0
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Ramai sekali di socmed soal #ZakirNaik entah apa sebabnya...pas lagi pilkada yg isunya menyerempet ke sana..
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Jadilah makin ramai...ada yang senang ada yang tidak senang...ada yang marah...
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Saya sering memang nonton di youtube soal beliau..tapi saya lihat biasa2 # lebih luar biasa..
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Mungkin zamannya beda..saya dulu menikmati ahmad dedad sejak dalam bentuk kaset...youtube belum ada..
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Sekarang karena sudah ada youtube dan orangnya masih hidup #ZakirNaik lebih terkenal..
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Youtube juga membuat penonton menjadi tidak selektif...dan menjalar ke peserta ceramah zakir...
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Terjadilah komunikasi lintas agama...padahal ceramah ZakirNaik lebih cocok untuk internal agama islam..
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Lebih menarik lagi setelah dibuat debat...Menjadi seru dan menggoyang...memang seolah akademik tapi ini.soal iman..
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Soal.iman biasanya sulit diperdebatkan.. iman dianggap final...
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Tapi bagi yang mau ya silahkan..namanya juga kebebasan ...
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Saya heran kok ada kelompok liberal yang tidak bisa menerima ZakirNaik ?
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Dia kan berpendapat.. di ruang privat.. dia bukan pejabat...dia akademisi..
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Kepada atheis aja toleran kenapa kepada ZakirNaik tidak bisa memberikan toleransi?
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Seharusnya undang aja..suruh ceramah lalu debat..lagipula ZakirNaik ini sedang perdebatan..
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Bedakan dia dengan teroris karena teroris itu gak suka berdebat...
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Di Indonesia kita harus buka tradisi berdebat secara sehat...
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Atau lakukan di kampus agar terjaga tradisi akademik...
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Tidak perlu mengkhawatirkan perdebatan.. jika kita anggap itu bukan ruang publik lakukanlah secara tertutup..
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Akal harus merajalela...emosi biar lah kita redam...

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.