penafsiran terhadap apa yang tergambar dalam foto itu.
Pourquoi @JohnySibuea
7. Wajah Ahok menyiratkan tentang kelegaan jiwa tanpa beban ataupun kesedihan oleh karena kekalahan itu.
Pourquoi @JohnySibuea
8. Banyak orang biasanya menginginkan wajah Photogenic. Tetapi yg agak aneh adalah wajah Anies yg malahan jauh dari kesan photogenic.
Pourquoi @JohnySibuea
9. Padahal hari itu adlh hari pertamanya setelah kemenangan. Seharusnya wajah itu dipenuhi binar2 kegembiraan dan cahaya kebahagiaan.
Pourquoi @JohnySibuea
10.Apakah Anies telah memulai pasang wajah “JAIM” karena ego kemenangan mulai membentuk dirinya?
Pourquoi @JohnySibuea
11. Ataukah karena masih tersisa kemarahan yg dilampiaskannya lewat wajah yg tak ramah itu? Ini komen @PartaiSocmed utk gambar itu: pic.twitter.com/t2vZymQbMn
Expand pic
Pourquoi @JohnySibuea
12. Tapi sudahlah, apapun yang diperlihatkan, saya akan tetap berpegang kepada satu quote yg mengatakan “wajah adalah gambaran hati”.
Pourquoi @JohnySibuea
13. Jadi untuk interpretasi terhadap wajah yg diperlihatkan oleh yg menang dan yang kalah itu, silahkan saja dibuat sendiri2.
Pourquoi @JohnySibuea
14. Tapi dari semua itu, ada yang lebih penting bagi sy dari pilkada DKI ini, yaitu banyaknya ajaran filsafat kehidupan yg sy peroleh.
Pourquoi @JohnySibuea
15. Yang pertama adlh kriteria “berprestasi” yg ternyata mulai ditinggalkan oleh banyak orang dalam membentuk preferensi memilih.
Pourquoi @JohnySibuea
16. Dlm hal ini filosofi “kekeliruan sesaat dpt menjd penyesalan seumur hidup” terbukti tdk lagi menjadi referensi.
Pourquoi @JohnySibuea
17. Padahal ada ajaran filosofi ttg etos kerja yg mengatakan “jenius adlh 1% inspirasi dan 99% bekerja”.
Pourquoi @JohnySibuea
18. Mudah2an sj filosofi etos kerja itu tidak berubah menjd 99% inspirasi dan 1% kerja.Biasanya inspirasi lbh disukai oleh para motivator.
Pourquoi @JohnySibuea
19. Yang kedua : menang dan kalah dapat menjadi pembentuk kepribadian utk menjd seorang ksatria”.
Pourquoi @JohnySibuea
20. Ahok telah memberi contoh ttg bagaimana seorang ksatria menerima kekalahan, pun demikian dg para pendukungnya. pic.twitter.com/S52ihIYoVm
Expand pic
Pourquoi @JohnySibuea
21. Yang dikhawatirkan justru kemenangan malahan akan membentuk kesombongan yg akan me-mutar2kan nilai takwa: pic.twitter.com/gD6pt3okeJ
Expand pic
Pourquoi @JohnySibuea
22. Ketiga : kemarin sy membaca satu kata2 bijak yg mengatakan “prestasi akan terpateri di batu, janji akan terukir di debu”
Pourquoi @JohnySibuea
23. Mata saya terpaut kpd kalimat pertama, dan imajinasipun melayang :
Pourquoi @JohnySibuea
24. Prestasi yang terpahat pada batu adlh sesuatu yg tersimpan di memori, tidak akan habis terkikis, tdk akan hilang kalaupun diterjang.
Load Remaining (12)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.