0
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
1. Hari-hari ini kita belajar, meski dengan perih, betapa ada yang konsisten dengan kebencian maupun cinta. Keduanya dapat membutakan.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
2. Konsisten terhadap kebencian pada seseorang menyebabkan manusia kehilangan integritas. Ia tidak punya sikap yang dapat dipegangi.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
3. Tindakan yang kemarin dianggap baik, sekarang dapat dicerca habis-habisan hanya karena yang melakukan berbeda. Bukan berbeda perbuatan.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
4. Apa yang kemarin dibenci dan dicela, sekarang berbalik dipuji meski tindakannya lebih dari yang kemarin hanya karena beda pelakunya.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
5. Inilah hari-hari ketika kita perlu semakin memperkokoh sikap kita, keyakinan kita dan menajamkan mata hati agar mengenal kebaikan.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
6. Inilah hari-hari ketika kita perlu lebih sering menangis, memohon kepada Allah Ta'ala agar ditunjuki bahwa yang benar itu tampak benar.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
7. Kita juga sangat perlu bersimpuh memohon agar yang bathil sungguh-sungguh tampak bathil di mata hati kita. Bukan tampak benar (haq).
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
8. اللهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا التِبَاعَةَ وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ Kepada-Nya kita memohon.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
9. "Ya Allah, tunjukkan kepada kami bahwa yang benar itu benar dan berikanlah rezeki kepada kami kemampuan untuk mengikutinya. >>
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
10. >> Dan tunjukkan kepada kami bahwa yang salah itu salah, dan berikan rezeki kepada kami kekuatan untuk menjauhinya."
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
11. Sungguh, mengetahui mana yang haq & mana yang bathil adalah rezeki sangat besar yang perlu senantiasa kita mohonkan kepada Allah Ta'ala.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
12. Dan merupakan rezeki yang jauh lebih besar lagi adalah mampu mengikuti kebenaran, menetapinya, dan sanggup menjauhi yang bathil.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
13. Tertutupnya mata hati dari kebenaran membuat kita tak mampu memilah hakikat masalah; menganggap semua manusia seburuk dirinya.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
14. Mereka yang tak pernah belajar ketulusan akan sulit melihat kesungguhan yang bangkit dari kokohnya kebenaran dalam diri seseorang.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
15. Sulit mempercayai ketulusan karena seolah setiap manusia bergerak oleh kepentingan-kepentingan sesaat saja sebagaimana ia biasa demikian
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
16. Tetapi, di antara yang menutupi mata kita dari melihat yang benar itu benar adalah keberpihakan pada orang. Bukan memihak kebenaran.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
17. Karena itu kita perlu berusaha, berjuang sekuat tenaga membangkitkan mengokohkan al-wala' wal bara' dan bukan fanatisme ('ashabiyah).
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
Tiba-tiba jadi sendu. Ada rindu yang menggelegak, ingin kembali menapaki jejak perjuangan Ibunda Hajar; Shafa-Marwah pic.twitter.com/ceAT8Q6Ho9
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.