1
Pasarwarga @pasarwargacom
"Mati Syahid dan Pemahaman Imporan" - by: Gus Mus - 🙏 pic.twitter.com/UdVUAdZU0g
Expand pic
Pasarwarga @pasarwargacom
Kesukaan meniru/‘mengimpor’ sesuatu dr luar negeri mungkin sudah mjd bawaan setiap bangsa dr negeri berkembang; bukan khas bangsa kita saja.
Pasarwarga @pasarwargacom
Pokoknya asal datang dari luar negeri. Seolah-olah semua yang dari luar negeri pasti hebat.
Pasarwarga @pasarwargacom
Tapi barangkali karena terlalu lama dijajah, bangsa kita rasanya memang keterlaluan bila meniru dari bangsa luar.
Pasarwarga @pasarwargacom
Sering hanya asal meniru; taklid buta, tanpa mempertimbangkan lebih jauh, termasuk kepatutannya dengan diri sendiri.
Pasarwarga @pasarwargacom
Ingat, saat orang kita meniru mode pakaian, misalnya.
Pasarwarga @pasarwargacom
Tidak peduli tubuh kerempeng atau gendut, pendek atau jangkung;
Pasarwarga @pasarwargacom
semuanya memakai rok span atau celana cutbrai, meniru bintang atau peragawati luar negeri.
Pasarwarga @pasarwargacom
Pada waktu pak Harto dan orde barunya ingin membangun ekonomi, sepertinya juga asal meniru negara maju;
Pasarwarga @pasarwargacom
tanpa melihat jatidiri bangsa ini sendiri yang pancasilais (Padahal waktu itu ada yang namanya P4).
Pasarwarga @pasarwargacom
Maka, meski tanpa ‘kapital’, selama lebih 30 tahun negeri kita seperti negeri kapitalis dan akibatnya,
Pasarwarga @pasarwargacom
bangsa kita pun bahkan sampai sekarang sulit untuk tidak disebut bangsa yang materialistis.
Pasarwarga @pasarwargacom
Nah, ketika ada tren baru dari luar negeri yang berkaitan dengan keagamaan pun banyak diantara kita yang taklid buta.
Pasarwarga @pasarwargacom
Kalau taklid soal mode, madzhabnya Amerika dan Eropa; soal tari dan nyanyi banyak yang berkiblat ke India;
Pasarwarga @pasarwargacom
maka dalam tren keagamaan ini, agaknya banyak yang bertaklid kepada madzhab Timur Tengah, Iran, atau Afghanistan.
Pasarwarga @pasarwargacom
Seperti pentaklidan tren baru dari luar negeri yang selalu dimulai dari kota dan baru kemudian menjalar ke desa-desa,
Pasarwarga @pasarwargacom
demikian pula tren yang berkaitan dengan keagamaan ini. Seperti takjubnya sementara orang kota terhadap tren mode dari luar negeri,
Pasarwarga @pasarwargacom
atau takjubnya sementara orang desa terhadap tren mode dari kota dan langsung mengikutinya,
Pasarwarga @pasarwargacom
orang-orang Islam kota atau mereka yang punya persinggungan dengan luar negeri, agaknya juga banyak yang demikian.
Pasarwarga @pasarwargacom
Mereka melihat dan takjub melihat keberagamaan yg dari luar negeri yg sama sekali lain dgn yg selama ini dianut orang2 tua mereka disini. l
Pasarwarga @pasarwargacom
Maka, seperti halnya orang-orang yang mengikuti mode baru dari luar negeri, mereka ini pun bangga dengan model keberagamaan baru mereka.
Pasarwarga @pasarwargacom
Termasuk kecenderungan merendahkan orang yang tidak mengikuti ‘tren baru’ mereka itu.
Pasarwarga @pasarwargacom
Karena taklid buta, karena asal meniru tanpa mempertimbangkan lebih jauh, sering kali lucu dan sekaligus memprihatinkan.
Pasarwarga @pasarwargacom
Ambil contoh misalnya soal jihad. Ada beberapa orang yang hanya melihat perjuangan bangsa Palestina dan Afghanistan, misalnya,
Pasarwarga @pasarwargacom
yang berjihad seperti kita dulu ketika melawan kolonialis Belanda dengan segala cara; termasuk mengorbankan nyawa sendiri.
Load Remaining (21)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.