0
Rolles @r7olles
Zumi zola itu mungkin gak pernah pacaran dengan dokter. Jadi gak tau gmana gak enaknya malam lagi enak2, tiba2 ditelp, dibangunkan dll 😄

Kemarin, Gubernur Jambi, Zumi Zola, terekam kamera sedang mengamuk saat sidak di RSUD Raden Mattaher

Story Rekaman Zumi Zola Mengamuk Saat Sidak di RSUD Hingga Banting Kursi Rekaman gubernur Jambi yang mantan artis, Zumi Zola emosi mengamuk saat sidak di RSUD karena temukan karyawan RS tidur jadi viral 4569 pv 22 29

Mengenai hal itu, ini tanggapan dari sisi Dokter

Rolles @r7olles
Kenyataannya ya begini 🙂 pic.twitter.com/GtgFOMByR5
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic

Sudut pandang petugas medis dan masyarakat

Rolles @r7olles
Komentar yang pertama, begitulah fakta mayoritas pkm di daerah2 :) pic.twitter.com/2jd0PDpuYK
Expand pic
Ikhwan @Ikhwanski
@dirgarambe Don't triggered bang, tapi emang beberapa netizen org Jambi kurang suka pelayanan RS itu. pic.twitter.com/pN4xKF0lf5
Expand pic
✌Khairul.. aja..✌ @Khairulansori2
@dirgarambe @zolaofficial sebagian besar yg jaga itu perawat honorer yg gaji bulanannya antara 900 sd 1,1jt.+ duit jaga 18500...
Rolles @r7olles
Lagi ena2, dibangunkan, kalau ketemu yang gawat darurat sih masihlah, lah ternyata bukan, kzl!
DSR @dirgarambe
Oh, jadi yg lo @zolaofficial grebek sambil bawa2 wartawan itu adik-adik koas? Met yah! Dapet salam juga dari "obat DBD kosong" 😅 pic.twitter.com/5UptKuFZpp
Expand pic
ARW @agus_bonnie
@dirgarambe rasa tanggung jawab itu yg sedang ditanamkam oleh @zolaofficial kepada pekerja di RS, itu pun kalian gak terima 🙄
dwi borneo @dwiborneo69
@dirgarambe @habibthink @zolaofficial intropeksi diri laah...klo kalean sdh sumpah menjadi pelayan masyarakat. Jgn sok jd bosnya masyarakt
run_to_you @BejanaHati
Baiklah, @dirgarambe @zolaofficial itu rumah sakit loh, bukan lokasi syuting. Tenaga kesehatan juga manusia, bukan robot.

Tanggapan soal video Zumi Zola yang diposting Dr Kartika Hapsari Spog juga menuai reaksi di facebook

Yenni Safitri Uang jaga/malam 18.500... :(
Saya bkerja di Rsud t4 kejadian dok...

Ganis Rahayu Bu dokter , kemarin pa gubernur marah 2 karena perawat pada tidur dan tidak ada jaga di depan..dan itupun menurut berita yang saya baca , sebelum nya mendapatkan laporan dari masyarakat tentang pelayanan yang kurang maksimal,koo nggak ,mana mungkin p gubernur sampai marah2 waktu sidak... lebih baik introspeksi diri dulu saja...

Endah Sri Rahayu Ada tulisan dari dr Patrianef. Silakan dibaca bu Ganis. Saya tak berharap ibu akan mengerti atau memahami bagaimana pekerjaan nakes. Hanya untuk gambaran umum saja

===========================

Kepada Yang Mulia

Gubernur/Kepala Daerah Propinsi Jambi
Bapak Zumi Zola.

Menanggapi sidak Bapak Gubernur Jambi di RSUD Jambi, saya berfikiran positif. Bapak mau melihat sendiri kondisi dilapangan bagaimana kondisi di rumah sakit dinihari. Itulah fakta yang Bapak temui dan membuat bapak berlaku seperti yang kita lihat di rekaman rekaman yang beredar di medsos.

Jika Bapak beranggapan bahwa ini adalah suatu kegagalan, maka kegagalan itu adalah kegagalan pimpinan. Tanggung jawabnya adalah tanggung renteng mulai dari atas sampai ke bawah. Tentu saja Bapak sendiri dan Kepala Dinas serta Direktur RS sangat bertanggung jawab.

Ada satu hal yang mungkin bawahan bapak lupa menyampaikan. Pelayanan di RS merupakan suatu sistem mulai dari "front office" ditempat pendaftaran yang dilakukan tenaga non medik, kemudian dilayani perawat dan dokter di triase yang memilah milah pasien berdasarkan urgensi pasien. Sampai nanti pasien jika perlu ditangani dan dioperasi oleh dokter bedah. Atau diobati oleh dokter penyakit dalam, dokter anak atau dokter kandungan. Sistem ini bergerak dan yang diukur adalah respon dari sistem ini. Dikenal dengan nama "respon time".

Jika tidak ada pasien dan tidak ada pemberitahuan dari "Front Ofiice" bahwa ada pasien, maka sistem ini akan "dormant". Buat apa dokter spesialis bedahnya bangun sementara operasi tidak ada dan pasien yang ditangani tidak ada. Buat apa dokter spesialis penyakit dalamnya melek terus sementara pasien yang urgen ditangani tidak ada. Yang sangat perlu adalah , jika ada pasien perlu ditangani maka sistemnya langsung jalan.

