0
Nadiku @eae18
- Jam 14 hari ini ketemu orang baru di Citos. Baru kenal. Dia bilang kena santet. Sudh diobati Ki Kusumo, dirukyah tapi gak sembuh juga
Nadiku @eae18
- Dia marah sama Tuhan. Kenapa di usia 50 tahun, dia kena ujian yang tak henti-henti. Apakah ini takdir? Apakah ini ujian. Begitu keluhnya.
Nadiku @eae18
- Kalau takdir. Saya jawab tidak. Kalau ujian ya. Lantas dia bertanya, untuk apa Tuhan beri ujian ke saya, ke manusia?
Nadiku @eae18
- Tuhan beri ujian ke manusia itu agar kita bisa naik kelas. Dia menyentak, saya butuh opsi bukan ujian. Saya butuh jawaban bukan soal-soal
Nadiku @eae18
- Saya jawab, jawaban atau opsi itu ada ketika mengerjakan soal ujian. Bagaimana mungkin kita tahu jawaban kalau tak ada pertanyaan
Nadiku @eae18
- Dia bilang di usia 50 tahun, dia tak salat. tak puasa. sudah bertahun-tahun dia lakukan itu. Saya diam. Menyimak keluh kesahnya
Nadiku @eae18
- Dia kemudian menghentak sambil melengos, kenapa saya kena santet? Salah saya apa? Apakah ini karma saya?
Nadiku @eae18
- Terus kenapa sampeyan tahu saya kena santet, begitu pertanyaannya ke saya. Dari mana sampeyan tahu kalau saya disantet? Duh
Nadiku @eae18
- Saya coba simak rentetan pertanyaan.Dalam pertemuan itu, seluruh tubuh saya merinding terus. Ini akibat pertemuan aura negatif dan positif
Nadiku @eae18
- Saya mencoba jawab beberapa rentetan pertanyaannya. Saya bilang, saya bukan dukun. Saya hanya tukang jalan. Dari jalanan saya bisa membaca
Nadiku @eae18
- Kalau sampeyan sudah habis duit cukup banyak untuk hilangkan santet ke berbagai dukun, itu cara keliru. Santet itu harus diobati dalam dlm
Nadiku @eae18
- Saya gak memaksa sampeyan salat. Tapi saya paksa sampeyan ambil air wudhu setiap waktu salat. Dan kemudian lakukan ini ituuuu.
Nadiku @eae18
- Kalau sampeyan berburuk sangka ke Tuhan, itu artinya belum mengenal diri sendiri. Bagaimana mau kenal Tuhan, kenal diri sendiri sj tak
Nadiku @eae18
- Kalau mau sembuh dari santet. Sembuhkan dari diri sendiri bukan minta disembuhkan dukun. Penyembuhan itu dari dalam. Dari jiwa kita
Nadiku @eae18
- Sebagai Muslim, sampeyan harus salat. Salat itu persoalan urusan batin. Urusan jiwa. Salat itu ada gerak ruku, harus merunduk. Ada sujud
Nadiku @eae18
- Sujud itu representasi rendah hati. Posisi kepala ketika berdiri berada paling atas. Ketika sujud, ia paling bawah. Ini kunci
Nadiku @eae18
- Dia menimpali, untuk apa salat jika doa-doa saya tak pernah dikanulkan Tuhan. Sebenarnya Tuhan mau kabulkan doa manusia atau tidak?
Nadiku @eae18
- Atas pertanyaan itu, saya jawab. Doa itu ada yang dikabulkan dan ada yang tidak. Nabi saja pernah tak dikabulkan doanya sama Tuhan
Nadiku @eae18
- Doa juga terkait apa yang kita pakai. Apa yang kita makan dan minum. Apakah pakaian kita diperoleh dg cara halal?Apakah asupan kita halal?
Nadiku @eae18
- Nabi Zakaria hanya satu contoh, bagaiman doa dikabulkan agar istrinya punya anak ketika usia senja. Ini sekadar ibrah, pelajaran buat kita
Nadiku @eae18
- Lantas dia bertanya, kenapa orang yang tak salat tapi diberi rezeki berlimpah oleh Allah? Saya jawab itulah hebatnya Allah
Nadiku @eae18
- Kalau konteks Maha Pemurah, Allah akan kasih ke semua orang. Muslim atau bukan. Jadi harus paham beda Rahman dan Rahim
Nadiku @eae18
- Dia minta sampeyan saja yang buang santet saya. Saya gak mau. Yang harus membuang dari diri sendiri. Mau ambil air wudhu?
Nadiku @eae18
- Dia ketawa. Untuk apa wudhu? Apa manfaat wudhu? Itu kan cuma air yang disiram ke tubuh. Gak harus wudhu juga bisa. Saya diam sejenak
Nadiku @eae18
- Saya bilang, wudhu memang medianya air. Tapi setiap usapan air wudhu itu punya nilai ilahiah. Beda dengan siraman air yg bukan wudhu
Load Remaining (20)
Login and hide ads.