Kisah Pemuda Shalih dan Buah Apel by @sakinahjogja

Chirpified
1319 View 0 comments
Add to Favorite
0
Login and hide ads.
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:52:22 WIB
Dikisahkan, beberapa abad lalu di masa akhir era Tabi’in, hidup seorang pemuda dari kalangan biasa namun saleh luar biasa.
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:52:37 WIB
Suatu hari, pemuda yang dikisahkan bernama Tsabit bin Zutho tersebut sedang berjalan di pinggiran Kota Kufah, Irak.
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:52:51 WIB
Terdapat sungai yang jernih dan menyejukkan di sana.
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:52:57 WIB
Tiba-tiba, sebuah apel segar tampak hanyut di sungai itu.
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:53:27 WIB
Dalam kondisi yang lapar, Tsabit pun memungut apel tersebut.
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:53:44 WIB
Rezeki yang datang tiba-tiba, sebuah apel datang tanpa diduga di saat yang tepat.
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:53:56 WIB
Tanpa pikir panjang, ia pun memakannya, mengisi perutnya yang keroncongan.
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:54:06 WIB
Baru segigit menikmati apel merah nan manis itu, Tsabit tersentak. Milik siapa apel ini? bisiknya dalam hati.
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:54:33 WIB
Meski menemukannya di jalanan, Tsabit merasa bersalah memakan apel tanpa izin empunya.
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:54:50 WIB
Bagaimanapun juga, pikir Tsabit, buah apel dihasilkan sebuah pohon yang ditanam seseorang.
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:55:03 WIB
'”Bagaimana bisa aku memakan sesuatu yang bukan milikku,” kata Tsabit menyesal.
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:55:19 WIB
Ia kemudian menyusuri sungai. Dari manakah aliran air membawa apel segar itu?
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:55:36 WIB
Tsabit berpikir akan bertemu dengan pemilik buah dan meminta kerelaannya atas apel yang sudah digigitnya itu.
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:55:49 WIB
Cukup jauh Tsabit menyusuri aliran sungai hingga ia melihat sebuah kebun apel.
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:56:03 WIB
Beberapa pohon apel tumbuh subur di samping sungai. Rantingnya menjalar dekat sungai.
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:56:11 WIB
Tak mengherankan jika buahnya sering kali jatuh ke sungai dan hanyut terbawa arus air.
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:56:43 WIB
Tsabit pun segera mencari pemilik kebun. Ia mendapati seseorang tengah menjaga kebun apel tersebut.
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:57:16 WIB
Tsabit menghampirinya seraya berkata, “Wahai hamba Allah, apakah apel ini berjenis sama dengan apel di kebun ini?
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:57:24 WIB
Saya sudah mengigit apel ini, apa kau memaafkan saya?” kata Tsabit sembari menunjukkan apel yang telah dimakan segigit itu.
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:57:57 WIB
Namun, penjaga kebun itu menjawab, “Saya bukan pemilik kebun apel ini. Bagaimana saya dapat memaafkanmu, sementara saya bukan pemiliknya?
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:58:19 WIB
Pemilik kebunlah yang berhak memaafkanmu.”
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:58:34 WIB
Lalu, penjaga kebun itu pun berkata, “Rumahnya (pemilik kebun apel) cukup jauh, sekitar lima mil dari sini.”
Sakinah Jogja @sakinahjogja 21/04/2017 16:59:09 WIB
Walau harus menempuh jarak sekitar delapan kilometer, Tsabit tak putus asa untuk mencari keridaan pemilik apel.
Load Remaining (52)

All Categories

Login and hide ads.