0
Suara Lawu @SuaraLawu
Mau sampai kapan mreka terus mengganggu instabilitas Bangsa dengan membuat propaganda tentang PANCASILA dan KEBINEKAAN?? #KampanyeAhokJahat pic.twitter.com/8SVFGj7VQ3
Expand pic
Suara Lawu @SuaraLawu
Tidak tegaknya Hukum kpd Penista Agama, Maka akan tumbuh Penista2 Agaman lain. #IklanAhokJahat pic.twitter.com/sJRDt9TeVE
Suara Lawu @SuaraLawu
Iklan kampanye Ahok ini terlihat sangat Provokatif, Pesan kebencian terlihat jelas. Pribumi & Muslim Terkesan Anarkis. #IklanAhokJahat pic.twitter.com/Mn0PvII1eg
Suara Lawu @SuaraLawu
VIDEO HITAM AHOK JAROT by ZENG WEI JIAN pic.twitter.com/FMvdgoSWJH
Expand pic
Suara Lawu @SuaraLawu
1. Video hitam Ahok Jarot dirilis bertepatan dengan keluarnya Himbauan Kepala Suku Tionghoa H. Jusuf Hamka.
Suara Lawu @SuaraLawu
2. Jusuf adalah anak angkat Buya Hamka. Teman dekat Jend. Yunus Yosfiah. Pernah mendirikan partai politik. Ex komisaris Indosiar.
Suara Lawu @SuaraLawu
3. Dia menasehati agar orang-orang Tionghoa tau diri, tidak arogan, jangan bablas bela Ahok atau @basuki_btp .
Suara Lawu @SuaraLawu
4. Menurutnya, ada yang salah di pilkada kali ini. Ada bara dalam sekam, di grassroot.
Suara Lawu @SuaraLawu
5. Bila tidak dimanage dengan benar, Kerusuhan Mei 98 bisa meletus. Bahkan bisa lebih parah.
Suara Lawu @SuaraLawu
6. Video hitam kampanye Ahok Jarot menampilkan slide spanduk "Ganyang Cina". Ngga ada spanduk macam itu ketika Kerusuhan Mei 98 meledak.
Suara Lawu @SuaraLawu
7. Saya kira ini ekspresi ahistoris. Bisa dipahami. Ahok atau @basuki_btp & Jarot bukan orang Jakarta. Mereka mungkin tdk di sini kala itu.
Suara Lawu @SuaraLawu
8. Mei 98 adalah kembang api revolusi. Sisi negatif peristiwa politik. Ekspresi kemarahan sosial. Keruntuhan finansial regional.
Suara Lawu @SuaraLawu
9. Tionghoa mengalami imbas sebagai collateral damage. Target utama kerusuhan adalah menumbangkan Presiden Suharto.
Suara Lawu @SuaraLawu
10. Jadi keliru bila Ahok atau @basuki_btp dan Jarot mengilustrasikan Mei 98 sebagai anti chinese riot.
Suara Lawu @SuaraLawu
11. Mei 98 tidak sama dengan kerusuhan Sampit dan Sambas. Di Jakarta, Tionghoa tidak disasar seperti Madura di Kalbar.
Suara Lawu @SuaraLawu
12. Pada Peristiwa Mei 98, toko-toko dan rumah mewah dijarah massa yang mulai kesulitan bahan pangan.
Suara Lawu @SuaraLawu
13. Alas, mayoritas pemiliknya memang etnik Tionghoa. Tapi rumah saya dijaga unsur Forkabi. Tetangga pun tidak ada yang usik keluarga saya.
Suara Lawu @SuaraLawu
14. Bila Mei 98 adalah kerusuhan rasial seperti anti madura riot di Kalbar,..
Suara Lawu @SuaraLawu
15. ...maka siapa pun Tionghoa, mau kaya atau miskin, akan dibantai. Nyatanya tidak.
Suara Lawu @SuaraLawu
16. Menurut Chairman Mao, ada faktor external & internal dlm semua fenomena. Saya kira, anatomi Mei riot jg memiliki kedua faktor tersebut.
Suara Lawu @SuaraLawu
17. Faktor external berupa jatuhnya rupiah akibat permainan Soros.
Suara Lawu @SuaraLawu
18. Adanya korban dari etnik Tionghoa dengan segala propertinya harus ditilik sebagai imbas dari faktor internal.
Suara Lawu @SuaraLawu
19. Seperti yang dijelaskan Chairman Mao di risalah On Contradiction (Agustus 1937).
Suara Lawu @SuaraLawu
20. Di sini, himbauan Jusuf Hamka jadi relevan. Tionghoa harus evaluasi diri. Bila tidak ingin jadi korban sampingan dari sebuah revolusi.
Load Remaining (16)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.