MENEPUK AIR DI DULANG, TEPERCIK MUKA @aniesbaswedan by @PartaiSocmed

Anies menuai hasil kampanye SARA. Anies yg pragmatis menghalalkan segala cara busuk untuk menang
politician
0
#99 @PartaiSocmed
MENEPUK AIR DI DULANG, TERPERCIK MUKA ANIES BASWEDAN pic.twitter.com/mAo2jBWR71
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Banyak respon netizen atas himbauan Anies untuk berhenti memfitnah pakai isu SARA. sayangnya kebanyakan responnya adalah respon negatif. pic.twitter.com/B8DBzPgtGq
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Respon negatif tersebut sebenarnya tidaklah mengherankan jika kita mengingat rekam jejak Anies Baswedan selama kampanye Pilkada DKI ini
#99 @PartaiSocmed
Sebab sejak awal @aniesbaswedan sudah menggandeng kelompok radikal yg jelas2 mengusung isu SARA dalam Pilkada DKI ini pic.twitter.com/4zABUceyVV
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
.@aniesbaswedan Dan ketika kampanye menjadi sedemikian brutalnya, dimana isu SARA dimainkan dengan cara yg paling buruk. Anies Baswedan diam saja.
#99 @PartaiSocmed
Bukan saja diam, @aniesbaswedan malah terkesan menikmati kampanye isu SARA itu selama menguntungkan dirinya
#99 @PartaiSocmed
Dan ketika kampanye SARA makin brutal dan menunjukkan wajah yg paling menjijikan, Anies Baswedan tetap diam meski banyak masukan untuknya pic.twitter.com/uEjSYrZhD2
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Setelah larangan men-sholatkan jenazah itu memukul balik kubu Anies yg ditandai dgn banyaknya protes, barulah Anies Baswedan bersuara
#99 @PartaiSocmed
Himbauan yg dilakukan setelah cara kampanye tersebut memukul balik dirinya sendiri. Sebelum itu, dia diam dan cenderung menikmati. pic.twitter.com/RAEye8YRx2
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Hal serupa sekarang terjadi lagi terkait spanduk Perda Syariah. Anies baru bersuara setelah kampanye tersebut memukul balik dirinya pic.twitter.com/K9VYDgSNdT
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Sementara kita tahu betul sejak awal kampanye pilkada Anies aktif mendekati golongan yg rajin menyuarakan hukum Syariah diterapkan di NKRI
#99 @PartaiSocmed
Dan sejak dicalonkan sebagai Calon Gubernur DKI @aniesbaswedan sudah bukan lagi Anies yg dulu yg gigih menyuarakan toleransi
#99 @PartaiSocmed
.@aniesbaswedan Anies Baswedan yg sekarang dipandang banyak pihak sebagai Anies yg pragmatis bahkan cenderung oportunis.
#99 @PartaiSocmed
Yang dengan sukarela mencari muka pada golongan radikal yg pada awalnya dianggap mampu memuluskan jalannya ke DKI 1
#99 @PartaiSocmed
Dengan kata lain @aniesbaswedan sudah tidak punya legitimasi moral lagi untuk bicara tentang toleransi dan kebinnekaan
#99 @PartaiSocmed
Dan ketika masyarakat menjadi begitu muak dgn kampanye SARA tsb, mendadak Anies balik badan bicara lagi ttg toleransi. Siapa yg percaya?
#99 @PartaiSocmed
.@aniesbaswedan yg kita kenal saat ini adalah Anies yg lekat dengan kaum intoleran dan menggunakan isu SARA utk mencapai tujuannya.
#99 @PartaiSocmed
Itu adalah 'branding' yg tercipta akibat strategi kampanye Anies Baswedan sendiri. Hidup adalah pilihan.
#99 @PartaiSocmed
Sebab di benak pemilih nama @aniesbaswedan dalam pilkada ini sudah melekat sebagai kubu radikal dan anti toleransi.
#99 @PartaiSocmed
Dan ketika kampanye dengan membakar isu SARA itu akhirnya merugikan dirinya sendiri maka @aniesbaswedan tak bisa begitu saja cuci tangan
#99 @PartaiSocmed
Suka tidak suka branding macam itu yg tercipta akibat pilihan strategi berkampanye Anies Baswedan sendiri.
#99 @PartaiSocmed
Dan ini yg terpenting. Tak pernah sekalipun dalam sejarah kita pengusung radikalisme dan intoleransi menang dalam pemilu/pilkada
#99 @PartaiSocmed
Jadi silakan Anies tetap konsisten dengan pilihan strategi kampanyenya. Silakan terus memanfaatkan golongan radikal utk kemenangannya.
#99 @PartaiSocmed
Jangan mau enaknya saja. Memainkan isu SARA ketika menguntungkan lalu berbusa2 teriak menghimbau jangan pakai isu SARA.
#99 @PartaiSocmed
Sekian kultwit kami. Karma itu nyata adanya.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.