"Di Indonesia, Tak Ada yang Pribumi!!!"

Chirpified
0
Pasarwarga @pasarwargacom

"Di Indonesia, Tak Ada yang Pribumi!!!" - a-r pic.twitter.com/zwOgrPMJ2p

11/04/2017 09:59:08 WIB
Expand pic
Pasarwarga @pasarwargacom

Kutipan ini adalah milik George Santayana, filsuf asal Spanyol, yang meletakkan pondasi dasar filsafat klasik Amerika di tahun 1905.

11/04/2017 09:59:43 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

Kutipan ini kemudian disampaikan kembali oleh Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris di masa Perang Dunia I,

11/04/2017 10:00:09 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

yang begitu menekankan pentingnya memahami sejarah, agar peristiwa-peristiwa buruk di masa lalu tidak kembali terulang di masa kini & nanti.

11/04/2017 10:00:34 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

Sejarah itu layaknya kutukan bagi mereka yang tak bisa mempelajari makna di dalamnya.

11/04/2017 10:01:01 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

Sejarah juga menjadi satu kata kunci untuk memahami pola pikir dan paradigma masyarakat Indonesia kontemporer.

11/04/2017 10:01:28 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

Sudah berulang kali pelabelan antara pribumi & non-pribumi dibenturkan, menggelindingkan bola salju sentimen kolektif terhadap suatu etnis,

11/04/2017 10:02:14 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

khususnya etnis Tionghoa, menimbulkan budaya amuk massa yang juga berlangsung secara turun temurun.

11/04/2017 10:02:39 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

Menilik dari sejarah, interaksi bangsa Nusantara dengan Tionghoa sudah terjalin sejak masa kerajaan Jawa Kuno.

11/04/2017 10:03:05 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

Catatan paling awal tentang kedatangan bangsa Tionghoa di Nusantara tercatat di abad ke-5 Masehi oleh Fa Hsien,

11/04/2017 10:03:30 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

seorang biksu Buddhis Tionghoa, yang tiba di Pulau Jawa setelah menempuh perjalanan menyusuri Jalur Sutera hingga tiba di India dan Ceylon.

11/04/2017 10:03:56 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

Meski demikian, polemik keberadaan Tionghoa baru bermula di kisaran abad ke-16 M, ketika Belanda datang ke Jayakarta...

11/04/2017 10:04:42 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

(sebelum Batavia, yang saat ini dikenal sebagai Jakarta) & membangun hegemoni kekuasaan di Nusantara yang namanya diubah mjd Hindia Belanda.

11/04/2017 10:05:12 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

Adalah Jan Pieterszoon Coen, Gubernur Jenderal VOC, kamar dagang Belanda, yang menangkap sinyal peruntungan ekonomi dari relasi mutual...

11/04/2017 10:05:50 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

dengan orang Tionghoa yang sudah sejak lama menetap dan memulai usaha perekonomian di Batavia.

11/04/2017 10:06:11 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

Belanda mencatat di antara tahun 1680 dan 1740, jumlah populasi Tionghoa mencapai 20 persen dari total penduduk Batavia,

11/04/2017 10:06:34 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

dan Belanda memanfaatkan keberadaan mereka sebagai patron kerja dan kaki tangan yang disebut sebagai “kapitan Cina”.

11/04/2017 10:06:53 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

Para kapitan bertanggung jawab untuk mengumpulkan hasil rempah dan perkebunan orang-orang lokal.

11/04/2017 10:07:27 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

Peran kapitan Cina sgt pnting bg Belanda, krn pd saat itu Belanda hrs brsaing monopoli komoditas lada hitam dr prkebunan Banten dg Portugis.

11/04/2017 10:09:14 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

Kedekatan orang Tionghoa dengan Belanda serta adanya peluang ekonomi telah menarik minat migrasi besar-besaran bagi orang-orang Tionghoa...

11/04/2017 10:09:43 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

yang masih berada di daratan Tiongkok untuk datang ke Batavia, hingga jumlah populasi Tionghoa di Batavia berlipat ganda dengan cepat.

11/04/2017 10:09:58 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

Belanda mewaspadai jumlah populasi orang Tionghoa yang sudah melampaui jumlah populasi Eropa di Batavia,

11/04/2017 10:11:05 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

dan kemudian Belanda mencoba menerapkan sistem kuota keimigrasian untuk mencegah gelombang migrasi dari Tiongkok.

11/04/2017 10:11:35 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

Tetapi sistem tersebut tidak efektif menghentikan arus migrasi dari kapal-kapal yang telah banyak berlabuh.

11/04/2017 10:11:56 WIB
Pasarwarga @pasarwargacom

Bagi Belanda, keberadaan orang Tionghoa sangat dibutuhkan untuk memudahkan distribusi kolektif hasil perkebunan dan usaha lainnya.

11/04/2017 10:12:29 WIB
Load Remaining (40)

Comment

No comments yet. Write yours!