06/01/2017 13:27:41 WIB

[Kisah Nyata] Ayah yang Merawat Anaknya Selama 50 Tahun via @hidcom

DONASI SURIAH via @SahabatAlAqsha | @SahabatSuriah Bank Syariah Mandiri 77 55 12345 7 BNI Syariah 77 55 12345 6 Infaq Operasional Bank Syariah Mandiri 77 66 12345 1 Atas nama Sahabat Al-Aqsha Yayasan Konfirmasi donasi SMS/WhatsApRead MoreDONASI SURIAH via @SahabatAlAqsha | @SahabatSuriah Bank Syariah Mandiri 77 55 12345 7 BNI Syariah 77 55 12345 6 Infaq Operasional Bank Syariah Mandiri 77 66 12345 1 Atas nama Sahabat Al-Aqsha Yayasan Konfirmasi donasi SMS/WhatsApp 0821-1293-5195 amanah@sahabatalaqsha.com
emthorif 906 View 0 comments
Add to Favorite
0
Login and hide ads.
  • Kasih Ayah Tiada Tandingan, Merawat Anak Selama 50 Tahun

    ~Kasih Ayah, merawat anaknya, penyakit polio, provinsi Zhejiang, China~
    Hidayatullah.com–Kasih sayang orang tua kepada anaknya memang tiada tandingan, mereka sanggup berkorban apa saja demi anak mereka, itulah kisahnya seperti yang berlaku di China oleh seorang pria berusia 80 tahun di provinsi Zhejiang.

    Demi anaknya yang menderita penyakit polio seorang ayah gigih merawat anaknya sendiri walaupun dirinya sendiri sudah makin surut dimakan usia.

    “Anak saya (Qian Yougen) didiagnosis polio hanya satu minggu setelah dia lahir dan mengalami demam panas,”demikian tutur Qian Guanhua (80), dipetik Shanghaiist, Kamis (29/12/2016).

    Sejak itu Yougen bergantung kepada ayahnya, yang kini diakui sudah menjaga anaknya selama 50 tahun ini.

    Qian yang hanya seorang petani itu pun merawat anaknya mulai dari makan, memandikan dan mengantarnya ke rumah sakit untuk berobat. Pasalnya, sang istri menderita tekanan darah tinggi dan sakit jantung. Sehingga mau tak mau, Qian saja yang dapat merawat putranya.

  • “Saya tidak pernah terfikir untuk meninggalkan anak saya atau menyerahkan tanggungjawab menjaganya kepada orang lain, walaupun saya sudah berusia lanjut,” katanya.

    Sudah tidak sedikit orang telah menasihatinya agar menyerahkan anaknya ke panti asuhan, namun dia menolak dengan semua ide itu.

    “Jika kamu tidak merawat anak kamu sendiri, siapa lagi yang akan melakukannya?” ujar Guanhua.

    Guanhua kini semakin tua, apalagi kini ia menghadapi penyakit katarak, sementara isterinya pula tidak dapat banyak membantu karena menderita penyakit darah tinggi dan jantung.

    Yougen tampaknya memahami apa yang terjadi, baginya ayahnya adalah segalanya karena dia pasti ‘tanpa ayahnya dia mungkin tidak dapat hidup lama’.

    Baru-baru ini, Yougen mengalami retak pada rahang, sehingga harus dirawat di rumah sakit selama 1 bulan setelah pembedahan.

    Sebagai hiburan, Qian membawakan alat yang merekam sejumlah cerita para tetangga. Para dokter dan pasien lain terharu melihat pengabdian Qian terhadap anaknya.

  • Rupanya, kisahnya ini tersebar secara viral dan berhasil menggugah hati para netizen. Netizen pun memuji kesabaran dan kebaikan sang ayah yang tak meninggalkan sang anak seperti yang banyak dilakukan oleh orang Tiongkok lainnya.

    “Aku menangis. Selama dia masih hidup semua akan baik-baik saja. Lebih baik membantunya daripada yang dilakukan orangtua lain yang mengabaikan anaknya,” puji netizen.

    “Dia adalah orang tua yang baik. Semoga Tuhan memberkatinya dan mengizinkannya untuk hidup 80 lagi!” tulis yang lain.*

    Rep: Panji Islam
    Editor: Cholis Akbar
    www.hidayatullah.com
    @emthorif

Comment

All Categories

Category related to The Internet