0

Sumber Foto : https://www.salam-online.com/uploads/2014/12/Natal-petugas-SPBU-mengenakan-atribut-topi-natal-jpeg.image_.jpg

Pesantren Sidogiri @sidogiri
Assalamualaikum tweeps! Lama tidak menyapa, alhamdulillah kali ini #NgajiFikih kembali hadir melengkapi timline anda. #YukNgaji
Pesantren Sidogiri @sidogiri
Sudah maklum, setiap tanggal 25 Desember umat Kristen di seluruh dunia akan mengadakan perayaan Natal.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
Ibarat Idul Fitri bagi umat Islam, Natal bagi mereka merupakan momen yang sangat ditunggu.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
Setiap Natal mereka akan mengenakan berbagai atribut yang menjadi ciri khas bagi perayaan natal,>>
Pesantren Sidogiri @sidogiri
>>seperti memasang pohon cemara atau pohon natal,memasang lampu warna warni, dan mengenakan pakaian santa seperti topi santa.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
Demikian ini karena adanya Hadis dari Rasulullah yang memerintah umat Islam agar jangan sampai meniru kelompok manapun di luar Islam.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
Namun, Natal selalu menyisakan polemik bagi umat Islam, karena ada sebagian umat Islam yang justru latah ikut menyemarakkan perayaan Natal,
Pesantren Sidogiri @sidogiri
baik dengan ikut langsung dalam semarak natal, atau hanya mengenakan atribut natal seperti topi santa dengan alasan toleransi.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
Lantas bagaimanakah sikap ulama fikih terhadap fenomena semacam ini?
Pesantren Sidogiri @sidogiri
Sejauh ini kita sudah terjebak dengan konsep toleransi yang begitu sering digembar gemborkan oleh kalangan liberal.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
Bagi mereka toleransi bukan hanya sikap diam, tapi harus dengan ikut andil dalam perayaan tersebut paling tidak dengan ucapan selamat Natal.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
Toleransi semacam ini tentu saja bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
Rasulullah sering kali berpesan kepada para sahabat agar selalu tampil beda dengan orang-orang kafir.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
Bahkan dalam al-Qur’an, Allah juga mewanti-wanti Rasulullah agar jangan sampai meniru mereka, sebagaimana surat al-Baqarah ayat 120 dan 145.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
Dalam kitab al-Amru bil-Ittiba’ wan-Nahwu ‘anil Ibtida’, Imam as-Suyuti menjelaskan bahwa salah satu bentuk bid’ah yang munkar>>
Pesantren Sidogiri @sidogiri
adalah meniru orang-orang kafir dalam perayaan-perayaan dan budaya yang mereka lakukan, apapun bentuknya.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
Meniru orang kafir menurut Imam as-Suyuti hukumnya haram meskipun maksudnya berbeda dengan yang dimaksudkan oleh orang kafir.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
Hal ini berdasarkan Hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, “Barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk kaum itu.”
Pesantren Sidogiri @sidogiri
Ada dua hal paling mendasar yang menjadi latar belakang haramnya menyerupai orang kafir.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
Keharaman tersebut muncul karena apa yang dilakukan oleh orang kafir tersebut merupakan tindakan maksiat yang jelas dilarang oleh syariat.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
Keharaman tersebut juga didasari bahwa apa yang mereka lakukan adalah bentuk syiar terhadap agama mereka,>>
Pesantren Sidogiri @sidogiri
sehingga dengan ikut melakukan berarti kita sedang melakukan syiar terhadap agama mereka.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
Dalam konteks perayaan Natal, Natal adalah perayaan khusus yang terdapat dalam ajaran Kristen.
Pesantren Sidogiri @sidogiri
Berdasarkan pendapat ulama di atas melakukan tindakan apapun yang indentik dengan perayaan Natal,
Load Remaining (5)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.