1
#99 @PartaiSocmed
Tweeps, nanti kami akan kultwit dgn judul: "Membedah Program Perumahan Anies-Sandi". *semoga tidak males*
#99 @PartaiSocmed
MEMBEDAH PROGRAM PERUMAHAN ANIES-SANDI pic.twitter.com/rwbi4ewduQ
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Kali ini kami akan mengupas tentang program perumahan Anies-Sandi dari penjelasan resmi yg terakhir. Semoga tidak ada perubahan2 lagi
#99 @PartaiSocmed
Sebab sejak mulai diperkenalkan hingga saat ini program perumahan Anies-Sandi ini cenderung tidak konsisten dan berubah2 terus
#99 @PartaiSocmed
Contoh, dari yg awalnya rumah kini berubah jadi rusun. Dari yg awalnya menabung 6 bulan sampai 10% harga rumah kini DP-nya ditalangi pemprov
#99 @PartaiSocmed
Tapi marilah kita maklumi, anggap saja kemarin belum menemukan formula terbaik. Dan penjelasan yg terakhir ini kita anggap sudah final
#99 @PartaiSocmed
Kita mulai dari apa itu program DP 0 Rupiah. Dijelaskan program tsb adalah program berbasis tabungan utk masyarakat menengah kebawah pic.twitter.com/O0E8HF06qj
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Dijelaskan pula bahwa pengganti DP adalah konsistensi menabung di bank dgn nilai tertentu selama jangka waktu tertentu +6-12 bulan)
#99 @PartaiSocmed
Sesuai ilustrasinya, ternyata nilai tabungannya 2,3 juta setiap bulan. Sama dengan nilai cicilannya nanti pic.twitter.com/8SOoMeB927
Expand pic
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Dari sini saja sudah muncul pertanyaan, masyarakat menengah kebawah mana yg sanggup menabung secara konsisten sebanyak 2,3 juta perbulan?
#99 @PartaiSocmed
Rupanya program ini tak benar2 untuk masyarakat yg menengah kebawah. Perhatikan kalimat "sampai sekitar 7 juta/bulan" pic.twitter.com/c4PG5VgsgY
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Kemampuan cicilan hutang rumah tangga idealnya tidak boleh lebih dari 30% dari total penghasilan. Lebih dari itu tidak sehat.
#99 @PartaiSocmed
Sekarang mari kita hitung bersama: 7 juta x 30% = 2,1 juta Artinya penghasilan 7 juta pun sudah tidak ideal untuk cicilan 2,3 juta/bulan
#99 @PartaiSocmed
Yang ideal itu penghasilan minimal 7,7 juta. Sebab 7,7 juta x 30% = Rp 2.310.000
#99 @PartaiSocmed
Dari penjelasan kami tadi maka kalimat, "..penghasilan total rumah tangga sampai sekitar 7 juta/bulan" adalah tipu2 bahasa iklan. pic.twitter.com/oEKat0Ji9v
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Sebab kalimat yg benar untuk yg berhak ikut program ini adalah: "...penghasilan total rumah tangga MINIMAL 7,7 juta/bulan".
#99 @PartaiSocmed
Sekarang masihkah kita bisa mengatakan program ini utk kalangan menengah kebawah jika syaratnya saja MINIMAL berpenghasilan 7,7 juta/bulan?
#99 @PartaiSocmed
Bagaimana dengan mereka yg penghasilannya masih UMR atau bahkan dibawah UMR? Sanggupkah mereka ikut program rumah DP 0 Rupiah ini?
#99 @PartaiSocmed
Jadi jelas program perumahan DP 0 Rupiah Anies-Sandi ini tidak pro rakyat kecil.
#99 @PartaiSocmed
Lalu mari kita tengok dimana program rumah DP 0 Rupiah Anies-Sandi ini punya lubang kelemahan yg bisa dicurangi oleh pihak2 terkait
#99 @PartaiSocmed
Syarat utama program ini untuk mengukur kapasitas calon pembeli adalah kemampuannya menabung sebesar 2,3 juta setiap bulannya
#99 @PartaiSocmed
Tidak disebutkan harus ada saldo mengendap disana. *Semoga setelah baca kultwit ini tidak ada lagi revisi penjelasan dari mereka*
#99 @PartaiSocmed
Maka untuk memenuhi syarat konsisten menabung 2,3 juta/bulan selama 6 bulan kita cukup modal 2,4 juta saja
#99 @PartaiSocmed
Caranya mudah, tabung saja 2,4 juta tersebut di bank lalu tarik lagi 2,3 juta. Bln berikutnya masukan lagi 2,3 juta tadi. Begitu seterusnya
Load Remaining (43)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.