0
Bitte langsam, Awe! @awemany
Akhirnya orang PDIP ngamuk juga liat kerjaan bani Ahok. Cuma bikin rusuh, ngga ada hasil. *ini gue masih ketawa guys. :),
Bitte langsam, Awe! @awemany
On a serious note, apa yg diekspresilan oleh Eva PDIP itu mungkin karena jarak yg tak terjembatani antara basis massa PDIP dan bani Ahok.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Gimana ngga gedeg. Elektabilitas terjun bebas, kelakuan tetep sama. Sok asyik sendiri dan ngga berhenti bully orang. Lapangan ngga kegarap.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Tapi komen gue udah pasti bias banget. Gue ngga suka dengan bani Ahok dari awal. Barisan pembully TL dengan narasi sesat. Jadi gitu deh.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Suatu tamparan keras dari Eva Sundari ini mungkin bisa menyadarkan kita. Barisan buzzer ini memang hama politik. Bahaya buat demokrasi. twitter.com/kompascom/stat…
Bitte langsam, Awe! @awemany
Pada tahun 2014, cyber army ini memberi warna baru pada demokrasi. Perang opini yg brutal di sosial media.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Jokowi dipercaya memenangkan kepresidenan juga melalui cyber army ini. Di kemudian hari dia membalas jasa pasukan ini dengan jabatan.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Sukses Jokowi kemudian ingin diduplikasi pada pemilihan" berikutnya. Perang  terbesar tentu adalah pilkada DKI. Barisan buzzer bani Ahok.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Apa yang terjadi kemudian mungkin di luar perkiraan kita. Narasi" pasukan ini begitu memualkan dan merusak kohesifitas sosial.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Analisa sederhananya karena sosial media adalah media yg berjarak. Impersonal. Anda tak benar" tahu siapa yang bicara dan mendengar.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Orang" yang terlibat dalam proses buzzing ini tidak memahami dengan baik konsekuensi apa dari yg ditulis. Tidak ada yang tabu bagi mereka.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Padahal, politik dalam cara pandang yang lain adalah seni berkompromi. Karena tidak ada yg ingin memenangkan abu. Politik bukan perang.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Saya musti tekankan sekali lagi. Perang adalah bagian dari politik. Tapi politik tidak harus selalu berperang sampai hanya tinggal arang.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Saat kata" lebih tajam dari peluru. Saat pembunuhan" karakter dilakukan melalui fitnah" murahan, kita bertanya apa ujungnya? Sampyuh.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Padahal, at the end of the day, yang benar" memenangkan suara adalah pasukan lapangan. Manusia dengan manusia. Bukan kumpulan akun.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Peningkatan drastis pemilih Agus dan juga Anies adalah kerja Meyakinkan para pemilih ada yg harus dibenahi di Jakarta ini. Ngga cukup foto".
Bitte langsam, Awe! @awemany
Mereka datang dari satu tempat ke tempat lain. Menyapa warga. Seperti layaknya calon pemimpin minta dukungan dan kesempatan. Bukan bullying.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Anda pikir mudah untuk bisa masuk ke kantong" warga? Tidak. Ahok saja diusir di beberapa tempat. Kenapa sulit? Saat jejaringnya ngga ada.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Karena komunitas memiliki kait politik masing". Di sana ada tokoh" yang berjejaring dengan masjid/gereja, ormas dan tentunya partai politik.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Jejaring itulah yang real. Yang mampu membawa calon pejabat publik untuk masuk ke warga. Bukan akun" bayaran di sosial media.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Poin saya, para politikus mungkin terlalu memandang tinggi pasukan cyber ini. Mungkin mereka bayar terlalu tinggi hinga mau menghina diri.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Padahal, jika harus mengeluarkan ongkos politik, mustinya bukan di sana. Namun pada usaha mencerdaskan voter. Dalam jejaring real. Parpol.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Gaes, ngerti ngga sih kalo gue pakai istilah bani Ahok itu artinya gue mau ngebedain mereka dengan pendukung dan fans Ahok?
Bitte langsam, Awe! @awemany
Gue ngga musuhan dengan pendukung atau fans Ahok. Beneran. Gue cuma males liat gerombolan pembully di himpunan itu. Ngakunya ngga dibayar.
Load Remaining (34)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.