0
Peziarah @eae18
- Kupat dan pacul, apa hubungannya? Kupat sering dijabarkan laku sing papat. Sementara pacul diasosiasikan papat sing ucul. Apa maknanya?
Peziarah @eae18
- Kupat, laku sing papat. Laku yg empat, sering dimaknai laku syariat, tarekat, hakikat dan makrifat. Ada jg mata, telinga, hidung dan mulut
Peziarah @eae18
- Pada pemaknaan pertama, siapapun yang masuk dalam ruang makrifat, harus melewati tahapan tiga tahapan, syariat, tarekat dan hakikat
Peziarah @eae18
- Pada pemaknaan kedua, pacul, papat sing ucul, mengacu pada laku mata, telinga, hidung dan mulut. Wejangan Sunan Kalijaga ini amat dalam
Peziarah @eae18
- Kupat itu dikemas dari janur. Janur itu sering dimaknai sejatinya nur. Nur dibagi jadi tiga sub; Nur Allah, Nur Muhammad dan Nur Insan
Peziarah @eae18
- Jika manusia sudah memahami tiga dimensi NUR ini, ia telah menemukan janur, sejatinya nur. Ini laku yang paling hakiki dalam diri manusia
Peziarah @eae18
- Kupat dibuat dari janur agak tua dan panjang. Kenapa diambil yang agak tua. Filosofinya mengacu pada kematangan seseorang
Peziarah @eae18
- Di dalam kupat yang dibuat dari janur itu, di dalamnya diisi nasi. Nasi oleh para penafsir, sering disandarkan pada Nas, manusia
Peziarah @eae18
- Jadi ada tiga sinergi; kupat, janur dan nasi. Tiga titik ini saling berkelindan satu sama lain. Ia saling menopang. Saling menyangga
Peziarah @eae18
- Hal yang terlihat remeh temeh tapi punya makna yang dalam. Pengembaraan Sunan Kalijaga sampai pada simpul hakikat kehidupan manusia
Peziarah @eae18
- Sementara pacul, papat sing ucul, ini mengarah pada lepasnya mata, telinga, hidung, mulut dalam diri kita. Tak dijalankan sesuai fungsinya
Peziarah @eae18
- Filosofi pacul ini dijabarkan dalam tembang Sunan Kalijaga, Gundul-gundul pacul. Kenapa ada kata gundul sebelum pacul? Filosofinya apa?
Peziarah @eae18
- Gundul itu perumpaan. Kehormatan tanpa mahkota. Rambut sering diibaratkan sebagai mahkota. Mohon maaf pada para sahabat yang gundul
Peziarah @eae18
- Gundul pacul lebih mengacu pada ikhtisar bahwa seorang pemimpin sejatinya bukan yang diberi mahkota. Tapi yang mensejahterakan rakyatnya
Peziarah @eae18
- Apakah para elit negeri ini sudah memahami filosofi gundul-gundul pacul? Kenapa lebih berpihak ke para cukong Cina ketimbang ke rakyat?
Peziarah @eae18
- jika para pejabat negeri ini telah kehilangan pacul, papat sing ucul, empat yang lepas, hancurlah negeri ini.
Peziarah @eae18
- Mata tak difungsikan melihat nasib warga. Telinga tdk mendengar suara rakyat. Telingan tak mencium derita rakyat. Mulut tak berkata adil
Peziarah @eae18
- Naiknya BBM, pajak STNK, BPKB, cabai, adalah fenomena para pemimpin negeri ini telah kehilangan pacul, papat sing ucul
Peziarah @eae18
- Tembang gundul-gundul pacul ada teks gundul-gundul pacul, cul, gembelengan, nyunggi-nyunggi wakul. Gembelengan itu dimaknai congkak
Peziarah @eae18
- nyunggi-nyunggi wakul, dimaknai menjunjung amanat warga dengan hati yang sombong, congkak (gembelengan). Inilah yang terjadi saat ini
Peziarah @eae18
- Jika para pemimpin sudah nyunggi-nyunggi wakul, akan terjadi 'wakul ngglimpang', kekuasaan akan jatuh. Ini hukum alam
Peziarah @eae18
- jika sudah 'wakul ngglimpang, maka akan terjadi 'segane dadi sak latar', akan berantakan. Sia-sia karena tak amanah pada suara rakyat
Peziarah @eae18
- segane dadi sak latar, nasinya jadi sak latar, tumpah berantakan di halaman rumah. Bait terakhir tembang Sunan Kalijaga ini penuh makna
Peziarah @eae18
- Pak @jokowi orang Jawa, tentu paham tembang 'gundul-gundul pacul'. Apalagi Pak Joko lebih dekat dengan tradisi Kejawen ketimbang ke Islam
Load Remaining (11)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.