0
Pourquoi @JohnySibuea
1. Publik Jakarta musti tahu kisah seorang dokter gigi di link ini: http.//health.liputan6.com/read/2870264/dilayani-baik pic.twitter.com/rahggmaxQ8
Expand pic
Pourquoi @JohnySibuea
2. Bertahun-tahun masyarakat menunggu, baru sekarang inilah, di bawah Gubernur Ahok, pelayanan prima yg didambakan masy DKI mulai mewujud.
Pourquoi @JohnySibuea
3. Pelayanan prima yg dari dulu sdh sering terdengar, tapi hanya sekedar gaungan bak echo tanpa ada wujudnya.
Pourquoi @JohnySibuea
4. Dari dulu, pelayanan publik di negeri ini, selalu diidentikan dengan operasi dan pelayanan jasa kurir.
Pourquoi @JohnySibuea
5. Pelayanan jasa kurir yang biasanya menggunakan “on demand service” di mana pelayanan khusus itu dipastikan tarifnya lebih mahal.
Pourquoi @JohnySibuea
6. Siapa yang berani bayar dengan tarif khusus itu, maka prioritas dlm pelayanan akan diterimanya .
Pourquoi @JohnySibuea
7. Selisih tarif khusus dengan tarif resmi, itulah yang dinamakan pungli yg kini pemberantasannya sedang digalakan pemerintahan Pres Jkw.
Pourquoi @JohnySibuea
8. Reformasi birokrasi mandeknya bukan pada sistem, tapi persoalan mendasar terletak pada mentalitas manusianya.
Pourquoi @JohnySibuea
9. Jargon “kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah” seolah sdh menjadi ciri yang melekat pada pelayanan publik.
Pourquoi @JohnySibuea
10. Gubernur Ahok melakukan reformasi birokrasi dengan terlebih dahulu mereformasi mentalitas manusianya.
Pourquoi @JohnySibuea
11. Reward dan punishmen diberlakukan dengan paradigma “berkeadilan” tanpa pandang bulu.
Pourquoi @JohnySibuea
12. Betapa susahnya memperbaiki mentalitas “pungli” yang kadung sdh mendarah daging sbg kese-wenang2an aparatur. Ahok Kok Bisa?
Pourquoi @JohnySibuea
13. Di situlah sebenarnya letak permasalahan mengapa stigma selalu menyertai “leadership style “ Ahok.
Pourquoi @JohnySibuea
14. Bagi orang yang jadi pemimpin hanya karena didominasi motif kekuasaan, “kesantunan” akan dibuat atau di-buat2 agar melekat sbg merek.
Pourquoi @JohnySibuea
15. Ttp krn orientasi Ahok “demi kepentingan rakyat” hingga kadang amarahnya berkobar saat melihat kese-wenang2an dr petugas dibawahnya.
Pourquoi @JohnySibuea
16. Ada adagium yang mengatakan “kebokbrokan “ harus dihancurkan terlebih dahulu , jika ingin memperbaikinya.
Pourquoi @JohnySibuea
17. Kebokbrokan birokrasi itulah yang telah dihancurkan Ahok, walau akibatnya banyak orang tidak menyukai thdp sikapnya tersebut.
Pourquoi @JohnySibuea
18. Cobalah membaca buku karangan Mochtar Loebis “Manusia Indonesia”, niscaya akan memahami mengapa Ahok selalu temperamental. pic.twitter.com/1eKRSNNPV5
Expand pic
Pourquoi @JohnySibuea
19.Pemimpin2 yang motif prestasinya tinggi, secara psikis biasanya memiliki kekhawatiran yang tinggi terhadap “kegagalan”.
Pourquoi @JohnySibuea
20. Dalam perspektif cara berpikirnya , kegagalan memiliki arti hanya akan menyia-nyiakan harapan rakyatnya utk hidup yg lebih baik.
Pourquoi @JohnySibuea
21. Jadi Ahok yg temperamental, sepertinya se-mata2 akibat kausalitas yg harus dihadapinya sebagai “agent of change” yg revolusioner.
Pourquoi @JohnySibuea
22. Orang2 revolusioner kadang2 harus jadi tumbal dari revolusi yang dilakukannya. Bukankah revolusi kadang memakan anaknya sendiri?
Pourquoi @JohnySibuea
23. Kebencian sebagian orang adalah harga tebusan bagi sikap revolusioner Ahok untuk sukses pembangunan di DKI Jakarta.
Pourquoi @JohnySibuea
24. Karenanya jika Ahok memenangkan kembali pilkada putaran ke II, itu adalah “return” yg dikembalikan sebagian rakyat DKI kepada AHOK.
Load Remaining (6)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.