"Peraturan Menteri Terkait Peralihan HGB Yang Hanya Memakan Waktu 8 Hari Kerja" by @IrmaDevitaCom

Chirpified By @M4ngU5il
publicpolicy minister laws
0
Irma Devita @irmadevitacom
1) Seorang PPAT di Jakarta sebut saja namanya Amir sedang bertemu kolega nya Budi yg jg seorang PPAT utk wilayah yg sama
Irma Devita @irmadevitacom
2) “Mas Amir sdh baca artikel di detik online ttg Peraturan Menteri ATR no 8 th 2016? Skrg utk proses peralihan HGB (Hak Guna Bangunan)
Irma Devita @irmadevitacom
3) karena jual beli, proses permohonan balik namanya Cuma 2 hari lho! Kata Budi sambil memainkan tabletnya. O apa benar bgt ya? Apa sdh
Irma Devita @irmadevitacom
4) berlaku utk semua wilayah? Kebetulan sy mau ada transaksi jual beli HGB dmn pembeli dan penjualnya PT nih ybs mau bikin galery batik
Irma Devita @irmadevitacom
5) kecil2an disana.” Kata Amir. Apa saja sih kebijakan yg ada di PERMEN itu? Tanya Amir. Jadi begini, intinya sekarang semua proses hrs
Irma Devita @irmadevitacom
6) cepat, tepat dan cermat. Jadi utk proses jual beli yg biasanya memakan waktu 1,5 bln melalui PERMEN no 8 th 2016 dipangkas menjadi
Irma Devita @irmadevitacom
7) sgt singkat sj dgn uraian: 1. Pengecekan sertifikat (1 hr kerja – ps 3). 2. Pembayaran Pajak2 Jual Beli (PPH dan BPHTB) (2 hari – ps 4/1)
Irma Devita @irmadevitacom
8) 3. Pembuatan Akta Jual Beli (2 hari kerja – ps 5 ayat 1) 4. Pendaftaran Peralihan Hak (baliknama sertifikat) (2 hari kerja – ps 6 ayat 5)
Irma Devita @irmadevitacom
9) 5. Pembayaran PBB (1 hari kerja bersamaan dgn pendaftaran peralihan haknya – ps 7 ayat 2). Sehingga seluruh proses sejak permohonan
Irma Devita @irmadevitacom
10) ditargetkan selesai hny dlm 8 hr kerja saja. Wow! Apa itu mgkn diterapkan dlm praktik? Amir tertegun. “Baca berita ini..” tukas Budi
Irma Devita @irmadevitacom
11) Keluarnya PERMEN ATR no 8 th 2016 berdasarkan pertimbangan Indonesia adlh slh satu tujuan investasi shg perlu dilakukan peningkatan
Irma Devita @irmadevitacom
12) percepatan pelayanan pertanahan khususnya pelayannan pendaftaran peralihan hak guna bangunan tertentu utk memberikan kemuudahan
Irma Devita @irmadevitacom
13) berinvestasi di bbrp kota di Indonesia. Smua ini berawal dr survey Bank Dunia yg menyatakan bhw Indonesia msh ada di peringkat 109
Irma Devita @irmadevitacom
14) dr 180 negara dlm hal kemudahan berbisnis di Indonesia. Terutama kendalanya pada kecepatan proses pelayanan investasi.
Irma Devita @irmadevitacom
15) sblmnya diberitakan Jokowi merasa malu terkait dgn kemudahan berbisnis di Indonesia hny berada di peringkat 109 sementara Thailand
Irma Devita @irmadevitacom
16) berada di peringkat 49, Malaysia di peringkat 18 dan Singapura peringkat 1. Ps 1 pd PERMEN no 8 th 2016 mengatur layanan peralihan
Irma Devita @irmadevitacom
17) Hak Guna bangunan tertentu krn jual beli di wilayah tertentu yaitu DKI Jkt, Bdg, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya. Ini berlaku
Irma Devita @irmadevitacom
18) sejak 2 maret 2016. Meski dmkn ini hny se batas pada badan hukum yg berbentuk PT yg 100% sahamnya berasal dr modal dlm negeri
Irma Devita @irmadevitacom
19) dgn luas tanah smp dgn 5000 m2. Menteri Ferry M Baldan berjanji kemudahan utk mengurus HGB ini kedepannya akan bisa dinikmati
Irma Devita @irmadevitacom
20) oleh semua kota di seluruh Indonesia. Ini akan berlaku di semua kota scr perlahan, akan ada direktori yg menyebutkan kota yg sudah
Irma Devita @irmadevitacom
21) gunakan proses digitalisasi. Ulasan artikel di bpn.go.id jelaskan percepatan layanan meliputi 5 kegiatan sbb pengecekan
Irma Devita @irmadevitacom
22) sertifikat, pembayaran bea perolehan hak atas tanah dan bangunan BPHTB) dan pajak penghasilan (PPh), pembuatan akte jual beli,
Irma Devita @irmadevitacom
23) pendaftaran, peralihan hak dan pembayaran pajak bumi dan bangunan. Pengecekan di kntr Pertanahan paling lama 1 hari sejak diterimanya
Irma Devita @irmadevitacom
24) permohonan pembayaran BPHTB dan Pph dilakukan pada instansi yg berwenang dapat dilakukan paling lama 2 hari kerja. Sementara utk
Load Remaining (11)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.