Sebaiknya jika Bapak mau menilai RS di wilayah yang Bapak pimpin, itulah yang dinilai. Kirim dan ikuti seorang pasien secara diam diam mulai dari pendaftaran sampai dia mendapat pelayanan. Ukur waktunya. Lihat respon petugasnya. Lihat cara mereka melayani orang sakit. Manusiawikah mereka terhadap pasien. Dengan cara begini Bapak akan mendapatkan data yang sangat akurat dan bisa dipertanggung jawabkan serta bisa menghapus kesan kurang baik.

Berbicara soal manusiawi, lihat juga , apakah memang petugas petugas medis, paramedis dan non medis yang merupakan anak buah bapak diperlakukan manusiawi. Lihat makanan mereka, lihat minuman mereka, lihat pakaian mereka dan jangan lupa lihat wajah mereka dengan hati. Lihat dengan hati yang jernih. Lihat baju lusuh mereka, lihat mata merah mereka Bapak akan mendapat banyak hal yang akan mengejutkan Bapak sendiri. Dan data yang Bapak peroleh bukan hanya bisa digunakan di Jambi, tetapi juga bisa sampai ke luar Jambi. Bahkan bisa anda jadikan contoh di nasional

Bapak lihat daftar jaga mereka, tanya kapan mereka berangkat dari rumah dan kapan mereka pulang. Kapan mereka bisa berkumpul dengan keluarga. Tanya bagaimana kondisi anak anak mereka, tanya bagaimana istri mereka. Panggil pimpinan mereka, panggil direktur mereka, panggil semua pihak yang berkepentingan . Akan lebih banyak hal yang Bapak peroleh ketimbang hanya menemukan petugas "tertidur". Data Bapak akan sangat berguna.

Pasien diruangan adalah pasien yang sudah stabil dan tidak perlu dipelototin 24 jam, juga kalau dipelototin gak ada gunanya karena pasien tidur. Beda jika Bapak Gubernur meninjau ICU dan HCU . Pasiennya perlu dipantau terus langsung dan angka angka vital nya di monitor. Ini memang perlu ada petugas yang memantau perubahan pada pasien.

Akan lebih bagus juga Bapak melihat pendapatan mereka. Tanya satpam, tanya pegawai, tanya dokter berapa pendapatan mereka. Apa yang mereka bawa pulang. Apakah mereka memiliki rumah. Cukupkah pendapatan mereka untuk membeli atau hanya menyewa rumah dari gaji yang mereka bawa pulang.

Terima kasih kepada Bapak, karena dengan cara begini sebetulnya membuka juga ruang bagi kami agar Pemda memperlakukan tenaga kesehatan lebih manusiawi kedepannya dengan jam kerja yang jelas sama seperti pegawai lain.

Wajar juga jika kami meminta diperlakukan layak, bekerja yang layak, istirahat yang layak. Beranikah Bapak memberlakukan untuk Propinsi Jambi jam kerja tenaga kesehatan sama dengan jam kerja pegawai negeri lain. Jika kami sudah bekerja sudah 40 jam dalam seminggu maka kami boleh istirahat di rumah tanpa diganggu oleh panggilan dinas dan tugas jaga. Jika bisa kami salut dan kami sangat mengapresiasi Bapak.

Jakarta, 21 Januari 2017

Patrianef
Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu

Dina Fitri Fauziah yang jaga ada.. tapi lagi betulin infus pasien.. mereka stand by nya ganti2an.. kadang media yg tidak full memberitakan..

Ganis Rahayu Pada intinya ,klo memang nggak ada keluhan dari masyarakat , nggak mungkin gubernur sidak ngamuk2...maaf ya saya bukan tenaga medis ,saya hanya orang awam...klo memang jam kerja ya kerja klo mau tidur di rumah , tidak ada yang maksa untuk jadi tenaga medis ...itu adalah resiko... mending introspeksi diri saja...

Dr Kartika Hapsari Spog Bagaimanapun mba Ganis, marah marah sambil bawa wartawan banyak dan nendang tmpt sampah itu ga berpendidikan 😊 , ini abad 21 lho... cara lain banyak kok untuk menegur dan melakukan perbaikan sistem, saya rasa sbgai gubernur beliau bs melakukan banyak hal. O ya perawat tidur itu wajar dinegara maju semua pada tidur kok 😊kalau ga ada apa apa, saya juga tidur disini kalau ga ada pasien gawat. Yg ptng saya siap bila ada kasus gawat

Ana Nadiyah Ibarat seorang bapak yg marah2 ke anaknya tanpa mau dengar dulu 'alasan' kenapa si anak kok 'nakal' :( Sy bukan perawat/dokter. Tp sedih loh liat Pak Gubernur marah2. Krn kita taulah bagaimana kesejahteraan para pekerja di negeri kita ini jauhhh di bawah standar... Mirissss.....

Muri Regensi Dengan pak gubernur jambi marah2 mungkin kita ambil hikmanya aja ibu2 bapak2 semoga perawat/bidan yang honor diangkat jadi pns, yang gaji kecil digaji sesuai umr, amin amin nanti nya masalah ini akan terus di perbincangkan kenapa gaji perawat/bidan kecil... Maju terus medis dan paramedis indonesia

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.