KERACUNAN MEDIA SOSIAL DALAM KELUARGA

Adanya Perbedaan sampai harus mendiskreditkan sodara (sedarah)?. Perbedaan itu sunatullah. Jika harus sama terus namanya sandal jepit.
enviroment BBM keluarga sosial islam sosmed agama Ahok nu WA ite
463 View 0 comments
Add to Favorite
0

Adanya Perbedaan sampai harus mendiskreditkan sodara (sedarah)?.
Perbedaan itu sunatullah. Jika harus sama terus namanya sandal jepit.
Kemana makna dari peribahasa Sunda:
"Pageuh keupeul leah usap tur lega awur, sauyunan silih pikanyaah tur berehan" ?
Non sense lah...itulah akibat keracunan sosial media tanpa diobati oleh sikap bijak, tabayyun & etika.
Sosmed keluarga yang berisi "nu teu pararuguh" kerap kali membuat ketidaknyaman antar penghuni grup tersebut, dimana seharusnya untuk mempererat persaudaraan, membuat nyaman & menginformasikan hal yang bermanfaat bukan bermadarat, kredibel serta tidak asal sunting bukan malah sebaliknya.

Biar sedikit gaya, saya kutip dari Firman Sang Pemilik Perbedaan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْماً بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”(QS. Al-Hujurat: 6)

Pada ayat lain Allah SWT berfirman :

وَ لاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ , إِنَّ السَّمْعَ وَ الْبَصَرَ وَ الْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya. (QS al-Isrâ’ [17]: 36).

NB. Selama ini saya mensikapi perbedaan dengan kalian hanya dengan diam, karena tawadlu saya kepada yang lebih tua. Itu saja.

Jangalah keluarga besar dikorbankan akibat nafsu, ego & over confident.

Login and hide ads.