Benarkah Keturunan Cina Tidak Boleh Punya Tanah di Jogja Seperti Kata Tweet Estiningsih Dwi?

Benarkah apa yang dikatakan Dwi?
0

Dwi Estiningsih membuat pernyataan bahwa warga keturunan Tionghoa di Jogja tidak boleh memiliki tanah

Dwi Estiningsih @estiningsihdwi

Warga Yogya yg keturunan cina tidak boleh punya hak kepemilikan tanah. Demikian kebijakan Raja Ngayogyakarta. Berani nuduh Sultan intoleran?

11/04/2017 08:00:40 WIB

Benarkah?

Tjakrabirawa @IdTjakrabirawa

@estiningsihdwi Eh... Ada provokator penghina pahlawan nasional😊

11/04/2017 08:03:44 WIB
Penjorangan Garis Lengob @lapen_mocca78

@estiningsihdwi nuwun sewu mbak, panjenengan klentu. Ingkang damel peraturan punika Wagub DIY (Pakualam) taun 1975, sanes Sultan.

11/04/2017 08:16:33 WIB
Pemikir Sosmed @pemikir5

PERDA Sultan HB IX Jogja melarang keturunan Cina punya tanah diJogja akibat Pengkhiantan mereka kerjasama sama Belanda 😂. @MbahUyok pic.twitter.com/QuAyj7ia0I

11/04/2017 07:27:05 WIB
Expand pic
MungkinCyberArmy @BNDICTVSY

@estiningsihdwi Infomu ga valid mbak, pliss deh jgn sebar info palsu, nanti dilaporkan lagi lho, bawa2 kraton lagi.

11/04/2017 09:06:12 WIB
Richard Oslo @Oslo_if

@estiningsihdwi Terus turunan Arab Bgm?apa gk boleh jg punya tanah?nama jg Raja

11/04/2017 09:10:56 WIB
JandaGanjen @Ternoda_

Ini emak emak belum perna di tiup Sultan sampai Kawah Merapi !! pic.twitter.com/BAwat0VD2W

11/04/2017 09:55:57 WIB
Expand pic
akmalmilan01 @akmalmilan01

Kecuali cina di jogja yg dilarang memiliki tanah oleh sultan 9 . Tau kan kenapa? twitter.com/Arie_Kriting/s…

08/03/2017 20:00:02 WIB
GusV2t @LordV2t

Coba dech baca lagi sejarah, kenapa cina gak boleh punya hak milik tanah di jogja, supaya tau bagaimana karakter mereka di negeri ini

28/03/2017 06:45:11 WIB
SAYA SUKA SEGITIGA 🔺 @Kaitou__kuroba

@Zauqie3 @Kurniaw6Herlina @KompasTV bukan cuman cina aja sih, karena jogja sistem nya kerajaan semua tanah disini milik kerajaan

29/03/2017 19:58:56 WIB

Berdasarkan berita

URL news.okezone.com NEWS STORY: Merangkul tapi Tegas! Sikap Sultan HB IX terhadap Masyarakat Tionghoa : Okezone News ldquoTinggallah di Yogya Tapi maaf saya cabut satu hak Anda Yaitu hak untuk memiliki tanahrdquo tegas Sultan HB IX 692

TAHUN lalu di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, sempat geger dengan kabar bahwa Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X, disomasi seorang Tionghoa. Somasi itu berlatar belakang rasa diskriminasi yang dialaminya soal kepemilikan tanah.

Semuanya berawal dari panggilan Badan Pertanahan Negara (BPN) Kulonprogo kepada Zaelous Siput Lokasari, seorang Tionghoa yang hendak melakukan balik nama kepemilikan tanah seluas 2.125 meter persegi di Triharjo, Kulonprogo.

Siput membela diri bahwa meski dia Tionghoa, tapi toh dia juga warga negara Indonesia (WNI) dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) resmi Indonesia. Dia merasa didiskriminasi yang di kemudian hari, melakukan somasi pada Sri Sultan HB X.

Dari berbagai sumber, disebutkan bahwa memang pasca-kemerdekaan, ternyata etnis Tionghoa tidak diperbolehkan punya tanah sebagai hak milik. Mereka hanya punya hak pakai atau Hak Guna Bangunan (HGB) – aturan yang masih eksis sampai sekarang.

Semua itu tak lepas dari benang sejarah di masa revolusi fisik kemerdekaan, tepatnya pada 1948. Saat masih panas-panasnya Agresi Militer II Belanda (19 Desember 1948), mayoritas warga Tionghoa justru berpihak pada Belanda.

Ini pula yang kemudian jadi pertimbangan Sri Sultan HB IX, ayah dari Sultan HB X. Pada 1950 setelah Belanda benar-benar angkat kaki dari Indonesia secara umum dan Yogyakarta pada khususnya, terdengar akan adanya isu eksodus warga Tionghoa keluar Yogya.

Mereka takut terjadi “pembalasan” dari masyarakat pribumi, lantaran saat Belanda masih menduduki Yogya, golongan Tionghoa cenderung pro-Belanda dengan memberikan berbagai bentuk sokongan. Namun dengan bijak, Sultan HB IX coba merangkul dan berpesan agar mereka tidak perlu takut.

Jadilah masyarakat Tionghoa sejak saat itu hanya punya HGB untuk tempat tinggal mereka. Maka kalau ada sebidang tanah yang dibeli Tionghoa dari pribumi, maka dalam jangka tahun pemakaian tertentu, status tanah itu bakal dialihkan pada negara.

Atas kasus tsb, Siput bersikeras akan melakukan somasi pada Sultan HB X yang bahkan, mengancam akan membawa kasus ini sampai ke Pengadilan Internasional.

ed @Lantar__

Inilah alasan Sultan HB lX melarang keturunan cina beli tanah di jogja. @winarto_sarsidi @Jhonkosmik @okezonenews twitter.com/winarto_sarsid…

26/02/2017 07:34:23 WIB
LaudateDominum @Laudate_Dom

@winarto_sarsidi Di zaman Belanda mereka selalu berpihak pada Belanda, di zaman Jepang mereka selalu berpihak pada Jepang

28/02/2017 01:49:55 WIB
LaudateDominum @Laudate_Dom

@winarto_sarsidi Oleh karena itu menurut Bung Hatta,mrk tidak hanya tidak boleh menjadi presiden, tapi juga tidak boleh punya hak atas tanah

28/02/2017 01:50:31 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!